Gaya Manajemen Konflik Paling Sehat untuk Hubungan Jangka Panjang Thomas-Killman

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gaya manajemen konflik yang paling sehat untuk hubungan jangka panjang menurut Thomas-Kilmann adalah apa? Ini adalah pertanyaan yang mungkin muncul saat membahas cara menjaga hubungan tetap harmonis, baik dalam persahabatan, kerja, maupun rumah tangga.
Konflik adalah bagian alami dari interaksi manusia. Akan tetapi cara masing-masing orang menghadapinya bisa menentukan apakah hubungan tersebut akan tumbuh atau justru retak.
Gaya Manajemen Konflik yang Paling Sehat untuk Hubungan Jangka Panjang menurut Thomas-Kilmann adalah Kolaborasi
Dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, sekolah, organisasi, maupun dalam hubungan personal, konflik adalah sesuatu yang wajar dan tidak bisa dihindari. Tapi, yang membedakan hasil dari konflik bukanlah ada atau tidaknya konflik itu sendiri, melainkan bagaimana cara seseorang mengelolanya.
Salah satu model paling dikenal dalam manajemen konflik adalah Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument (TKI). Ini adalah model yang dikembangkan oleh Kenneth W. Thomas dan Ralph H. Kilmann.
Berdasarkan buku Mastering the Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument, Ralph H Kilmann, (2023), model ini memperkenalkan lima gaya manajemen konflik yang umum digunakan dalam menghadapi perbedaan atau pertentangan kepentingan. Gaya-gaya manajemen konflik tersebut adalah:
Competing (Bersaing)
Collaborating (Berkolaborasi)
Compromising (Berkompromi)
Avoiding (Menghindar), dan
Accommodating (Mengakomodasi)
Dari lima hal tersebut, gaya manajemen konflik yang paling sehat untuk hubungan jangka panjang menurut Thomas-Kilmann adalah kolaborasi. Gaya kolaborasi adalah pendekatan manajemen konflik yang mengutamakan kerja sama dan keberanian secara seimbang.
Artinya, seseorang tidak hanya memperjuangkan kepentingan pribadinya (assertiveness), tapi juga sangat mempertimbangkan dan menghargai kebutuhan serta kepentingan pihak lain (cooperativeness).
Tujuan utama dari gaya ini adalah mencari solusi “win-win”. Saat kedua pihak merasa didengar, dihargai, dan sama-sama mendapatkan hasil yang memuaskan.
Gaya kolaborasi juga mengharuskan semua pihak berbicara dengan jujur tentang kebutuhan, kekhawatiran, dan harapan mereka, tanpa rasa takut akan diabaikan atau diserang. Inilah yang dapat menciptakan ruang yang aman untuk komunikasi dua arah.
Berbeda dengan gaya kompromi atau menghindar yang kadang hanya menyapu masalah ke bawah permukaan, kolaborasi menyelesaikan konflik secara tuntas. Metode inilah yang dapat membantu mencegah konflik yang sama muncul kembali di masa depan.
Kesimpulannya, gaya manajemen konflik yang paling sehat untuk hubungan jangka panjang menurut Thomas-Kilmann adalah kolaborasi. Dalam kolaborasi, semua pihak merasa diakui dan dihargai. Ini sangat penting dalam hubungan karena menumbuhkan rasa setara dan keterlibatan emosional yang sehat. (DNR)
Baca Juga: Pengertian Manajemen Konflik dan Fungsinya
