Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Tangga Nada Diatonis Minor dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ciri-ciri Tangga Nada Diatonis Minor, Unsplash/Jason Rosewell
zoom-in-whitePerbesar
Ciri-ciri Tangga Nada Diatonis Minor, Unsplash/Jason Rosewell

Musik disusun dari nada-nada dengan tinggi rendah dan panjang pendek tertentu sehingga menghasilkan komposisi yang berirama. Ciri-ciri tangga nada diatonis minor juga perlu diperhatikan sebelum memainkan musik.

Tangga nada diatonis minor atau tangga nada minor adalah tangga nada yang bernuansa sedih dan melankolis. Contoh alat musik yang menggunakan tangga nada diatonis antara lain piano, organ, harpa, harmonika, pianika, flute, klarinet, saksofon, seruling, dan sebagainya.

Ciri-ciri Tangga Nada Diatonis Minor

Ciri-ciri Tangga Nada Diatonis Minor, Unsplash/Jacek Dylag

Mengutip dari Buku Teknik Paling Praktis Belajar Memainkan Biola dan Gitar (2004) yang ditulis oleh Thursan(a) Hakim memberikan banyak teori tentang tangga nada diatonis minor. Berikut ciri-ciri tangga nada diatonis minor yang perlu diperhatikan sebelum bermain musik.

1. Tangga Nada Diatonis Minor

Tangga nada diatonis minor adalah jenis tangga nada yang memiliki interval atau jarak nada, yakni 1-½-1-1-½-1-1 atau skalanya menjadi A-B-C-D-E-F-G-A'

Maksudnya, jarak nada A ke B adalah satu, B ke C berjarak setengah (semitone), C ke D berjarak satu, D ke E berjarak satu, E ke F berjarak setengah, F ke G berjarak satu, G ke A berjarak satu.

Sementara notasi solmisasinya adalah la-si-do-re-mi-fa-sol-la'.

Ciri-ciri tangga nada diatonis minor, yaitu:

  • Biasanya diawali atau diakhiri dengan nada La=A

  • Cenderung kurang bersemangat

  • Tangga nada minor seringkali digunakan dalam lagu yang iramanya menimbulkan kesan sedih, haru, syahdu, dan melankolis

  • Pola intervalnya 1-½-1-1-½-1-1

2. Tangga Nada Diatonis Mayor

Tangga nada diatonis mayor adalah jenis tangga nada yang memiliki interval atau jarak nada 1-1-½-1-1-1-½ atau skalanya menjadi C-D-E-F-G-A-B-C'.

Maksudnya, jarak nada C ke D adalah satu, D ke E berjarak satu, E ke F berjarak setengah (semitone), F ke G berjarak satu, G ke A berjarak satu, A ke B berjarak satu, B ke C berjarak setengah.

Sementara notasi solmisasinya adalah do-re-mi-fa-sol-la-si-do'.

Ciri-ciri tangga nada diatonis mayor, yaitu:

  • Punya irama yang cenderung bersemangat

  • Memberi nuansa yang ceria dan riang gembira

  • Biasanya diawali atau diakhiri dengan nada Do=C, meski tidak selalu. Sebab, tidak menutup kemungkinan diawali nada 5 (sol) atau 3 (mi) dan diakhiri nada 1 (do)

  • Pola intervalnya 1-1-½-1-1-1-½

Baca Juga: 6 Jenis Sendi Berdasarkan Arah Geraknya yang Perlu Diketahui

Contoh Lagu dengan Nada Diatonis Minor

Contoh Lagu dengan Nada Diatonis Minor, Unsplash/Markus Spiske

Berikut ini beberapa contoh lagu dengan nada diatonis minor yang bisa di jadikan sebagai referensi.

Lagu Nasional

  • Syukur, ciptaan Husein Mutahar

  • Bagimu Negeri, ciptaan Kusbini

  • Tanah Airku, ciptaan Ibu Sud

  • Gugur Bunga, ciptaan Ismail Marzuki

  • Mengheningkan Cipta, ciptaan Truno Prawit

  • Indonesia Pusaka, ciptaan Ismail Marzuki

  • Hymne Guru, ciptaan Sartono

Lagu Anak

  • Bintang Kejora, ciptaan A.T. Mahmud

  • Ambilkan Bulan, ciptaan A.T. Mahmud

  • Kelinciku, ciptaan Daljono

  • Kasih Ibu, ciptaan SM. Muchtar

  • Kucingku, ciptaan Soerjono atau Pak Kasur

  • Desaku, ciptaan L. Manik

  • Ambilkan Bulan Bu, ciptaan A.T. Mahmud

  • Burung Kakak Tua, ciptaan R. C. Hardjosubroto

  • Bintang Kecil, ciptaan Daljono

Dalam dunia musik terdapat banyak ciri-ciri nada diantonis minor dan nada-nada yang lainnya yang harus diketahui. Banyak orang yang tidak mengetahui mengenai nada-nada untuk bermain musik yang berirama. (ABI)