Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Meganthropus Palaeojavanicus dan Sejarah Penemuannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cici-ciri meganthropus. Sumber: pexels.com/Megan Mulleady
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cici-ciri meganthropus. Sumber: pexels.com/Megan Mulleady

Salah satu ciri-ciri Meganthropus Palaeojavanicus adalah kening yang menonjol. Meganthropus Palaeojavanicus adalah fosil manusia purba tertua yang pernah ditemukan di Indonesia. Penemunya adalah Ralph von Koenigswald dan ditemukan di daerah Sangiran, Jawa Tengah.

Selain Meganthropus Palaeojavanicus, fosil manusia purba lain yang pernah ditemukan di Indonesia di antaranya adalah Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Soloensis, dan Homo Wajakensis. Ketiga fosil manusia purba tersebut ditemukan pada tahun yang berbeda serta memiliki ciri yang membedakan satu sama lainnya.

Ciri-Ciri Meganthropus Palaeojavanicus

Ilustrasi ciri-ciri meganthropus. Sumber: unsplash.com/Vincent Foret

Nama Meganthropus Palaeojavanicus berasal dari kata mega yang berarti besar dan anthropus yang berarti manusia. Menurut buku Peradaban Nusantara oleh Tri Prasetyono, S.Pd (2008: 15), Meganthropus Palaeojavanicus berarti manusia besar tertua dari Jawa.

Nama ini diberikan karena struktur tulangnya yang berukuran besar, sedangkan kata Palaeojavanicus diambil dari lokasi penemuannya, yaitu di Jawa.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, fosil Meganthropus Palaeojavanicus ditemukan oleh Ralph von Koenigswald di Sangiran, Jawa Tengah. Mengutip buku Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia oleh Adi Sudirman (2019: 29), fosil manusia purba ini ditemukan pada tahun 1941. Manusia purba jenis ini hidup sekitar 20-15 tahun yang lalu.

Meganthropus Palaeojavanicus diperkirakan sudah ada dari masa Pleistosen bawah. Meganthropus Palaeojavanicus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Memiliki tulang pipi yang tebal dan kuat.

  2. Memiliki otot kunyah yang kuat.

  3. Memiliki tonjolan kening yang mencolok.

  4. Memiliki tonjolan belakang yang tajam.

  5. Tidak memiliki dagu.

  6. Perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat.

  7. Memiliki perawakan yang tegap.

  8. Makanannya tumbuh-tumbuhan.

Sejarah Penemuan Manusia Purba Lainnya

Ilustrasi sejarah penemuan manusia purba lainnya. Sumber foto : pexels.com

Selain Meganthropus Palaeojavanicus, manusia purba berikutnya yang pernah hidup di Indonesia adalah Pithecanthropus Erectus yang fosilnya ditemukan pada tahun 1891 di Trinil. Fosil manusia purba tersebut kemudian diteliti oleh Eugene Dubois.

Jenis Pithecanthropus yang ditemukan di Indonesia antara lain:

  1. Pithecanthropus Mojokertensis yang ditemukan oleh von Koenigswald pada tahun 1936 di Pucangan, sebelah utara Perning dan Mojokerto.

  2. Pithecanthropus Robustus yang ditemukan von Koenigswald pada tahun 1936 di Lembah Bengawan Solo.

  3. Pithecanthropus Soloensis yang ditemukan oleh von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth antara tahun 1931-1934 di Ngandong, Kabupaten Blora.

  4. Homo Wajakensis yang ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1889 di Wajak, dekat Tulungagung di lembah Sungai Brantas.

Baca juga: Jenis-Jenis Manusia Purba Pithecanthropus beserta Ciri-Cirinya

Demikian ulasan mengenai sejarah penemuan manusia purba dan ciri-ciri Meganthropus Palaeojavanicus dan sejarah penemuannya. Semoga ulasan ini dapat menambah pengetahuan mengenai manusia purba pada masa prasejarah di Indonesia. (IND)