Konten dari Pengguna

Contoh Puisi Diafan 4 Bait dari Berbagai Tema

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh puisi diafan 4 bait. Sumber: pexels.com/Dina Nasyrova
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh puisi diafan 4 bait. Sumber: pexels.com/Dina Nasyrova

Puisi diafan merupakan puisi yang kurang memakai imajinasi, kata konkret, serta bahasa figuratif. Jumlah bait saat menulis puisi biasanya antara 3 hingga 4 bait saja. Maka dari itu, tidak heran jika contoh puisi diafan 4 bait kerap dijadikan sebagai referensi.

Dikutip dari buku Kajian Makna Keagamaan (Metode Hermeneutika), Eneng Sri Supriation (2020:40), perlu diketahui bahwa isi dari puisi diafan harus mudah dipahami maknanya dan hampir semua kata-katanya terbuka, serta tak memakai kiasan.

3 Contoh Puisi Diafan 4 Bait

Gambar contoh puisi diafan 4 bait. Sumber: pexels.com/Suzy Hazelwood

Penyair dari puisi diafan harus menulis syair yang lekat dengan kata-kata yang dipilihnya. Penulis harus pandai-pandai memilih kata yang maknanya mudah dimengerti. Berikut di bawah ini beberapa contoh puisi diafan 4 bait berbagai tema yang benar.

1. Bumiku Mulai Tua

Hatiku rapuh melihat banyak orang terbunuh

Mereka mati karena guncangan bumi yang bergemuruh

Mereka mati karena air yang menyambar rumahnya hingga runtuh

Bumiku mulai lusuh, mungkin dia juga sering mengeluh

Padahal, kebenarannya manusia celaka karena dirinya sendiri

Pepohonan yang memayunginya dari matahari ia tebang sampai habis

Udara bersih yang menghidupinya ia asapi tiap hari

Seakan-akan tangannya gatal jika sebentar saja tak usil pada bumi

Mereka seperti buta, padahal akibatnya di depan mata

Mungkin mereka merasa tak cukup kaya

Tapi mau sampai mana ia akan terus berulah?

Kapankah mereka akan berubah?

Apakah manusia pada dasarnya memang selalu serakah?

Mereka seperti tak ingin menyisakan apapun untuk anak cucunya.

Padahal bumi ini awalnya indah dan megah.

Kini bumi justru menjadi gunungan sampah.

2. Merindu Dirimu

Sudah lama sekali aku tak melihat paras indahmu

Sudah lama sekali aku tak mendengar omelan manismu

Jadi, bagaimana bisa aku tidak merindu?

Sosokmu terngiang-ngiang dalam pikiranku

Tapi kini kau justru buat kisah kita jadi kenangan

Kau buat aku merasa kehilangan

Kala itu kau datang padaku, kau beri aku sebuah undangan

Di sana tertulis namamu dan seorang pria

Rupanya kau akan menikahi lelaki lain

Rasanya aku tak bisa berkata apa-apa lagi

Rasanya aku ingin langsung mengusirmu pergi

Karena tak kusangka kau bisa melukai hati sedalam ini

Masih kuingat obrolan kita di malam sabtu tahun lalu

Katamu tak sabar ingin menjalin rumah tangga denganku

Namun, rupanya kita tak boleh terburu-buru

Sebab, takdir hanya Tuhan yang tahu.

3. Keluarga

Katanya, keluarga adalah tempat kau merasa nyaman

Di dalamnya kau akan merasakan yang namanya kebersamaan

Keluarga adalah tempat pulang setelah perjuangan

Tapi nyatanya, tak semua orang dapat merasakan

Terkadang, keluarga hanyalah bentuk imajinasi

Beberapa orang iri dengan kisah harmonis di televisi

Sebab, meski telah memohon berkali-kali

Hadirnya keluarga hanya hanyalah sebuah mimpi

Keluarga ialah sekumpulan orang yang akan menyemangatimu

Keluarga adalah anugrah cerah walau di hari yang kelabu

Mereka selalu ada untukmu

Meski di malam minggu atau di malam rabu

Jadi, jika masih ada keluarga di sampingmu

Kau harus terus syukuri itu

Meski kadang kau bertengkar dan beradu mulut

Pada akhirnya, hanya mereka yang selalu menerimamu.

Baca Juga: Pengertian Struktur Batin Puisi dan Macam-macamnya

Demikianlah contoh puisi diafan 4 bait yang dapat dijadikan referensi untuk mengarang syair yang indah. Kunci dari menulis puisi diafan adalah ciri khasnya yang penuh dengan kata-kata terbuka tanpa kiasan maupun metafora persis seperti contoh di atas. (SLM)