Konten dari Pengguna

Dalam Diskusi Tim, Bagaimana Pendekatan Anda Mencegah Konflik Lebih Lanjut?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dalam diskusi tim, Anda melihat ada rekan yang merasa tersingkir. Bagaimana pendekatan Anda untuk mencegah konflik lebih lanjut?. Sumber: Pexels/Yan Krukau
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dalam diskusi tim, Anda melihat ada rekan yang merasa tersingkir. Bagaimana pendekatan Anda untuk mencegah konflik lebih lanjut?. Sumber: Pexels/Yan Krukau

Cara sederhana untuk mengetahui bagaimana seseorang mengelola kepemimpinan dan konflik bisa lewat pertanyaan. Seperti pertanyaan dalam diskusi tim, Anda melihat ada rekan yang merasa tersingkir. Bagaimana pendekatan Anda untuk mencegah konflik lebih lanjut?

Pertanyaan tersebut mendorong seseorang untuk merenungkan sikap dan nilai-nilai interpersonalnya, seperti empati, kepekaan sosial, dan keterampilan komunikasi. Pemikiran kritis dan pendekatan yang solutif terhadap potensi konflik sangatlah penting.

Dalam Diskusi Tim, Anda Melihat Ada Rekan yang Merasa Tersingkir. Bagaimana Pendekatan Anda untuk Mencegah Konflik Lebih Lanjut? Ini Jawabannya

Ilustrasi dalam diskusi tim, Anda melihat ada rekan yang merasa tersingkir. Bagaimana pendekatan Anda untuk mencegah konflik lebih lanjut?. Sumber: Pexels/Yan Krukau

Dikutip dalam buku Manajemen Sumberdaya Manusia Lanjutan oleh Dr. Andi Syahrum, SE., M.Si. Prof., dan Dr. Agussalim M., SE., MS., MCE., (2020:193), konflik adalah segala macam interaksi pertentangan antara dua pihak atau lebih. Konflik biasanya timbul sebagai hasil adanya masalah-masalah komunikasi hubungan pribadi atau struktur organisasi.

Konflik bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Ini karena pada dasarnya konflik adalah bagian dari kehidupan sosial yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, kemampuan untuk mengelola konflik (manajemen konflik) sangat penting untuk dimiliki setiap orang.

Jika mendapatkan pertanyaan, dalam diskusi tim, Anda melihat ada rekan yang merasa tersingkir. Bagaimana pendekatan Anda untuk mencegah konflik lebih lanjut? Dalam sebuah wawancara melamar pekerjaan, tidak perlu kaget.

Karena melalui pertanyaan tersebut, rekruiter ingin melihat seberapa baik tingkat manajemen konflik sang pelamar. Berikut ini tersaji referensi jawaban berupa langkah-langkah konkret yang bisa diambil untuk mencegah konflik lebih lanjut.

1. Menciptakan Ruang Aman untuk Berkomunikasi

Mengajak rekan kerja yang merasa tersingkir untuk berbicara secara pribadi bisa menjadi langkah pertama. Dengarkan dengan penuh perhatian apa yang dirinya rasakan dan apa yang menjadi penyebabnya serta hindari sikap menyalahkan.

2. Mengidentifikasi Akar Masalah

Bantu rekan kerja untuk mengungkapkan akar masalah yang dirasakan dengan mengajukan beberpa pertanyaan. Seperti, apakah ada ketidakjelasan peran, tugas, atau ekspektasi? apakah ada perbedaan pendapat yang tidak terselesaikan? dan lain sebagainya.

3. Memfasilitasi Diskusi Konstruktif

Setelah mengetahui akar permasalahannya, ajak semua anggota tim berkumpul dan berdiskusi. Gunakan bahasa yang sopan dan hindari sikap saling menyalahkan.

Dalam tahap ini pastikan setiap orang memiliki kesempatan berbicara dan didengarkan. Fokus pada solusi yang menguntungkan semua pihak menjadi kunci keberhasilan langkah ini.

4. Menindak Lanjuti dan Mengevaluasi

Setelah solusi ditemukan, selanjutnya melakukan tindak lanjut untuk memastikan apakah solusi telah efektif. Tidak lupa evaluasi berkala guna melihat apakah ada masalah baru yang muncul juga wajib dilakukan. Jadikan pengalaman ini pembelajaran di masa depan.

Itulah pendekatan yang bisa diberikan untuk menyelesaikan pertanyaan dalam diskusi tim, Anda melihat ada rekan yang merasa tersingkir. Bagaimana pendekatan Anda untuk mencegah konflik lebih lanjut?. Semoga membantu. (MRZ)

Baca juga: Gaya Manajemen Konflik Paling Sehat untuk Hubungan Jangka Panjang Thomas-Killman