Konten dari Pengguna

Di Mana Permulaan Tradisi Olimpiade? Ini Sejarahnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi di mana permulaan tradisi Olimpiade. Sumber: Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi di mana permulaan tradisi Olimpiade. Sumber: Pexels/Pixabay

Sejak awal kemunculannya hingga era modern saat ini, Olimpiade telah menjadi simbol persatuan antar negara, serta wujud sportivitas dan semangat juang para peserta. Lantas, di mana permulaan tradisi Olimpiade?

Perjalanan panjang Olimpiade yang penuh sejarah tidak hanya tentang pertandingan olahraganya atletik yang kala itu menjadi satu-satunya cabor yang dipertandingkan. Tetapi sejarah Olimpiade juga mencerminkan warisan budaya yang ada sejak ribuan tahun silam.

Di Mana Permulaan Tradisi Olimpiade? Ini Sejarah Singkatnya

Ilustrasi di mana permulaan tradisi Olimpiade. Sumber: Pexels/Jeff Stapleton

Olimpiade menjadi ajang olahraga internasional terbesar di dunia. Ajang ini mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara untuk berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga.

Lantas, di mana permulaan tradisi Olimpiade?

Dikutip dalam buku Sejarah Peradaban Kuno dari Zaman Prasejarah sampai Penaklukan Romawi oleh Muammar Iqbal Ma’rief (2023:17-18), asal-usul sejarah Olimpiade didirikan berdasarkan legenda Yunani yang mengatakan bahwa Herakles (Hercules) adalah pendiri Olimpiade sebagai tanda peringatan kemenangannya atas Namean Lion.

Olimpiade pertama diyakini diadakan pada tahun 776 SM, di Olympia, sebuah situs suci yang terletak di Peloponnesos, Yunani. Sejak saat itu, tahun 776 SM dihitung sebagai titik awal kalender Olimpiade.

Periode Olimpiade berlangsung selama lima hari, termasuk ritual keagamaan, pertanidngan olahraga, dan perayaan budaya. Pertandingan tersebut awalnya terdiri dari satu jenis pertandingan yaitu lari (atletik) stadion dengan jarak sekitar 192 meter.

Seiring berjalannya waktu, jumlah cabang olahraga bertambah termasuk lari panjang, tinju, gulat, lompat jauh, lempar lembing, dan balap kereta kuda. Hanya pria keturunan Yunani yang diizinkan berpartisipasi dalam Olimpiade ini.

Atlet yang berkompetisi harus menjalani latihan intensif selama beberapa bulan sebelum acara. Atlet yang berpartisipasi harus bersumpah untuk mematuhi peraturan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Olimpiade.

Para pemenang Olimpiade diberi penghargaan berupa perhiasan, piala, dan mahkota dari daun zaitun, yang dianggap sebagai penghargaan yang sangat prestisius. Pemenang juga mendapatkan ketenaran dan dianggap sebagai pahlawan dalam masyarakatnya.

Nilai dan makna Olimpiade memiliki makna religious dan sosial yang penting. Festival ini diadakan sebagai penghormatan kepada Zeus, dewa tertinggi dalam mitologi Yunani. Olimpiade menjadi simbol persatuan di antara berbagai kota-negara Yunani.

Olimpiade tersebut berlangsung selama hampir 12 abad hingga akhirnya dihentikan oleh Kaisar Romawi Theodosius I pada 393 M. Sejak saat itu, Olimpiade pun menghilang dari sejarah untuk waktu yang lama.

Olimpiade kembali muncul pada akhir abad ke-19 yang dipelopori oleh Pierre de Coubertin, seorang bangsawan Prancis. Olimpiade ini disebut dengan Olimpiade modern yang berhasil digelar pertama kali di Athena pada tahun 1896 dan terus berkembang hingga saat ini.

Kesimpulannya di mana permulaan tradisi Olimpiade yaitu dimulai dari Olympia, Yunani, untuk menghormati Dewa Zeus. Olimpiade tersebut pernah berhenti dan berlanjut menjadi Olimpiade modern yang hingga saat ini terus berkembang. (MRZ)

Baca juga: Pengertian dan Sejarah Atletik Singkat di Dunia dan Indonesia