Konten dari Pengguna

Contoh Teks Khutbah Jumat Bulan Dzulhijjah Setelah Idul Adha

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. Khutbah Jumat bulan Dzulhijjah setelah Idul Adha. Sumber: Pexels / Rayn L
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Khutbah Jumat bulan Dzulhijjah setelah Idul Adha. Sumber: Pexels / Rayn L

Khotbah Salat Jumat pada tanggal 6 Juni 2025 akan terasa spesial karena bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah. Hal tersebut menjadikan banyak yang mencari contoh teks khutbah Jumat bulan Dzulhijjah setelah Idul Adha sebagai bentuk referensi ketika hendak membuat teks khotbah.

Khutbah salat Jumat setelah Hari Raya Iduladha sering kali membahas mengenai hari tasyrik bulan Dzulhijjah. Hal ini bukan sekedar penyampaian informasi saja, tetapi digunakan sebagai bentuk pengingat untuk senantiasa sesuai dengan ajaran yang telah tertuang di Al-Qur’an.

Khutbah Jumat Bulan Dzulhijjah Setelah Idul Adha Sebagai Referensi dalam Membuat Teks Khutbah

Ilustrasi. Khutbah Jumat bulan Dzulhijjah setelah Idul Adha. Sumber: Pexels / Chattrapal (Shitij) Singh

Dikutip dari Buku Panduan Khutbah Jum’at Untuk Pemula, Irfan Maulana, (hal 7), khutbah merupakan perkataan yang mencakup pujian kepada Allah, Selawat kepada Rasulullah Shallaallahu ‘alaihi wa sallam, doa untuk kaum muslimin serta pelajaran dan peringatan bagi mereka.

Khutbah Jumat merupakan salah satu rangkaian dalam salat Jumat yang tidak boleh ditinggalkan oleh jemaah salat Jumat. Mendengarkan khotbah menjadi bentuk kesempurnaan dari salat Jumat. Khutbah salat Jumat 6 Juni 2025 akan terasa spesial karena bertepatan dengan Hari Raya Iduladha.

Hal tersebut menjadikan banyak yang mencari contoh teks khutbah Jumat bulan Dzulhijjah setelah Idul Adha untuk dijadikan referensi ketika hendak membuat teks khotbah. Berikut ini contoh teks khotbah yang bisa dijadikan contoh.

Khutbah 1

الحَمْدُ للهِ الّذِي خَلَقَ الخَلْقَ لِعِبَادَتِهِ، وَأَمْرُهُمْ بِتَوْحِيْدِهِ وَطَاعَتِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَكْمَلُ الخَلْقِ عُبُودِيَّةً للهِ، وَأَعْظَمَهُمْ طَاعَةً لَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ.

أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Jemaah, salat Jumat yang selalu dirahmati oleh Allah Swt.

Pada hari ini, semua umat muslim di seluruh dunia tengah merayakan Hari Raya Iduladha. Selain itu, perayaan Iduladha kali ini cukup spesial karena bertepatan dengan hari Jumat yang tentunya banyak keberkahan yang diberikan oleh Allah Swt kepada umatnya.

Selawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. Semoga pada kita senantiasa menjadi pengikutnya dan diberikan perlindungan hingga akhir zaman.

Pada kesempatan kali ini, khatib akan menyampaikan sedikit informasi mengenai hari tasyrik terutama keutamaan yang bisa didapatkan. Hari tasyrik merupakan hari pertama setelah Iduladha hingga dua hari berikutnya. Terdapat keutamaan yang bisa didapatkan pada hari tasyrik sebagai berikut:

1. Hari berzikir dan bertakbir

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an:

وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ

Artinya: “Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Yaitu hari-hari Tasyrik (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah). (QS Al Baqoroh 203).

2. Hari dikabulkannya doa

Doa yang dianjurkan di hari Tasyrik, yaitu membaca Do’a sapu jagad. Allah Swt berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ, وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu.

3. Hari bersenang-senang untuk menyantap makanan

Nabi Muhamad saw mengatakan bahwa Iduladha dan hari Tasyrik adalah hari kaum muslimin untuk menikmati makanan.

4. Hari Iduladha dan hari tasyrik: hari yang paling mulia

Hari tasyrik disebut sebagai yaumul qoor karena pada hari ini, orang yang berhaji berdiam di Mina. Pada hari ini semua orang akan berkumpul dan berdiam diri dimina hingga dua hari berikutnya.

Khutbah 2

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ

Demikian contoh teks khutbah Jumat bulan Dzulhijjah setelah Idul Adha yang bisa dijadikan referensi ketika hendak membuat teks khotbah Jumat. Semoga dapat menjadi referensi dan dapat bermanfaat. (RFL)

Baca juga: Contoh Khutbah Jumat Syawal Peningkatan Amal yang Menginspirasi