Konten dari Pengguna

Contoh Dialog Sidang Perceraian di Pengadilan Agama

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh dialog sidang perceraian. Sumber: unplash.com/KellySikkema.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh dialog sidang perceraian. Sumber: unplash.com/KellySikkema.

Contoh dialog sidang perceraian sering dibahas oleh mahasiswa prodi hukum keluarga Islam. Pelaksanaan sidang perceraian, seperti halnya sidang-sidang kasus hukum lainnya, harus mengikuti ketentuan pengadilan agama.

Media sering memberitakan keriuhan di luar ruang sidang perceraian artis. Pencari berita ingin tahu inti dari persidangan tersebut. Padahal, persidangan kasus perceraian membutuhkan beberapa tahap dan aturan.

Contoh Dialog Sidang Perceraian

Ilustrasi contoh dialog sidang perceraian. Sumber: pexels.com/Rdne.

Dikutip dari Tata Cara Gugat Cerai, Pembagian Harta Gono-gini dan Hak Asuh Anak, Adib Bahari (2016:27), urutan proses cerai di pengadilan agama secara umum adalah pendaftaran, surat panggilan sidang, sidang pertama, sidang duplik, sidang replik, sidang jawaban, sidang pembuktian, sidang kesimpulan dan sidang putusan.

Sidang perceraian memang panjang karena pernikahan itu sakral sehingga alasan untuk berpisah harus kuat. Berikut adalah contoh dialog sidang perceraian pada sidang pertama.

Hakim Ketua (HK): Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Bapak-bapak dan Ibu-ibu, terutama Saudara Penggugat.

Ani (Penggugat): Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Bapak Hakim.

HK: Saudari Penggugat, apakah Saudari dalam keadaan sehat dan bersedia mengikuti sidang?

Ani: Bersedia, Pak Hakim.

HK: Saudari Penggugat, apakah Saudari yang membuat surat gugatan ini?

Ani: Betul Pak, tapi bersama dengan kuasa hukum saya.

HK: Baiklah, sebelum proses persidangan masuk ke inti sidang, saya persilakan Saudara Ani menunjukkan kartu identitas.

Ani: Baik, Pak. (Maju ke meja hakim, menyerahkan KTP, lalu duduk kembali).

HK: Harap dijawab, nama Saudari?

Ani: Ani Marsela Marjuki.

HK: Usia Saudari?

Ani: 30 tahun.

HK: Alamat Saudari?

Ani: Jalan Kesejahteraan, Gang Aman, Nomor 4, Jakarta.

HK: Agama Saudari?

Ani: Islam.

HK: Saudari Penggugat, apakah Saudari datang sendiri atau didampingi dengan kuasa hukum?

Ani: Saya didampingi kuasa hukum, Pak Hakim.

HK: Saudara Kuasa Hukum, apakah benar Saudara adalah Kuasa Hukum dari Saudari Ani Marsela Marjuki.

Kuasa Hukum (KH): Benar.

HK: Silakan perkenalkan diri Anda!

KH: Saya, Bachtiar Subekti, S.H., dari Kantor Hukum Subroto dengan alamat Jalan Bahagia Nomor 7 Jakarta, adalah Kuasa Hukum Saudari Ani Marsela Marjuki.

HK: Silakan memperlihatkan kartu identitas dan Surat Kuasa Khusus Anda! (KH maju ke meja hakim, lalu duduk kembali setelah berkas diperiksa).

HK: Baiklah, dari sisi Penggugat sudah lengkap, selanjutnya dari sisi Tergugat.

Contoh dialog sidang perceraian di atas hanya gambaran kecil dari keseluruhan proses. Masyarakat wajib mempertimbangkan dengan matang jika akan memutuskan untuk bercerai. (lus)

Baca juga: 2 Sumber Hukum Tata Negara di Indonesia