Contoh Soal Partograf dalam Persalinan

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh soal partograf dalam persalinan dapat menjadi referensi mahasiswa jurusan kebidanan atau kedokteran. Partograf merupakan alat bantu yang digunakan untuk memantau kondisi ibu dan janin saat persalinan.
Partograf dapat membantu mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan dengan manilai pembukaan serviks lewat pemeriksaan dalam. Partograf juga dapat membantu mendeteksi adanya penyulit saat persalinan.
Contoh Soal Partograf untuk Mahasiswa Kebidanan
Menurut Buku Ajar Asuhan Kebidanan pada Masa Persalinan, Dian Fitriyani, dkk. (2024: 195), partograf adalah alat untuk mencatat informasi berdasarkan observasi ibu, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan fisik selama persalinan, serta menjadi alat bantu yang sangat penting dalam mengambil keputusan klinis selama persalinan.
Partograf membantu memantau kondisi ibu dan janin, mendeteksi kontraksi abnormal sebagai panduan untuk melakukan prosedur obsetri, dan memantau kemajuan persalinan untuk mendeteksi ketidakseimbangan kepala panggul sebelum persalinan terhambat.
Partograf sangat penting untuk mencatat kondisi ibu dan janin, oleh karena itu pencatatan dengan partograf menjadi salah satu bahan ajar pada bidang kebidanan. Soal partograf menjadi salah satu ujian bagi mahasiswa kebidanan atau uji kompetensi bidan.
Berikut ini contoh soal partograf menurut buku Uji Kompetensi Bidan Indonesia, Tim Bumi Medika (2016: 56).
Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke puskesmas untuk melahirkan. Usia kehamilannya cukup bulan. Pukul 08.00 pagi dilakukan pemeriksaan dalam dan diketahui pembukaan serviks 3 cm, his terjadi 2 kali dalam10 menit selama 35 detik. Empat jam berikutnya pembukaan serviks tetap 3 cm. Setelah itu, 4 jam berikutnya pembukaan serviks 5 cm. Keputusan klinis yang tepat pada kasus tersebut adalah....
A. Segera melakukan induksi
B. Observasi dilatasi serviks dengan partograf
C. Melakukan pemeriksaan dalam sewaktu-waktu
C. Segera pecahkan ketuban untuk mempercepat pembukaan serviks
E. Segera merujuk apabila dilatasi serviks di kanan garis waspada partograf
Jawaban:
B. Observasi dilatasi serviks dengan partograf.
Pembahasan:
Berdasarkan hasil pemantauan, pembukaan serviks pasien awalnya 3 cm, his terjadi 2 kali dalam 10 menit selama 35 detik, 4 jam berikutnya pembukaan serviks tetap 3 cm. Setelah itu, 4 jam berikutnya pembukaan serviks 5 cm maka keputusan klinis yang tepat adalah observasi dilatasi serviks dengan partograf.
Penilaian dan pencatatan pembukaan serviks dilakukan setiap 4 jam atau lebih sering dilakukan jjika ada tanda-tanda penyulit. Ketika fase aktif persalinan, hasil dari setiap pemeriksaan diberikan tanda X pada partograf.
Tanda atau simbol ini harus ditulis pada garis waktu yang sesuai dengan kolom pembukaan serviks di garis waspada. Setelah itu, tanda X dari setiap pemeriksaan disatukan dengan garis utuh atau tidak terputus.
Demikian contoh soal partograf yang perlu diketahui mahasiswa kebidanan. Semoga dapat menjadi gambaran untuk soal partograf yang merupakan alat bantu untuk memantau kondisi ibu dan janin saat persalinan. (IND)
Baca juga: 15 Tugas Bidan Mahir beserta Pengertiannya
