Ciri-ciri Sungai Hujan beserta Pengertiannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sungai adalah suatu aliran permukaan air yang besar serta memanjang dan mengalir terus-menerus menuju hilir. Terdapat beberapa macam sungai. Salah satunya sungai hujan. Untuk itu, penting bagi siswa mengetahui apa saja ciri-ciri sungai hujan.
Dikutip dari buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah), Nana Supriatna, Mamat Ruhimat, dan Kosim (2008:189), ciri khas sungai hujan adalah sumber airnya yang berasal dari air hujan. Lantas, apa ciri lainnya?
Pengertian Sungai Hujan
Sebelum menuju pembahasan ciri-ciri sungai hujan, ada baiknya untuk mengetahui pengertian dari sungai tersebut. Jadi, sungai hujan merupakan sungai yang asalnya dari proses presipitasi (hujan) serta keluar melalui mata air yang ada di hulu sungai.
Sungai hujan iala sungai yang meluap pada musim penghujan. Apabila curah hujan terelalu tinggi, kadang dapat menyebabkan banjir. Namun, ketika kemarau tiba terlalu panjang, sungai hujan tersebut dapat menyurut debit airnya.
Sungai hujan banyak tersebar di Nusa Tenggara dan Pulau Jawa. Contoh sungai hujan adalah sungai Bengawan Solo, Sungai Berantas, Sngai Ciliwung, Sungai Barito, Sungai Musi, Sungai Batanghari, dan Sungai Kapuas.
Ciri-ciri Sungai Hujan
Kebanyakan sungai yang ada di Indonesia merupakan sungai hujan. Hal ini dikarenakan Indonesia ialah negara tropis yang mempunyai curah hujan yang tinggi. Untuk dapat mengenali lebih banyak sungai hujan lainnya, simak ciri-ciri dari sungai hujan berikut ini.
Ciri-ciri dari sungai hujan dapat dijelaskan dengan membagi tiga bagian dari sungai tersebut, yaitu hulu, tengah, serta hilir. Berikut penjelasannya
1. Bagian Hulu Sungai
Hulu sungai adalah titik terjauh dari hilir atau muara sungai. Tempat tersebut merupakan awal mula dari aliran sungai. Ciri-ciri dari hulu sungai hujan adalah sebagai berikut.
Dekat dengan Mata Air
Meskipun berasal dari hujan, tetapi air hujan akan terserap kedalam tanah terlebih dahulu kemudian keluar dalam bentuk mata air. Dari hulu tersebutlah, akhirnya air mengalir sepanjang sungai.
Terdapat di Puncak Gunung
Pada hakikatnya, air dapat mengalir karena pengaruh gravitasi. Aliran air dari sungai hujan terus bergerak karena asalnya dari tempat yang tinggi.
Arusnya Kuat
Sungai hujan memiliki arus yang kuat karena asal airnya ada di tempat yang curam. Jatuhnya air dari tempat yang tinggi menyebabkan laju air sangat deras. Ini juga menyebabkan terjarinya erosi.
2. Bagian Tengah Sungai
Bagian tengah sungai ialah daerah transisi perbatasann antara pegunungan serta pantai. Terdapat beberapa karakteristik dari bagian tengah sungai hujan ini.
Kemiringannya Kurang dari 2%
Bagian tengah sungai ialah daerah antara hulu dan hilir yang tingkat kemiringannya rendah. Sebab, pada dataran rendah sungai dapat meluas secara bertahap.
Laju Airnya tak Terlalu Deras
Karena jauh dari hulu, maka aliran airnya melambat. Di daerah ini, pengendapan sendimen mulai meningkat.
3. Bagian Hilir atau Muara Sungai
Hilir adalah ujung sungai tenpat air bermuara. Tempat ini merupakan batas akhir antara daerah sungai dengan pantai.
Berliku
Semakin dekat dengan pantai, maka sungai hujan ini akan makin berliku. Pola likuan ini sangat berguna untuk menghambat aliran banjir.
Tidak Miring atau Landai
Saat mencapai hilir, sungai hampir sama sekali tak memiliki kemiringan atau mencapai 0%. Terutama ketika mendekati lereng dasar laut.
Baca Juga: 3 Jenis-Jenis Sungai Berdasarkan Sumber Airnya
Demikianlah tadi penjelasan mengenai pengertian serta ciri-ciri sungai hujan. Keberadaan sungai hujan ini amat bermanfaat untuk berbagai kebutuhan aktivitas hidup manusia. (SLM)
