Contoh Kloning Embrio pada Hewan dan Tahapannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh kloning embrio terhadap hewan telah dilakukan berkali-kali untuk kepentingan penelitian. Salah satunya dengan menggunakan embrio katak.
Kloning merupakan salah satu bentuk rekayasa genetika yang sering digambarkan kurang benar dalam film-film. Kloning digambarkan dengan munculnya kembaran begitu saja. Padahal secara ilmiah, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui.
Contoh Kloning Embrio dan Tahapannya
Dikutip dari Biologi Umum untuk Mahasiswa, Hafidha Asni Akmalia dan Dwimei Ayudewandari Pranatami (2021:221), kloning adalah cara perbanyakan individu yang memiliki sifat identik dengan induk, namun tanpa pertemuan sel gamet atau perkawinan induk.
Ada 2 teknik kloning, yaitu kloning embrio dan kloning transfer inti. Berikut adalah pembahasan tentang pengertian dan contoh kloning embrio pada hewan.
1. Pengertian Kloning Embrio
Kloning embrio menggunakan sel telur yang mengalami pembuahan dan telah mencapai tahap embrio. Kloning embrio disebut juga penggandaan sel kembar artifisial. Kloning embrio menimbulkan pro kontra, terutama jika dilakukan pada manusia.
Kloning embrio dilakukan di luar tubuh dan dipacu dengan zat kimia untuk merangsang pembelahan sel. Pada teknik ini terjadi penggandaan sel zigot menjadi beberapa sel monozigot. Kesamaan sifat dengan induk dilakukan dengan sengaja di laboratorium.
Kloning mengadopsi proses kelahiran bayi kembar pada manusia. Sedangkan tahapan-tahapan kloning embrio dapat berbeda antara satu makhluk dengan makluk lainnya. Kloning embrio tidak mudah dan tidak selalu berhasil.
2. Tahapan Kloning Embrio
Tahapan kloning embrio yang dilakukan dengan menggunakan embrio katak adalah sebagai berikut:
Persiapan ovum atau sel telur dan sperma dari satu pasangan hewan.
Dilakukan fertilisasi in vitro (di luar tubuh) antara sel telur dan sel sperma dalam suatu media pada cawan petri di laboratorium agar terjadi penyatuan sel gamet.
Setelah fertilisasi, sel gamet berubah menjadi zigot.
Dilakukan inkubasi zigot sehingga menjadi embrio.
Embrio yang sudah matang dimasukkan ke dalam betina lain.
Embrio akan tumbuh dan berkembang hingga mencapai tahap siap lahir. Sifat organisme baru ini akan sama dengan induk sebelumnya.
Contoh kloning embrio pada katak di atas menunjukkan bahwa proses kloning membutuhkan proses-proses yang harus dilakukan di laboratorium oleh para ahli. Kloning tidak semudah membuat cetakan. (lus)
Baca juga: Kloning Termasuk Bioteknologi Apa? Inilah Penjelasannya
