Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Jaringan Pengangkut beserta Fungsinya pada Tumbuhan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-ciri Jaringan Pengangkut. Sumber: Pixabay/Nature_Design
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-ciri Jaringan Pengangkut. Sumber: Pixabay/Nature_Design

Masih banyak orang yang belum familiar dengan ciri-ciri jaringan pengangkut beserta fungsinya pada tumbuhan. Padahal tanpa adanya jaringan pengangkut, tumbuhan akan sangat sulit bertahan hidup.

Pada dasarnya, tumbuhan memiliki struktur yang kompleks dengan berbagai jaringan yang ada di dalamnya. Salah satu jaringan tersebut adalah jaringan pengangkut yang berperan penting dalam kehidupan tumbuhan.

Ciri-ciri Jaringan Pengangkut pada Tumbuhan

Ilustrasi Ciri-ciri Jaringan Pengangkut. Sumber: Pixabay/GLady

Dikutip dari buku Biologi SMA dan MA Jilid 2, Diah Aryulina, dkk. (2004:44), jaringan pengangkut merupakan jaringan yang mengangkut air dan unsur hara, serta mengedarkan zat makanan hasil fotosintesis dari satu bagian tumbuhan ke bagian lain tumbuhan.

Jaringan yang disebut juga dengan berkas vaskuler ini memiliki sejumlah ciri-ciri yang membedakannya dengan jaringan lainnya. Berikut di antaranya.

  1. Terdapat dalam akar, batang, dan daun.

  2. Tersusun atas dua jenis jaringan utama, yaitu xilem dan floem.

  3. Membantu mendapatkan nutrisi dan air.

  4. Membantu mengedarkan makanan ke seluruh tubuh tumbuhan.

  5. Membantu tumbuhan untuk tumbuh, berkembang, dan tetap hidup.

Baca juga: Keterkaitan Antara Struktur dan Fungsi Sel Jaringan Tumbuhan

Fungsi Jaringan Pengangkut pada Tumbuhan

Ilustrasi Ciri-ciri Jaringan Pengangkut. Sumber: Pixabay/hajninjah

Pada dasarnya, fungsi jaringan pengangkut adalah untuk mengangkut nutrisi dan air serta mengedarkan zat makanan ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

Meski begitu, Diah Aryulina, dkk. (2004:44) menjelaskan bahwa berdasarkan fungsinya, jaringan pengangkut pada tumbuhan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu xilem dan floem. Berikut penjabarannya.

1. Xilem

Disebut juga sebagai pembuluh kayu, xilem merupakan jaringan pengangkut yang berfungsi menyalurkan air dan unsur hara dari akar ke daun. Xilem tersusun dari empat komponen, antara lain:

  1. Parenkim Xilem, yaitu komponen yang terdiri dari sel-sel hidup dan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.

  2. Serat Xilem, yaitu komponen sel panjang dengan dinding sekunder yang mengandung lignin.

  3. Trakeid, yaitu sel-sel tumbuhan yang dindingnya mengalami lignifikasi (penebalan oleh senyawa lignin) dan selnya akan mati setelah dewasa. Trakeid berfungsi sebagai unsur penopang dan pengangkut air.

  4. Komponen Pembuluh, yaitu sel-sel silinder yang mati setelah dewasa, dengan bagian ujungnya saling bersatu membentuk tabung pengangkut air bersel banyak.

2. Floem

Floem adalah jaringan pengangkut yang berfungsi menyalurkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Jaringan yang disebut juga dengan pembuluh tapis ini tersusun dari sel-sel berbentuk piramid.

Sama seperti xilem, floem juga terdiri dari 4 komponen jaringan, di antaranya.

  1. Parenkim Floem, yaitu komponen yang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan berperan sebagai sekat pemisah antara floem yang satu dengan yang lain.

  2. Serabut Floem, yaitu jaringan sklerenkim yang berfungsi untuk memperkuat jaringan pembuluh.

  3. Komponen Pembuluh Tapis, yaitu sel-sel memanjang yang ujungnya bersatu membentuk suatu pembuluh. Komponen pembuluh tapis terdiri dari sel-sel yang hanya berfungsi selama sel-sel tersebut hidup.

  4. Sel Pengiring, yaitu sel yang berfungsi untuk memberi makan sel-sel penyusun komponen pembuluh tapis yang masih hidup.

Sekian penjelasan mengenai ciri-ciri jaringan pengangkut pada tumbuhan beserta fungsinya. Semoga uraian ini bermanfaat dan dapat memberikan pemahaman lebih baik seputar jaringan pada tumbuhan. (YAS)