Dampak dari Penyakit Menular Seksual, Penyebab dan Pencegahannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dampak dari penyakit menular seksual atau PMS sangat memprihatinkan, baik bagi penderita maupun bagi orang-orang di sekitarnya. Penyebabnya beragam, ada yang karena hidup ugal-ugalan, ada pula karena paksaan.
Namun, edukasi tentang PMS harus terus dilakukan. Paling tidak jumlah orang yang hidup sembrono bisa ditekan. Pemerintah menaruh perhatian secara khusus terhadap PMS melalui Dinas Kesehatan.
Dampak dari Penyakit Menular Seksual
Dikutip dari Epidemologi Infeksi Penyakit Menular Seksual, Solehudin dan Kawan-kawan (2023:3), penyakit menular seksual adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual melalui vagina, mulut atau anus, terutama disebabkan oleh bakteri, virus, atau protozoa.
Dampak dari penyakit menular seksual atau PMS ini sangat banyak, baik bagi kesehatan penderita maupun kehidupan sosialnya. Berikut adalah dampak-dampak tersebut.
Menyebabkan gangguan infertilitas dan gangguan kehamilan.
Menyebabkan penyakit radang panggul atau PID (Pelvic Inflammatory Disease).
Meningkatkan risiko terkena penyakit kanker serviks, vulva, penis, anus dan tenggorokan.
Meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan vaskular, terutama bagi penderita penyakit sifilis.
Menyebabkan PMS lainnya seperti HIV dan AIDS.
Penyebab Penyakit Menular Seksual
Ada beberapa kemungkinan sehingga seseorang mengidap PMS, antara lain:
Berhubungan seks dengan cara yang tidak aman.
Terlibat dalam hubungan intim dengan banyak orang secara tidak resmi. Dalam hal ini, risiko PMS meningkat dan mengancam pasangan resmi orang tersebut.
Memiliki riwayat PMS sebelumnya.
Mengalami pemaksaan dalam hubungan seksual, baik karena intimidasi, penyerangan maupun pemerkosaan.
Berperilaku tidak terkontrol akibat narkobat atau alkohol.
Berbagi jarum suntik.
Kontak darah atau cairan tubuh.
Pencegahan Penyakit Menular Seksual
Edukasi pencegahan gencar dilakukan agar tidak telanjur menjadi penderita PMS. Beberapa tindakan pencegahan yang dilakukan, antara lain:
Pencegahan primer.
Meliputi program perubahan perilaku, intervensi struktural dan teknologi pencegahan.
Pencegahan sekunder.
Tindakan yang bisa dilakukan adalah:
Mendorong penderita PMS untuk mencari pengobatan.
Menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses dan diterima masyarakat.
Menyediakan layanan untuk individu simtomatik dan asimtomatik untuk penderita dan pasangannya.
Memberikan konseling tentang penyakit infeksi menular seksual atau IMS.
Baca juga: 4 Nama Penyakit pada Kulit dan Cara Mengatasinya
Itulah dampak dari penyakit menular seksual, penyebab dan pencegahannya untuk menambah pengetahuan tentang bahayanya penyakit tersebut. Gaya hidup yang baik merupakan pertanggungjawaban terhadap diri sendiri dan keluarga. (lus)
