Contoh Puisi Diafan 4 Bait dari Berbagai Tema

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi diafan merupakan puisi yang kurang memakai imajinasi, kata konkret, serta bahasa figuratif. Jumlah bait saat menulis puisi biasanya antara 3 hingga 4 bait saja. Maka dari itu, tidak heran jika contoh puisi diafan 4 bait kerap dijadikan sebagai referensi.
Dikutip dari buku Kajian Makna Keagamaan (Metode Hermeneutika), Eneng Sri Supriation (2020:40), perlu diketahui bahwa isi dari puisi diafan harus mudah dipahami maknanya dan hampir semua kata-katanya terbuka, serta tak memakai kiasan.
3 Contoh Puisi Diafan 4 Bait
Penyair dari puisi diafan harus menulis syair yang lekat dengan kata-kata yang dipilihnya. Penulis harus pandai-pandai memilih kata yang maknanya mudah dimengerti. Berikut di bawah ini beberapa contoh puisi diafan 4 bait berbagai tema yang benar.
1. Bumiku Mulai Tua
Hatiku rapuh melihat banyak orang terbunuh
Mereka mati karena guncangan bumi yang bergemuruh
Mereka mati karena air yang menyambar rumahnya hingga runtuh
Bumiku mulai lusuh, mungkin dia juga sering mengeluh
Padahal, kebenarannya manusia celaka karena dirinya sendiri
Pepohonan yang memayunginya dari matahari ia tebang sampai habis
Udara bersih yang menghidupinya ia asapi tiap hari
Seakan-akan tangannya gatal jika sebentar saja tak usil pada bumi
Mereka seperti buta, padahal akibatnya di depan mata
Mungkin mereka merasa tak cukup kaya
Tapi mau sampai mana ia akan terus berulah?
Kapankah mereka akan berubah?
Apakah manusia pada dasarnya memang selalu serakah?
Mereka seperti tak ingin menyisakan apapun untuk anak cucunya.
Padahal bumi ini awalnya indah dan megah.
Kini bumi justru menjadi gunungan sampah.
2. Merindu Dirimu
Sudah lama sekali aku tak melihat paras indahmu
Sudah lama sekali aku tak mendengar omelan manismu
Jadi, bagaimana bisa aku tidak merindu?
Sosokmu terngiang-ngiang dalam pikiranku
Tapi kini kau justru buat kisah kita jadi kenangan
Kau buat aku merasa kehilangan
Kala itu kau datang padaku, kau beri aku sebuah undangan
Di sana tertulis namamu dan seorang pria
Rupanya kau akan menikahi lelaki lain
Rasanya aku tak bisa berkata apa-apa lagi
Rasanya aku ingin langsung mengusirmu pergi
Karena tak kusangka kau bisa melukai hati sedalam ini
Masih kuingat obrolan kita di malam sabtu tahun lalu
Katamu tak sabar ingin menjalin rumah tangga denganku
Namun, rupanya kita tak boleh terburu-buru
Sebab, takdir hanya Tuhan yang tahu.
3. Keluarga
Katanya, keluarga adalah tempat kau merasa nyaman
Di dalamnya kau akan merasakan yang namanya kebersamaan
Keluarga adalah tempat pulang setelah perjuangan
Tapi nyatanya, tak semua orang dapat merasakan
Terkadang, keluarga hanyalah bentuk imajinasi
Beberapa orang iri dengan kisah harmonis di televisi
Sebab, meski telah memohon berkali-kali
Hadirnya keluarga hanya hanyalah sebuah mimpi
Keluarga ialah sekumpulan orang yang akan menyemangatimu
Keluarga adalah anugrah cerah walau di hari yang kelabu
Mereka selalu ada untukmu
Meski di malam minggu atau di malam rabu
Jadi, jika masih ada keluarga di sampingmu
Kau harus terus syukuri itu
Meski kadang kau bertengkar dan beradu mulut
Pada akhirnya, hanya mereka yang selalu menerimamu.
Baca Juga: Pengertian Struktur Batin Puisi dan Macam-macamnya
Demikianlah contoh puisi diafan 4 bait yang dapat dijadikan referensi untuk mengarang syair yang indah. Kunci dari menulis puisi diafan adalah ciri khasnya yang penuh dengan kata-kata terbuka tanpa kiasan maupun metafora persis seperti contoh di atas. (SLM)
