Konten dari Pengguna

Dampak Sesar Semangko terhadap Pulau Sumatra

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dampak Sesar Semangko. Sumber: unsplash.com/ArijaluKawwamunaalannisa.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak Sesar Semangko. Sumber: unsplash.com/ArijaluKawwamunaalannisa.

Dampak Sesar Semangko atau Great Sumatran Fault terhadap Pulau Sumatra menjadi perhatian banyak pihak karena membentang dari ujung selatan hingga ujung utara Sumatra. Sesar ini dimulai dari Teluk Semangka hingga tepat di bawah kota Banda Aceh.

Istilah sesar selalu ramai dibahas setiap terjadi gempa. Aktivitas sesar memang merupakan salah satu penyebab terjadinya gempa-gempa besar di Indonesia.

Dampak Sesar Semangko

Ilustrasi dampak Sesar Semangko. Sumber: pexels.com/HelgaChristina.

Alam selalu memberikan dua sisi yang berbeda termasuk sesar. Di satu sisi sesar dengan cakupan yang luas sering diibaratkan sebagai monster yang sedang tidur. Tapi di sisi lain, sesar meninggalkan jejak pesona alam yang bisa dinikmati masyarakat.

Sesar Semangko, yang merupakan sesar mendatar, adalah salah satu contoh terbaik dari fenomena tersebut. Ada banyak dampak Sesar Semangko yang sudah dibahas para ahli, baik dari BMKG, perguruan tinggi hingga pelaku wisata.

Berikut sebagian dampak Sesar Semangko terhadap Pulau Sumatra:

  1. Terjadinya beberapa kali gempa besar dan banyak sekali gempa kecil. Gempa besar yang tercatat adalah gempa Pajang Panjang tahun 1926 dan gempa Lampung tahun 1933 sebesar 7,6 Mw (Magnitudo Momen).

    Sedangkan yang belum lama terjadi adalah gempa di Pasaman Barat pada tahun 2022 sebesar 6,2 Mw.

  2. Terjadinya patahan tanah turun (graben atau slenk), yaitu dataran yang lebih rendah karena dataran di sekelilingnya patah. Peristiwa alam ini tampak jelas terlihat dari dinding-dinding tebing yang curam di Ngarai Sianok dan Lembah Anai.

  3. Berkembangnya wisata alam dengan pemandangan pegunungan, lembah, air terjun dan hutan. Contohnya wisata Ngarai Sianok yang memicu perkembangan wisata lain di Kota Bukittinggi sehingga menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Malaysia.

  4. Terbentuknya Pegunungan Bukit Barisan di sisi barat Pulau Sumatra, yang juga membentang dari selatan ke utara sepanjang 1.650 km. Rangkaian gunung terdiri dari 40 gunung, dimulai dari Gunung Tanggamus di Lampung hingga Gunung Bandahara di Aceh.

  5. Dikutip dari Gempa Bumi, Ruyani (2023:25), aktivitas Sesar Semangko mengakibatkan munculnya sesar-sesar minor.

    Contohnya Sesar Tarahan di Provinsi Lampung yang aktif mengakibatkan banyak gempa kecil, terutama di daerah Pesawaran.

Baca juga: 10 Pengaruh Lipatan dan Patahan bagi Manusia dan Flora Fauna

Itulah dampak Sesar Semangko terhadap Pulau Sumatra. Menyadari dampak positif dan negatif yang dapat ditimbulkan oleh suatu peristiwaa alam merupakan salah satu cara untuk hidup berdampingan dengan sebuah sesar. (lus)