Konten dari Pengguna

Fungsi Cawan Penguap dan Penggunaannya di Laboratorium

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi cawan penguap. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi cawan penguap. Sumber: www.unsplash.com

Ada salah satu peralatan laboratorium yang dinamakan cawan penguat. Umumnya, cawan penguap terbuat dari bahan porselen yang sangat tebal. Tentu saja benda ini memiliki fungsi dalam kegiatan praktikum di laboratorium.

Menurut buku Pengenalan Alat-Alat Praktikum IPA, Rasmini, Haslinda, Muhammad Arsyad (2021:21), cawan penguap (bahasa Inggris: evaporating dish) adalah salah satu instrumen peralatan laboratorium yang digunakan sebagai wadah pada praktik penelitian tertentu.

Apa Fungsi Cawan Penguap dan Bagaimana Menggunakannya?

Ilustrasi fungsi cawan penguap. Sumber: www.unsplash.com

Fungsi cawan penguap yang utama dalam penelitian adalah untuk membantu melakukan pemanasan atau penguapan suatu bahan di laboratorium yang tidak mudah menguap.

Atau dengan kata lain, mereaksikan zat kimia pada suhu tinggi. Tempat mengeringkan bahan yang kemudian sekaligus tempat untuk mengabukkan bahan.

Bahan penelitian yang tidak mudah menguap contohnya adalah garam, serbuk tepung dan sejenisnya. Alat ini yaitu terbuat dari bahan porselen/keramik, maka sudah dipastikan bahwa cawan ini memiliki sifat tahan panas.

Cawan penguap memiliki bentuk yang tirus, dengan tinggi yang lebih tinggi daripada lebarnya. Hal ini memudahkan penguapan bahan-bahan kimia karena uap yang dihasilkan dapat dengan mudah keluar dari cawan.

Alat ini juga memiliki handle yang terbuat dari bahan yang tahan panas, agar mudah untuk memegang cawan saat praktikum.

Lantas, bagaimana cara menggunakan cawan penguap? Berikut ini adalah langkah untuk menggunakan cawan penguap.

  1. Siapkan cawan penguap, zat cair yang akan diuapkan, dan sumber panas. Pastikan bahwa semua alat yang digunakan bersih dan bebas dari kontaminasi.

  2. Masukkan zat cair yang akan diuapkan ke dalam cawan penguap. Pastikan jumlahnya tidak terlalu banyak agar mudah diuapkan.

  3. Letakkan cawan penguap di atas sumber panas. Bisa menggunakan bunsen burner atau tungku laboratorium.

  4. Panaskan cawan penguap dengan api yang sesuai. Jangan sampai terlalu tinggi agar tidak merusak cawan penguap atau zat cair yang diuapkan.

  5. Tunggu hingga zat cair di dalam cawan penguap teruap sempurna. Bisa dilihat dari kondisi cairan yang sudah menjadi uap atau gas.

  6. Setelah selesai, matikan sumber panas dan biarkan cawan penguap sampai dingin sebelum dikeluarkan dari sumber panas.

  7. Cawan penguap dapat dikeluarkan dan digunakan sesuai dengan keperluan. Pastikan cawan penguap sudah dingin sebelum menyentuhnya atau menyimpan zat cair yang sudah diuapkan.

Baca juga: Mengenal Fungsi Segitiga Porselen beserta Cara Penggunaannya

Cawan penguap merupakan alat yang sangat berguna bagi para ilmuwan atau pekerja laboratorium.

Selain tahan panas, cawan penguap juga memiliki sifat tahan terhadap bahan-bahan kimia agresif sehingga dapat digunakan dalam berbagai macam proses penguapan.(VAN)