Discovery Learning: Pengertian serta Kelebihan dan Kekurangannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Discovery learning adalah model pembelajaran yang melibatkan seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis. Model ini akan membuat siswa mencari cara tersendiri dalam memahami ilmu pengetahuan.
Sebagai salah satu sistem dari model pembelajaran, discovery learning memiliki tujun untuk mengarahkan siswa dalam menemukan pengetahuan yang ingin disampaikan saat pembelajaran secara mandiri.
Pengertian Discovery Learning
Pengertian discovery learning adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, dan menyelidiki sendiri. Sehingga hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan.
Sistem pembelajaran discovery learning tidak berpusat pada guru namun lebih cenderung berpusat pada siswa. Sehingga model pembelajaran ini menempatkan siswa sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran discovery learning lebih mengutamakan pada proses dari pada hasil belajar yang dilakukan siswa. Dari model pembelajaran ini siswa akan memahami dengan sistematis, kritis, dan logis dalam menemukan ilmu pengetahuan yang telah dicarinya secara mandiri.
Kelebihan dan Kekurangan Discovery Learning
Model pembelajaran discovery learning atau pembelajaran penemuan memiliki kelebihan dan kekurangan. Dikutip dalam buku Discovery Learning Solusi Jitu Ketuntasan Belajar oleh Sartunut (2022:8-10) adapun kelebihan dan kekurangannya sebagai berikut.
1. Kelebihan
Membantu siswa untuk memperbaiki dan meingkatkan keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif.
Pengetahuan yang diperoleh melalui model ini sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan, dan transfer.
Menimbulkan rasa senang pada siswa, karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil.
Model ini memungkinkan siswa berkembang dengan cepat dan sesuai dengan kecepatannya sendiri.
Membantu siswa memperkuat konsep dirinya, karena memperoleh kepercayaan bekerja sama dengan yang lainnya.
Membantu siswa menghilangkan skeptisme (keraguan).
Siswa akan mengerti konsep dasar dan ide-ide lebih baik.
Membantu dan mengembangkan ingatan dan transfer kepada situasi proses belajar yang baru.
Mendorong siswa berpikir dan bekerja atas inisiatif sendiri.
Mendorong siswa berpikir intuisi dan merumuskan hipotesis sendiri.
Memberikan keputusan yang bersifat intrinsik.
Situasi proses belajar menjadi lebih terangsang.
Kemungkinan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar.
Dapat mengembangkan siswa belajar mengembangkan bakat dan kecakapan individu.
2. Kekurangan
Bagi siswa yang memiliki kemampuan kognitif yang rendah akan mengalami kesulitan dalam berpikir abstrak, sehingga pada gilirannya akan menimbulkan frustasi.
Model ini tidak cukup efisien untuk digunakan dalam mengajar pada jumlah siswa yang banyak. Hal ini karena waktu yang dibutuhkan cukup lama untuk kegiatan menemukan pemecahan masalah.
Harapan dalam model ini dapat terganggu apabila siswa dan guru telah terbiasa dengan cara lama.
Model pengajaran discovery ini akan lebih cocok dalam mengembangkan pemahaman, namun aspek lainnya kurang mendapat perhatian.
Kesimpulannya, discovery learning adalah model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa. Dengan aktor utama adalah siswa, guru berperan mengarahkan kegiatan pembelajaran agar sesuai dengan tujuan. (MRZ)
Baca juga: Jenis Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Proses Belajar di Sekolah
