Konten dari Pengguna

Contoh Kultum 7 Menit tentang Bersyukur di Bulan Ramadan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kultum 7 Menit tentang Bersyukur. Sumber: Pexels/Chattrapal (Shitij)  Singh
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kultum 7 Menit tentang Bersyukur. Sumber: Pexels/Chattrapal (Shitij) Singh

Dalam suasana bulan Ramadan yang penuh berkah ini, momen berkumpul bersama umat untuk berbagi ilmu dan pengalaman spiritual melalui kultum (kuliah tujuh menit) menjadi kegiatan yang sangat berarti. Tema yang sering diambil adalah kultum 7 menit tentang bersyukur.

Sebab, Ramadan mengajarkan banyak hal, dan termasuk salah satunya adalah pentingnya bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah Swt anugerahkan. Dengan bersyukur, maka membuka pintu untuk lebih banyak nikmat dan keberkahan dalam hidup.

Kultum 7 Menit tentang Bersyukur

Ilustrasi Kultum 7 Menit tentang Bersyukur. Sumber: Pexels/Rayn L

Mengutip dari buku 52 Kultum Favorit Untuk Muslimah karya Zakiah Nur Jannah (2023), kultum merupakan singkatan dari 'kuliah tujuh menit' hal ini menjadikan setiap kegiatan ceramah yang dilakukan dengan durasi relatif sebentar dianggap sebagai kultum. Berikut adalah contoh kultum 7 menit tentang bersyukur.

"Segala puji bagi Allah Swt, yang dengan rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul di bulan Ramadan yang suci ini. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Saw, yang telah mengajarkan kita nilai-nilai kehidupan yang luhur, di antaranya adalah bersyukur kepada Allah Swt.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 7, yang artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami tambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’”

Dalam ayat ini, Allah Swt menegaskan betapa pentingnya bersyukur dalam kehidupan kita. Bersyukur mengajarkan kita untuk mengakui dan menghargai setiap nikmat yang Allah berikan, tidak hanya dengan ucapan tetapi juga dengan tindakan yang mencerminkan kepatuhan dan kepuasan kita terhadap karunia-Nya.

Rasulullah saw. pun menegaskan melalui sabdanya yang diriwayatkan oleh Bukhari, "Kekayaan tidak terletak pada banyaknya harta, tetapi kekayaan sejati adalah kekayaan hati." Hadis ini mengingatkan kita bahwa sejati kebahagiaan dan kekayaan adalah ketika kita merasa cukup dan selalu bersyukur atas segala kondisi yang Allah tetapkan untuk kita.

Melalui ibadah puasa, kita diajak untuk merasakan lapar dan dahaga, sehingga kita dapat lebih menghargai nikmat makanan dan minuman yang seringkali kita anggap remeh. Ini adalah salah satu bentuk latihan untuk selalu bersyukur dalam keadaan apapun.

Marilah di bulan yang penuh berkah ini, kita perkuat iman dan taqwa kita dengan memperbanyak rasa syukur kepada Allah Swt. Semoga dengan bersyukur, kita dapat memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Aamiin."

Baca juga: Perbedaan Kultum dan Ceramah beserta Pengertiannya

Kultum 7 menit tentang bersyukur ini mengajak untuk introspeksi diri, menilai kembali apa yang telah disyukuri dan bagaimana cara dalam menunjukkan rasa syukur tersebut dalam kehidupan sehari-hari. (ARR)