Ciri-ciri Tangga Nada Diatonis Minor dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Musik disusun dari nada-nada dengan tinggi rendah dan panjang pendek tertentu sehingga menghasilkan komposisi yang berirama. Ciri-ciri tangga nada diatonis minor juga perlu diperhatikan sebelum memainkan musik.
Tangga nada diatonis minor atau tangga nada minor adalah tangga nada yang bernuansa sedih dan melankolis. Contoh alat musik yang menggunakan tangga nada diatonis antara lain piano, organ, harpa, harmonika, pianika, flute, klarinet, saksofon, seruling, dan sebagainya.
Ciri-ciri Tangga Nada Diatonis Minor
Mengutip dari Buku Teknik Paling Praktis Belajar Memainkan Biola dan Gitar (2004) yang ditulis oleh Thursan(a) Hakim memberikan banyak teori tentang tangga nada diatonis minor. Berikut ciri-ciri tangga nada diatonis minor yang perlu diperhatikan sebelum bermain musik.
1. Tangga Nada Diatonis Minor
Tangga nada diatonis minor adalah jenis tangga nada yang memiliki interval atau jarak nada, yakni 1-½-1-1-½-1-1 atau skalanya menjadi A-B-C-D-E-F-G-A'
Maksudnya, jarak nada A ke B adalah satu, B ke C berjarak setengah (semitone), C ke D berjarak satu, D ke E berjarak satu, E ke F berjarak setengah, F ke G berjarak satu, G ke A berjarak satu.
Sementara notasi solmisasinya adalah la-si-do-re-mi-fa-sol-la'.
Ciri-ciri tangga nada diatonis minor, yaitu:
Biasanya diawali atau diakhiri dengan nada La=A
Cenderung kurang bersemangat
Tangga nada minor seringkali digunakan dalam lagu yang iramanya menimbulkan kesan sedih, haru, syahdu, dan melankolis
Pola intervalnya 1-½-1-1-½-1-1
2. Tangga Nada Diatonis Mayor
Tangga nada diatonis mayor adalah jenis tangga nada yang memiliki interval atau jarak nada 1-1-½-1-1-1-½ atau skalanya menjadi C-D-E-F-G-A-B-C'.
Maksudnya, jarak nada C ke D adalah satu, D ke E berjarak satu, E ke F berjarak setengah (semitone), F ke G berjarak satu, G ke A berjarak satu, A ke B berjarak satu, B ke C berjarak setengah.
Sementara notasi solmisasinya adalah do-re-mi-fa-sol-la-si-do'.
Ciri-ciri tangga nada diatonis mayor, yaitu:
Punya irama yang cenderung bersemangat
Memberi nuansa yang ceria dan riang gembira
Biasanya diawali atau diakhiri dengan nada Do=C, meski tidak selalu. Sebab, tidak menutup kemungkinan diawali nada 5 (sol) atau 3 (mi) dan diakhiri nada 1 (do)
Pola intervalnya 1-1-½-1-1-1-½
Baca Juga: 6 Jenis Sendi Berdasarkan Arah Geraknya yang Perlu Diketahui
Contoh Lagu dengan Nada Diatonis Minor
Berikut ini beberapa contoh lagu dengan nada diatonis minor yang bisa di jadikan sebagai referensi.
Lagu Nasional
Syukur, ciptaan Husein Mutahar
Bagimu Negeri, ciptaan Kusbini
Tanah Airku, ciptaan Ibu Sud
Gugur Bunga, ciptaan Ismail Marzuki
Mengheningkan Cipta, ciptaan Truno Prawit
Indonesia Pusaka, ciptaan Ismail Marzuki
Hymne Guru, ciptaan Sartono
Lagu Anak
Bintang Kejora, ciptaan A.T. Mahmud
Ambilkan Bulan, ciptaan A.T. Mahmud
Kelinciku, ciptaan Daljono
Kasih Ibu, ciptaan SM. Muchtar
Kucingku, ciptaan Soerjono atau Pak Kasur
Desaku, ciptaan L. Manik
Ambilkan Bulan Bu, ciptaan A.T. Mahmud
Burung Kakak Tua, ciptaan R. C. Hardjosubroto
Bintang Kecil, ciptaan Daljono
Dalam dunia musik terdapat banyak ciri-ciri nada diantonis minor dan nada-nada yang lainnya yang harus diketahui. Banyak orang yang tidak mengetahui mengenai nada-nada untuk bermain musik yang berirama. (ABI)
