Fungsi Bunsen, Prinsip Kerja dan Cara Penggunaannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam uji coba laboratorium, fungsi bunsen yang utama adalah sebagai alat sterilisasi pada alat-alat isolasi. Bungsen atau dikenal sebagai lampu spiritus merupakan alat laboratorium yang menghasilkan nyala api gas tunggal yang terbuka.
Dalam laboratorium kimia maupun mikrobiologi, proses pemanasan ataupun pembakaran sebagai rangkaian suatu analisa menjadi hal yang lumrah dilakukan.
Contoh proses pemanasan tersebut misalnya mendidihkan pelarut, mereaksinya senyawa yang memerlukan temperatur tertentu, untuk proses sterilisasi, sampai dengan proses destilasi. Selain itu, bunsen juga digunakan untuk membentuk area steril saat proses isolasi maupun inokulasi.
Fungsi Bunsen dan Prinsip Kerja di Laboratorium
Dikutip dari buku "Panduan Lengkap Jamur" oleh Dr. Ir. Achmad, M.S. , Mugiono, S.P. , Tias Arlianti, S.P. , Chotimatul Azmi, S.P. (2011, hal. 60), berikut ini adalah ulasan selengkapnya mengenai fungsi bunsen, prinsip kerjanya, dan cara penggunannya.
1. Fungsi Bunsen
Untuk mensterilkan bibir tabung reaksi.
Membentuk area steril saat proses isolasi maupun inokulasi.
Digunakan untuk sterilisasi jarum ose pada saat kultivasi mikrobia.
Mematikan sopra atau bakteri.
2. Prinsip Kerja Bunsen
Biasanya, bunsen dilengkapi dengan konektor yang terhubung dengan selang karet untuk pasokan gas dari nosel gas di meja laboratorium.
Prinsip kerja bunsen, yaitu menggunakan api yang menyala untuk membakar jarum ose serta bagian mulut alat-alat gelas agar tidak terkontaminasi spora atau bakteri saat dilakukan pemindahan atau penanaman mikrobia.
Prinsip kerja pemanas bunsen tergantung pada kemampuan alat tersebut untuk mencampur gas/bahan bakar lainnya dengan oksigen, sebelum campuran tersebut dinyalakan.
Katup di bagian bawah dapat disesuaikan untuk menentukan jumlah oksigen yang masuk ke dalam campuran. Saat katup tertutup, sangat sedikit oksigen yang masuk akan menghasilkan nyala api bersuhu rendah dan berwarna kuning berasap. Jika katup terbuka penuh akan menghasilkan nyala api yang panas dengan wujud api hampir tidak berwarna.
Cara Penggunaan Bunsen
Berikut adalah tata cara menggunakan bunsen.
Gunakan standar keamanan, kenakan alat pelindung diri (APD), jauhkan bahan-bahan yang bersifat flamable atau mudah terbakar.
Letakkan bunsen di sebuah tatakan yang tahan api dan jangan lupa periksa terlebih dulu selang yang akan digunakan. Jangan sampai ada kebocoran dan posisikan kran tersebut dalam keadaan tertutup yaitu membentuk huruf L.
Pastikan katup udaranya dalam keadaan tertutup dengan cara memutar coral sampai tidak bisa dibuka sehingga belum ada udara yang masuk.
Nyalakan korek kemudian nyalakan gas melalui katup dan bunsen pun menyala.
Saat menyalakan api jangan meletakkan tangan di atas barel karena akan rentan terkena api, sebaiknya letakkan tangan sedikit di bawah barel.
Jangan meninggalkan bunsen dalama kondisi menyala.
Matikan bunsen dengan dengan cara menutup bagian coral terlebih dahulu.
Tutup kran utama dan pastikan apinya sudah mati.
Baca juga: 5 Fungsi Gelas Kimia dalam Laboratorium
Setelah mengetahui fungsi bunsen sebagai alat sterilisasi, prinsip kerja, dan cara penggunaannya dalam uji coba mikrobiologi. (SR)
