Konten dari Pengguna

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dalam Bisnis

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh surat perjanjian hutang piutang - Sumber: pexels.com/@anete-lusina/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh surat perjanjian hutang piutang - Sumber: pexels.com/@anete-lusina/

Contoh surat perjanjian hutang piutang biasanya digunakan untuk keperluan operasional bisnis. Berbagai contoh surat perjanjian merupakan dokumen resmi berisi persetujuan antara pemberi hutang dan penerima hutang.

Tujuan utama surat perjanjian hutang piutang adalah untuk menciptakan dasar hukum yang jelas. Termasuk juga untuk melindungi hak dan kewajiban kedua belah pihak dalam transaksi bisnis tersebut.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Sederhana

Ilustrasi contoh surat perjanjian hutang piutang - Sumber: pexels.com/@pixabay/

Surat perjanjian hutang piutang adalah dokumen tertulis yang digunakan untuk mencatat kesepakatan antara dua pihak. Pihak pemberi hutang (yang meminjamkan) dan penerima hutang (yang menerima pinjaman).

Berdasarkan materi pada buku 120 Contoh Kumpulan Surat Perjanjian, Farid dan Danang, 2013, inilah salah satu contoh surat perjanjian hutang piutang. Contoh yang dibuat dengan singkat dan sederhana.

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

1 September 2023

Kepada,

Koperasi Abadi Jaya

Jl. Sukomanunggal 15, Surabaya

Perihal: Surat Perjanjian Hutang Piutang

Dengan ini, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Antono Lubis atas nama CV. Bahagia Sejahtera

Jl. Semangat no 17, Surabaya

Dalam hal ini disebut sebagai Penerima Hutang.

2. Budiman Jaya atas nama Koperasi Abadi Jaya

Jl. Sukomanunggal 15, Surabaya

Dalam hal ini disebut sebagai Pemberi Hutang.

Penerima Hutang dan Pemberi Hutang sepakat untuk membuat perjanjian ini sebagai catatan tertulis mengenai jumlah hutang piutang yang terjadi antara keduanya. Rincian hutang piutang adalah sebagai berikut:

Jumlah Hutang Piutang: Rp15.000.000 (Lima belas juta rupiah)

Tanggal Pemberian Hutang: 1 September 2023

Jangka Waktu Pelunasan: 30 Desember 2023

Pemberi Hutang menjamin bahwa jumlah tersebut akan dibayar kepada Penerima Hutang dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Pembayaran akan dilakukan dengan cara transfer Bank ke Rekening Bank Penerima Hutang dengan nomor: 12300000.

Apabila Pemberi Hutang gagal untuk melunasi hutang sesuai dengan perjanjian ini, maka Pemberi Hutang akan bertanggung jawab atas biaya keterlambatan dan denda yang mungkin timbul.

Surat perjanjian ini mengikat kedua belah pihak, dan tidak dapat diubah kecuali melalui perjanjian tertulis antara kedua belah pihak.

Perjanjian ini diatur oleh dan tunduk pada hukum yang berlaku di Indonesia. Setiap sengketa yang timbul sebagai akibat dari perjanjian ini akan diselesaikan melalui negosiasi antara kedua belah pihak.

Dengan tanda tangan di bawah ini, kedua belah pihak menyatakan persetujuan atas isi perjanjian ini.

Tertanda,

[Penerima Hutang]

[Pemberi Hutang]

Baca Juga: Contoh Surat Perjanjian Kerjasama dan Cara Membuatnya

Penggunaan contoh surat perjanjian hutang piutang sangatlah penting. Pembuatan surat juga bisa menunjukkan tingkat profesionalisme dan kepercayaan antara pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi bisnis tersebut. (DNR)