Contoh Cerita Inspiratif Panjang beserta Strukturnya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh cerita inspiratif panjang beserta strukturnya mulai dari orientasi hingga koda, cocok untuk digunakan dalam bercerita kepada anak. Karena cerita ini memuat nilai moral yang dialami oleh tokoh di dalamnya yang dapat pembaca terapkan di kehidupan nyata.
Cerita inspiratif berisikan pengalaman atau kejadian yang benar-benar terjadi ataupun berupa cerita fiksi. Cerita ini dapat menjadi media untuk mengajarkan seseorang dalam mengambil pelajaran dari peristiwa yang disaksikan, didengar, atau dialami oleh pembaca.
Contoh Cerita Inspiratif Panjang beserta Strukturnya
Dikutip dalam buku Materi Utama Bahasa Indonesia SMP oleh Hari Wibowo (2021:49) cerita inspiratif merupakan jenis teks narasi yang menyajikan suatu inspirasi keteladanan kepada banyak orang. Teks itu dapat menggugah seseorang untuk berbuat baik, sebagai hasil inspirasi dari cerita yang ada di dalamnya.
Teks ini hampir sama dengan teks prosa narasi lainnya, yakni sama-sama memiliki tokoh, latar, dan alur. Sifatnya fiktif ataupun aktual dengan struktur orientasi, rangkaian peristiwa, komplikasi, resolusi, dan koda. Berikut contoh cerita inspiratif panjang beserta strukturnya.
Contoh 1: Belajar dari Kepompong
Orientasi
Seorang anak sedang bermain dan menemukan kepompong kupu-kupu di sebuah dahan yang rendah. Diambilnya kepompong tersebut dan tampak ada lubang kecil di sana.
Rangkaian Peristiwa
Anak itu tertegun mengamati lubang kecil tersebut karena terlihat ada seekor kupu-kupu yang sedang berjuang untuk keluar membebaskan diri melalui lubang tersebut.
Lalu tampaklah kupu-kupu itu berhenti mencoba, dia kelihatan sudah berusaha semampunya dan nampaknya sia-sia untuk keluar melalui lubang kecil di ujung kepompongnya.
Melihat fenomena itu, si anak menjadi iba dan mengambil keputusan untuk membantu si kupu-kupu keluar dari kepompongnya. Dia pun mengambil gunting lalu mulai membuka badan kepompong dengan guntingnya agar kupu-kupu bisa keluar dan terbang dengan leluasa.
Komplikasi
Begitu kepompong terbuka, kupu-kupu pun keluar dengan mudahnya. Akan tetapi, ia masih memiliki tubuh gembung dan kecil. Sayap-sayapnya nampak masih berkerut.
Anak itu pun mulai mengamatinya lagi dengan seksama sambil berharap agar sayap kupu-kupu tersebut berkembang sehingga bisa membawa si kupu-kupu mungil terbang menuju bunga-bunga yang ada di taman.
Resolusi
Namun, yang ditunggu-tunggu si anak tidak kunjung tiba. Kupu-kupu tersebut terpaksa menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak dengan tubuh gembung, sayap yang masih berkerut, dan tidak berkembang dengan sempurna. Kupu-kupu itu akhirnya tidak mampu terbang seumur hidupnya.
Koda
Si anak rupanya tidak mengerti bahwa kupu-kupu perlu berjuang dengan usahanya sendiri untuk membebaskan dari kepompongnya. Lubang kecil perlu dilalui agar cairan dari tubuh kupu-kupu memaksa masuk ke dalam sayap-sayapnya sehingga dia akan siap terbang dan memperoleh kebebasan.
Contoh 2: Pagar yang Berlubang
Orientasi
Seorang anak kecil yang pemarah tinggal bersama ayahnya yang mulai muak dengan sikapnya. Ingin memberi pelajaran, sang ayah akhirnya memberikan sekantong paku. Setiap anak itu marah, ia harus menancapkan satu paku ke pagar.
Rangkaian Peristiwa
Di hari pertama, anak itu menancapkan 37 paku. Beberapa hari kemudian ia mulai sadar bahwa lebih mudah untuk mengendalikan amarahnya daripada menancapkan banyak paku di pagar. Maka ia mulai bisa mengendalikan amarahnya, terlebih lagi beberapa minggu ke depannya.
Komplikasi
Akhirnya, tibalah saatnya anak itu tidak marah sama sekali. Ia pun memberitahu ayahnya. Kemudian sang ayah menyarankannya untuk melepaskan paku-paku yang telah tertancap itu agar amarahnya semakin terkendali lagi.
Resolusi
Hari-hari pun berlalu, akhirnya anak itu bisa memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah terlepas. Sang ayah mengajaknya ke pagar itu.
Saat sampai di depan pagar, sang ayah berkata, "Kamu berhasil melakukannya, Nak, tetapi lihat lubang-lubangnya. Kini pagar itu berbekas dan tak akan menjadi sama lagi. Begitu pula ketika kamu menancapkan amarah kepada orang lain."
Koda
Tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, hati orang yang sudah kamu marahi akan tetap terluka. Jadi, kendalikan emosi, jangan sampai menyesal. Ketika ingin marah, tenangkan dulu dirimu agar bisa berpikir jernih dan menemukan solusi terbaik.
Baca juga: 2 Contoh Cerita Pengalaman tentang Menabung Singkat
2 contoh cerita inspiratif panjang di atas memiliki nilai-nilai positif yang dapat orang tua ceritakan kepada anak. Karena dengan bercerita dapat mengasah kecerdasan emosional dan rasa empati anak melalui tokoh dan alur cerita yang ada. (MRZ)
