Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dalam Bisnis

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh surat perjanjian hutang piutang biasanya digunakan untuk keperluan operasional bisnis. Berbagai contoh surat perjanjian merupakan dokumen resmi berisi persetujuan antara pemberi hutang dan penerima hutang.
Tujuan utama surat perjanjian hutang piutang adalah untuk menciptakan dasar hukum yang jelas. Termasuk juga untuk melindungi hak dan kewajiban kedua belah pihak dalam transaksi bisnis tersebut.
Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Sederhana
Surat perjanjian hutang piutang adalah dokumen tertulis yang digunakan untuk mencatat kesepakatan antara dua pihak. Pihak pemberi hutang (yang meminjamkan) dan penerima hutang (yang menerima pinjaman).
Berdasarkan materi pada buku 120 Contoh Kumpulan Surat Perjanjian, Farid dan Danang, 2013, inilah salah satu contoh surat perjanjian hutang piutang. Contoh yang dibuat dengan singkat dan sederhana.
SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG
1 September 2023
Kepada,
Koperasi Abadi Jaya
Jl. Sukomanunggal 15, Surabaya
Perihal: Surat Perjanjian Hutang Piutang
Dengan ini, kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Antono Lubis atas nama CV. Bahagia Sejahtera
Jl. Semangat no 17, Surabaya
Dalam hal ini disebut sebagai Penerima Hutang.
2. Budiman Jaya atas nama Koperasi Abadi Jaya
Jl. Sukomanunggal 15, Surabaya
Dalam hal ini disebut sebagai Pemberi Hutang.
Penerima Hutang dan Pemberi Hutang sepakat untuk membuat perjanjian ini sebagai catatan tertulis mengenai jumlah hutang piutang yang terjadi antara keduanya. Rincian hutang piutang adalah sebagai berikut:
Jumlah Hutang Piutang: Rp15.000.000 (Lima belas juta rupiah)
Tanggal Pemberian Hutang: 1 September 2023
Jangka Waktu Pelunasan: 30 Desember 2023
Pemberi Hutang menjamin bahwa jumlah tersebut akan dibayar kepada Penerima Hutang dalam jangka waktu yang telah disepakati.
Pembayaran akan dilakukan dengan cara transfer Bank ke Rekening Bank Penerima Hutang dengan nomor: 12300000.
Apabila Pemberi Hutang gagal untuk melunasi hutang sesuai dengan perjanjian ini, maka Pemberi Hutang akan bertanggung jawab atas biaya keterlambatan dan denda yang mungkin timbul.
Surat perjanjian ini mengikat kedua belah pihak, dan tidak dapat diubah kecuali melalui perjanjian tertulis antara kedua belah pihak.
Perjanjian ini diatur oleh dan tunduk pada hukum yang berlaku di Indonesia. Setiap sengketa yang timbul sebagai akibat dari perjanjian ini akan diselesaikan melalui negosiasi antara kedua belah pihak.
Dengan tanda tangan di bawah ini, kedua belah pihak menyatakan persetujuan atas isi perjanjian ini.
Tertanda,
[Penerima Hutang]
[Pemberi Hutang]
Baca Juga: Contoh Surat Perjanjian Kerjasama dan Cara Membuatnya
Penggunaan contoh surat perjanjian hutang piutang sangatlah penting. Pembuatan surat juga bisa menunjukkan tingkat profesionalisme dan kepercayaan antara pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi bisnis tersebut. (DNR)
