Ciri-ciri Tembang Durma dan Contohnya dalam Bahasa Jawa

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam budaya Jawa, banyak karya sastra yang harus dilestarikan. Termasuk tembang macapat yang salah satunya adalah Durma. Ciri-ciri Durma penting untuk dipahami untuk menambah wawasan dan agar tetap lestari.
Dikutip dari buku Filsafat, Teks dan Kehidupan oleh Dhama Yanti, Ni Wayan Suandari, Kevin Kurniawan, Ni Nengah Mutiari, Ni Luh Ayu Badra Purwaningsih (2024:164), tembang macapat digolongkan sebagai tembang cilik, di samping tembang cilik, dalam budaya Jawa dikenal juga tembang tengahan dan tembang gedhe. Tiap tembang akan menggambarkan kehidupan sejak manusia lahir sampai meninggal dunia.
Ciri-ciri Tembang Durma dan Contohnya
Durma merupakan salah satu tembang macapat yang menggambarkan makna tertentu. Makna kata Durma sendiri adalah memberi. Pada tembang ini akan mengisahkan perjalanan manusia saat diberi kenikmatan. Berikut ciri-ciri tembang Durma yang wajib diketahui oleh siswa.
Mengisahkan perjalanan manusia yang harus bersyukur dan berbagi.
Memiliki watak keras, tegas, dan oenuh amarah.
Menggambarkan semangat perang dan pemberontakan.
Memiliki struktur 12a – 7i – 6a – 7a – 8i – 5a – 7i.
Terdiri dari 7 baris atau gatra.
Memiliki guru wilangan 12, 7, 6, 7, 8, 5, 7
Memiliki guru lagu a, i, a, a, i, a, i
Contoh Tembang Durma dalam Bahasa Jawa
Setelah memahami ciri-ciri tembang Durma, mengetahui contohnya juga penting. Dengan begitu, siswa dapat membedakan tembang macapat satu dengan lainnya. Berikut beberapa contoh tembangnya yang menarik diketahui.
1. Contoh Durma 1
Dipunsami ambanting ing badanira
Nyuda dhahar lan guling
Darapon sudaa
Nepsu kang ngambraa-ambra
Rerema ing tyasireki
Dadya sabarang
Karyanira lestari
2. Contoh Durma 2
Wadya bala Siyem kalawan Manila,
kagyatira tan sipi,
mundur tur uninga,
marang narendranira,
yen wonten sarpa gang prapti,
saking jro taman,
galak anerak baris.
3. Contoh Durma 3
Damarwulan aja ngucireng ngayuda
Baliya sun anteni
Mangsa sun mundura
Lah Bisma den prayitna
Katiban pusaka mami
Mara tibakna
Curiganira nuli
Demikianlah penjelasan mengenai ciri-ciri Durma dan contohnya dalam bahasa Jawa yang penting untuk dipahami. Tembang yang mengandung makna mendalam ini harus dilestarikan sebagai warisan nenek moyang. (NUM)
Baca Juga: 11 Tembang Macapat dalam Bahasa Jawa beserta Pengertiannya
