Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Teater Tradisional dan Jenisnya yang Ada di Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-ciri Teater Tradisional. Sumber: Unsplash/Stefano Stacchini
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-ciri Teater Tradisional. Sumber: Unsplash/Stefano Stacchini

Dalam dunia seni, ada yang namanya pementasan teater. Teater tersebut memiliki beberapa jenis, salah satunya adalah teater tradisional. Apa saja ciri-ciri tradisional?

Di Indonesia masih ada beberapa teater tradisional yang saat ini rutin melakukan pementasan. Kendati demikian, masih banyak orang yang belum mengetahui ciri-ciri dari teater tradisional tersebut.

Ciri-ciri Teater Tradisional

Ilustrasi Ciri-ciri Teater Tradisional. Sumber: Unsplash/Erik Mclean

Sebelum membahas tentang teater tradisional, tahukah pengertian dari teater secara umum? Dikutip dari buku Teater dalam Kritik, Sahrul N (2017), pengertian teater dalam bahasa Indonesia mengacu kepada kegiatan dalam seni pementasan.

Sementara itu, teater tradisional merupakan jenis teater yang berkembang di kalangan masyarakat sebagai lawan teater modern dan kontemporer. Teater tradisional tersebut berkembang dan menyesuaikan kebudayaan di daerah tertentu.

Setiap jenis teater memiliki ciri khasnya masing-masing. Tak terkecuali teater tradisional. Apa saja ciri-ciri teater tradisional?

  • Memiliki sifat anonim, sehingga tidak memerlukan naskah.

  • Memiliki sifat spontanitas (dasar utama dari pertunjukan).

  • Properti dan peralatan yang sederhana.

  • Teater tradisional menggunakan musik tradisional sebagai ilustrasi musiknya.

  • Pementasan teater tradisional tergolong santai dan terdapat interaksi antara pemain dan juga penonton.

  • Diadakan secara terbuka. Tempatnya bisa di mana saja asalkan layak untuk digunakan sebagai tempat pentas.

  • Pementasan teater tradisional mengutamakan isis dan tujuan seni

  • Teater tradisional diiringi oleh penyanyi, tari, dan dialog. Selain itu, menangis dan tertawa adalah unsur dasar pada pementasan.

Baca juga: Pengertian Panggung Arena dan Panggung Proscenium dalam Seni Pergelaran

Jenis Teater Tradisional di Indonesia

Ilustrasi Ciri-ciri Teater Tradisional. Sumber: Unsplash/Yiran Ding

Teater tradisional memiliki setidaknya tiga jenis, yaitu teater rakyat, klasik, dan transisi. Berikut penjelasannya,

1. Teater Klasik

Teater klasik adalah jenis teater tradisional yang segala sesuatunya telah diatur sebelumnya. Hal yang diatur adalah gedung pertunjukan, cerita, dan tokoh-tokohnya. Bentuk dari teater klasik di antaranya adalah wayang orang, wayang golek, dan juga wayang kulit.

2. Teater Transisi

Teater transisi adalah teater tradisional yang gaya penyajiannya dipengaruhi oleh teater barat. contoh nya adalah komedi Istambul atau sandiwara Dardanella.

3. Teater Rakyat

Teater rakyat adalah seni pementasan yang banyak berkembang di wilayah Indonesia. Setiap teater rakyat tersebut memiliki ciri khas yang berbeda. Sifat-sifat teater rakyat adalah sederhana, improvisasi, dan juga spontan. Berikut contoh teater rakyat di Indonesia:.

  • Jemblung di Jawa Tengah

  • Makyong di Riau

  • Randai dan Bakaba di Sumatra Barat

Ulasan ciri-ciri teater tradisional dan jenis-jenisnya di atas semoga bisa menambah wawasan. Jadi apakah tertarik untuk menonton teater tradisional? (FAR)