Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Orde Baru dan Perbedaannya dengan Reformasi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-ciri Orde Baru. Sumber: Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-ciri Orde Baru. Sumber: Unsplash/Mufid Majnun

Terdapat sejumlah ciri-ciri orde baru yang berbeda dengan reformasi. Hal ini karena kedua masa pemerintahan tersebut dipimpin oleh presiden yang berbeda dan terjadi pada waktu yang berbeda.

Orde baru atau yang sering disingkat dengan istilah Orba merupakan sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto. Orde baru menggantikan orde lama yang merupakan era pemerintahan Presiden Soekarno.

Ciri-ciri Orde Baru

Ilustrasi Ciri-ciri Orde Baru. Sumber: Unsplash/Andi Muh Waliyadnan Ramadhan

Orde baru terjadi selama 32 tahun, tepatnya sejak surat perintah yang dikeluarkan pada 11 Maret 1966 hingga tahun 1998. Selama jangka waktu tersebut, orde baru bertekad untuk menghapus kekuasaan pada satu tangan serta melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 dengan murni dan konsekuen.

Dikutip dari buku Pendidikan Kewarganegaraan: Kecakapan Berbangsa dan Bernegara untuk Kelas VIII SMP/MTs, Nurdiaman (2007:81), ciri-ciri pemerintahan orde baru dibagi atas dasar atau landasan, tujuan, dan cara pelaksanaannya. Berikut pembahasan lengkapnya.

1. Dasar atau Landasan

3 dasar atau landasan dari pemerintahan orde baru adalah:

  1. Landasan idiilnya adalah Pancasila.

  2. Landasan yuridis konstitusionalnya adalah UUD 1945.

  3. Landasan politis operasionalnya adalah ketetapan-ketetapan MPR.

2. Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai pemerintahan orde baru adalah melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

3. Cara Pelaksanaan

Cara pelaksaan yang ingin dicapai untuk mencapai tujuan pemerintaha orde baru adalah sebagai berikut:

  1. Mengamalkan Pancasila secara paripurna dalam segala segi kehidupan.

  2. Melaksanakan Pancasila dan ketentuan-ketentuan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

  3. Menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai suatu negara hukum yang konstitusional.

Perbedaan Orde Baru dengan Reformasi

Ilustrasi Ciri-ciri Orde Baru. Sumber: Unsplash/Mufid Majnun

Era reformasi di Indonesia diawali oleh mundurnya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 dan masih terjadi hingga kini. Selama rentang waktu tersebut, terlihat sejumlah hal yang membedakan era orde baru dengan era reformasi, berikut penjelasannya.

1. Pemilu yang Demokratis

Pemilu di era reformasi lebih demokratis dibandingkan era orde baru. Hal ini karena sistem pemilu di era reformasi yang sudah semakin berkembang sehingga rakyat lebih memiliki suara dan hak politiknya dalam pemilu.

Puncaknya sejak tahun 2004, rakyat Indonesia sudah bisa memilih sendiri presiden, wakil presiden, dan wakil legislatif sendiri. Setahun setelahnya, rakyat juga diperbolehkan untuk memilih langsung kepada daerahnya.

2. Partai Politik

Pemilu pada masa orde baru hanya boleh diikuti oleh tiga partai politik saja. Sedangkan pada masa reformasi banyak partai politik bermunculan karena sistem multipartai telah diaktifkan kembali.

3. Akses Pendidikan

Pada masa orde baru, program perkembangan pendidikan hanya terbatas untuk kalangan tertentu saja. Sedangkan pada masa reformasi, fasilitas pendidikan dapat diakses oleh seluruh kalangan, termasuk etnis minoritas seperti Tionghoa.

Baca juga: Mengenal Landasan Pembangunan Orde Baru di Indonesia

Sekian penjelasan mengenai ciri-ciri orde baru dan perbedaannya dengan reformasi. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan seputar era pemerintahan Indonesia dari masa ke masa. (YAS)