Konten dari Pengguna

Contoh Ritme Transisi, Repetisi, dan Oposisi dalam Desain Grafis

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh ritme transisi. Sumber: pexels.com/Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh ritme transisi. Sumber: pexels.com/Pixabay.

Contoh ritme transisi, repetisi, dan oposisi bermanfaat untuk memahami prinsip desain grafis. Desain grafis diperlukan dalam komunikasi visual untuk menyampaikan kampanye suatu gerakan atau promosi sebuah produk.

Desain grafis yang efektif harus mampu menarik perhatian yang sejalan dengan nilai-nilai yang ingin disampaikan. Dalam karya seni ini banyak unsur-unsur yang harus diperhatikan, salah satunya adalah ritme.

Contoh Ritme Transisi, Repetisi dan Oposisi

Ilustrasi contoh ritme transisi. Sumber: pexels.com/KillianEon.

Desain grafis melibatkan teknik tipografi, seni rupa, dan tata letak. Sejalan dengan perkembangan teknologi, sebagaian atau seluruh proses diselesaikan dengan bantuan komputer. Karya yang dihasilkan antara lain cover buku, logo, poster, brosur dan sebagainya.

Dikutip dari Buku Ajar Desain Grafis 1, Syarifah Fadillah Rezky dan Kawan-kawan (2022:12), desainer harus mengikuti prinsip desain yang terdiri dari keseimbangan atau balance, prinsip titik fokus, hirarki visual, ritme, proporsi, ilustrasi, unity, teks, dan tipografi.

Khusus untuk ritme atau irama, artinya adalah pengulangan secara terus-menerus dan teratur dari suatu unsur atau unsur-unsur. Jenis ritme seni rupa yang dapat menghasilkan pengulangan tersebut adalah transisi, repetisi dan oposisi.

Berikut adalah pengertian beserta contoh ritme transisi, repetisi, dan oposisi dalam desain grafis.

  1. Menyusun dengan susunan transisi.

    Dalam susunan objek yang ditata teratur terdapat perubahan yang konsisten pada bentuk, ukuran, warna, atau jarak sehingga wujudnya mirip dengan gradasi.

    Contoh:

    1. Pada pergantian halaman demi halaman di lembar presentasi.

    2. Pada peralihan beberapa foto atau video dalam iklan atau presentasi berbentuk video.

    3. Perpindahan bab pada buku.

  2. Menyusun dengan susunan repetisi.

    Penyusunan dilakukan menggunakan bentuk, ukuran, dan jarak yang sama untuk menghasilkan karya yang statis, resmi, dan tenang meski monoton. Dibutuhkan keterampilan yang baik untuk menciptakan karya yang tidak membosankan.

    Contoh:

    1. Penempatan logo yang sama di setiap halaman website dengan jarak yang sama dari objek lain.

    2. Pengulangan suatu bentuk tertentu dengan ukuran dan jarak yang sama pada satu bidang sehingga menyerupai pola ubin.

    3. Pengulangan suatu bentuk tertentu dengan ukuran dan jarak yang sama dalam bidang yang lebar, seperti dalam pembuatan pola-pola tekstil.

  3. Menyusun dengan susunan oposisi.

    Objek diatur agar menghasilkan susunan yang berlawanan, baik bentuk, ukuran dan jarak. Kesan yang ingin diciptakan adalah kontras, kuat dan tajam.

    Contoh:

    1. Pola ubin untuk membedakan ruangan satu dengan yang lainnya.

    2. Pola dinding untuk menonjolkan salah satu sisi.

    3. Pola tekstil untuk memberi kesan playful.

Baca juga: 5 Contoh Desain Grafis dan Fungsinya

Itulah contoh ritme transisi, repetisi, dan oposisi dalam desain grafis untuk menambah wawasan. Desain yang berhasil akan menghasilkan ciri khas yang menonjol. (lus)