Konten dari Pengguna

Contoh Data Diskrit dan Perbedaannya dengan Data Kontinu

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh data diskrit. Sumber: unsplash.com/UxIndonesia.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh data diskrit. Sumber: unsplash.com/UxIndonesia.

Contoh data diskrit dan kontinu dapat dijadikan referensi untuk mengelompokkan data yang diperoleh dari lapangan. Dalam laporan statistik, data dikelompokkan agar mudah dibaca dan dianalisa.

Data sudah menjadi sumber kekuatan baru bagi industri maupun pemerintahan. Namun data baru benar-benar bermanfaat jika sudah diolah menurut dasar-dasar statistika.

Contoh Data Diskrit dan Kontinu

Ilustrasi contoh data diskrit. Sumber: unsplash.com/TowfiquBarbhui.

Dikutip dari Matematika untuk Kelas XI Semester 1 Sekolah Menengah Atas Program Ilmu Pengetahuan Alam, Marthen Kanginan (2007:3), statistika adalah metode pengumpulan data, penganalisaan, dan penarikan kesimpulan.

Metode pengumpulan data dalam statistika ada 2 macam, yaitu kuantitatif yang berisi bilangan dan kualitatif yang berisi berbagai kondisi. Data kuantitatif bersifat independen, yaitu dapat berubah-ubah.

Data kuantitatif terdiri dari data diskrit dan data kontinu. Berikut penjelasannya.

1. Data Diskrit

Data diskrit atau data cacahan adalah data yang diperoleh dengan cara membilang atau menghitung. Umumnya angka yang diperoleh dalam bentuk bulat, bukan pecahan.

Jika hanya ada data diskrit maka penyajiannya dapat berupa bar chart. Jika salah satu variabel berupa data diskrit, sedangkan lainnya kontinu, maka penyajiannya dapat berupa bar chart juga. Jika merupakan data diskrit semua maka dapat dibuatkan tabel statistik.

Contoh data diskrit adalah sebagai berikut:

  1. Karyawan pabrik garmen tersebut terdiri dari 525 perempuan dan 112 laki-laki.

  2. Jumlah peserta konser tahun ini turun menjad hanya 22 orng saja.

  3. Guru SMA Teladan tersebut terdiri dari 28 lulusan S1 dan 4 lulusan S2.

  4. Data jumlah anak yang terkumpul dari penelitan terhadap 100 keluarga.

2. Data Kontinu

Data kontinu didapatkan dengan cara mengukur sehingga data tersebut dapat berupa pecahan atau desimal.

Jika hanya ada data diskrit maka penyajiannya dapat berupa histogram. Jika salah satu variabel berupa data diskrit, sedangkan lainnya kontinu, maka penyajiannya dapat berupa bar chart. Jika merupakan data diskrit semua maka dapat dibuatkan scatterplot.

Contoh data kontinu adalah sebagai berikut.

  1. Panjang lintasan lari tersebut adalah 7 km.

  2. Suhu para penderita penyakit demam berdarah itu mencapai 40°C.

  3. Kereta Whoosh dapat mencapai kecepatan 350 km/jam.

  4. Data tinggi badan dari 100 mahasiswa.

Baca juga: Pengertian Modus dan Median dan Cara Menghitungnya

Contoh data diskrit dan kontinu menunjukkan hasil dari metode pengumpulan data yang berisi bilangan-bilangan. Umumnya data yang telah dikumpulkan digunakan untuk menarik lebih dari satu kesimpulan. (lus)