Fungsi Kacamata Laboratorium beserta Jenis dan Ketentuannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi kacamata laboratorium secara umum adalah untuk melindungi mata dari bahan-bahan berbahaya saat bekerja atau melakukan praktikum. Alat ini wajib untuk ada dan digunakan ketika berada di laboratorium.
Mata adalah bagian tubuh yang harus dilindungi, oleh karena itu penting mengenakan kacamata pelindung saat bekerja dengan bahan-bahan berbahaya. Alat pelindung mata dibedakan menjadi kacamata pelindung, goggles, dan face shield.
Fungsi Kacamata Laboratorium sebagai Alat Pelindung Diri
Kacamata laboratorium adalah salah satu jenis alat untuk melindungi mata dari bahan-bahan kimia berbahaya di laboratorium. Menurut buku Manajemen Laboratorium dalam Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Nur Najmi Laila, SKM., MKKK (2021: 89), fungsi kacamata laboratorium dan ketentuannya adalah sebagai berikut:
1. Fungsi Kacamata Laboratorium
Fungsi kacamata laboratorium adalah melindungi mata dari hal-hal berikut ini:
Percikan bahan korosif.
Kemasukan debu atau partikel kecil yang melayang di udara.
Lemparan benda-benda kecil.
Panas dan pancaran cahaya.
Pancaran gas atau uap kimia yang dapat menyebabkan iritasi mata.
Radiasi gelombang elektromagnetik yang mengion ataupun tidak mengion.
Benturan atau pukulan keras.
Benda tajam.
2. Ketentuan Kacamata Laboratorium
Kacamata laboratorum sebagai alat pelindung mata memiliki ketentuan sebagai berikut:
Tahan terhadap api.
Tahan terhadap lemparan atau percikan benda kecil.
Lensa tidak boleh memiliki efek radiasi.
Mampu menahan radiasi gelombang elektromagnetik pada panjang gelombang tertentu.
Jenis-jenis Kacamata atau Alat Pelindung Mata
Menurut buku Budaya Belajar Ergonomis di Pendidikan Kejuruan oleh Dr. Eddy Sutadji, M.Pd., Riana Nurmalasari, S.Pd., M.Pd., dan Annisau Nafia, S.Pd., M.Pd. (2020: 48), jenis-jenis kacamata atau alat pelindung mata/wajah adalah sebagai berikut:
1. Kacamata pelindung (Safety Glasses)
Safety glasses atau kacamata pelindung berfungsi untuk melindungi mata selama proses kerja berlangsung dari bahaya yang disebabkan oleh faktor-faktor kecelakaan kerja seperti debu, radiasi, serpihan partikel, dan lain sebagainya.
Salah satu syarat safety glasses adalah lensa tidak diperbolehkan memiliki efek prisma atau distorsi lebih dari 1/16 dioptri. Pada dasarnya kacamata harus tahan dari panjang gelombang tertentu.
2. Goggles
Goggles berfungsi melindungi mata dengan karakteristik model terpasang dekat dengan wajah dan mengelilingi area seputar mata. Goggles melindungi mata dari percikan cairan, uap, asap, kabut, serbuk partikel, debu, dan lain sebagainya.
3. Face Shield
Face shield adalah alat pelindung diri untuk wajah secara penuh. Face shield umumnya digunakan untuk melindungi wajah dari percikan bahan kimia, percikan partikel, serta pekerjaan-pekerjaan yang membahayakan wajah dan mata.
4. Wielding Helmet
Wielding helmet digunakan untuk melindungi mata dan wajah secara menyeluruh dari percikan api dan sinar radiasi yang membahayakan mata.
Alat pelindung ini digunakan pada proses pekerjaan pengelasan untuk melindungi wajah dan mata dari sinar UV, panas, dan tubrukan partikel.
Fungsi kacamata laboratorium adalah untuk melindungi mata dari hal-hal yang membahayakan mata di laboratorium. Selain kacamata, ada berbagai jenis alat pelindung wajah dan mata saat melakukan proses pekerjaan yang melibatkan bahan-bahan berbahaya. (IND)
Baca juga: Fungsi Statif dan Cara Kerjanya dalam Laboratorium
