Fungsi Jangka Sorong dan Cara Menggunakannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi jangka sorong sangat berguna sebagai alat ukur yang membutuhkan ketetapan maksimal. Jangka sorong memang tidak terlalu dikenal masyarakat karena digunakan oleh profesi tertentu.
Banyak yang berpikir bahwa jangka itu pasti merupakan alat untuk membuat lingkaran. Jangka sorong perlu diperkenalkan agar bisa membedakan antara jangka biasa dan jangka sorong.
Fungsi Jangka Sorong
Secara umum, fungsi jangka sorong adalah untuk mengukur benda-benda yang kecil atau yang sulit diukur menggunakan penggaris biasa. Misalnya, cincin dan pertama.
Jangka sorong dapat mengukur benda dengan panjang kurang dari 1 mm. Jangka sorong memiliki ketelitian hingga 0,1 mm, bahkan ada model tertentu yang bisa mengukur dengan ketelitian di bawah 0,1 mm.
Sedangkan secara rinci, dikutip dari IPA Fisika SMP dan MTs Jilid 1 untuk Kelas VII, Mikrajuddin Abdullah (2004:43), fungsi jangka sorong adalah:
Mengukur sisi luar suatu benda. Caranya dengan menjepit benda yanng ingin diukur menggunakan rahang jangka sorong yang besar. Contoh: diameter kawat dan tebal pelat logam.
Mengukur panjang sisi dalam suatu benda. Caranya dengan menarik benda yang akan diukur menggunakan rahang jangka sorong yang kecil. Contoh: dimeter rongga pipa dan diameter suaatu lubang.
Cara Menggunakan Jangka Sorong
Jangka sorong memiliki 1 skala, yaitu:
Skala tetap: tertera pada rahang utama jangka sorong.
Skala nonius atau vernier: tertera pada rahang yang bergerak.
Sedangkan cara menggunakan jangka sorong adalah sebagai berikut:
Ketika rahang ditutup, angka nol pada skala nonius harus berimpit dengan angka nol pada skala utama.
Geser jangka sorong untuk menjepit benda yang akan diukur. Lalu putar sekrup agar tidak bergeser. Jepitan tidak perlu terlalu kencang.
Lakukan pembacaan skala tetap yang sejajar dengan skala nonius. Jika tidak bisa tepat sejajar, gunakan angka yang lebih kecil. Contoh: skala nonius berada di angka 1,5 cm dan 1,6 cm, maka angka yang digunakan adalah 1,5 cm.
Lihat garis pada skala nonius yang tepat berhimpit dengan skala tetap. Besar pengukuran yang diperoleh adalah lima kali skala nonius. Contoh: angka yang diperoleh 0,2 mm, maka 5 x 0,2 = 1 mm.
Jumlahkan hasil pengukuran untuk mendapatkan ukuran panjang benda. Contoh: 1,5 cm + 1 mm = 1,6 cm.
Baca juga: Contoh Soal Jangka Sorong beserta Jawabannya
Itulah fungsi jangka sorong adalah sebagai alat ukur dan cara menggunakannya. Mengetahui seluk beluk alat ukur untuk benda-benda kecil ini akan memperluas wawasan. (lus)
