Konten dari Pengguna

Fungsi Labu Ukur, Pengertian, dan Cara Menggunakannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi labu ukur. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi labu ukur. Sumber: www.unsplash.com

Dalam laboratorium, biasanya terdapat berbagai jenis peralatan dan instrumen khusus seperti mikroskop, spektrofotometer, oven, inkubator, dan sebagainya. Semua peralatan itu memiliki fungsi masing-masing termasuk salah satunya fungsi labu ukur.

Secara umum, labu ukur adalah alat yang sangat penting dalam laboratorium untuk mengukur volume dengan ketepatan yang tinggi, dan memiliki peran yang krusial dalam banyak percobaan dan analisis ilmiah.

Apa Fungsi Labu Ukur?

Ilustrasi fungsi labu ukur. Sumber: www.unsplash.com

Menurut buku Intisari Kimia Farmasi, karya Donald Cairns (2009:124), labu ukur ini berbentuk seperti buah pir, dengan leher kurus yang panjang , sehingga dapat memudahkan operator dalam melakukan secara akurat pengenceran dengan pelarut sampai tanda batas.

Labu ukur biasanya terbuat dari kaca dan memiliki tanda skala yang terukir pada sisinya, yang memungkinkan pengguna untuk membaca volume dengan presisi tertentu.

Lantas, apa fungsi labu ukur? Sesuai dengan namanya, labu ukur berfungsi untuk mengukur volume suatu larutan dengan menggunakan konsentrasi tertentu.

Pemilihan labu ukur merupakan hal yang paling tepat karena akan mempermudah peneliti membuat larutan atau melakukan pengenceran dari larutan yang digunakan.

Labu ukur juga sering digunakan untuk preparasi sampel larutan standar. Alat ini bisa di kalibrasi pada suhu tertentu (biasanya 20 °C), yang di tunjukkan pada labelnya dan digunakan dalam berbagai bidang ilmiah, terutama di laboratorium kimia, biologi, dan farmasi.

Kapasitas yang dimiliki labu ukur bervariasi, mulai dari beberapa mililiter hingga beberapa liter. Ukuran labu ukur bervariasi seperti 10 mL, 25 mL, 50 mL, 100 mL, 250 mL, 500 mL, dan 1000 mL.

Baca juga: 4 Fungsi Corong Gelas di Laboratorium

Cara Menggunakan Labu Ukur

Ilustrasi fungsi labu ukur. Sumber: www.unsplash.com

Penggunaan labu ukur ini sangatlah mudah, tetapi harus diperhatikan dalam menggunakannya adalah ketelitian dan perhitungan volume yang benar ketika ingin melakukan pengenceran larutan pada konsentrasi tertentu.

Seperti apa cara menggunakan labu ukur di laboratorium?

  1. Labu ukur yang digunakan harus dalam kondisi sudah steril dan bebas partikel.

  2. Menyiapkan larutan yang akan diencerkan ke dalam labu ukur.

  3. Pipet larutan awal sesuai dengan volume yang sudah dihitung dan masukkan ke dalam labu ukur. Pastikan volume larutan awal yang dimasukkan tidak akan terisi penuh dalam labu ukur.

  4. Ada cairan pelarut yang ditambahkan hingga mendekati tanda garis pada labu ukur. Disarankan untuk tidak menambahkan pelarut hingga tanda garis karena untuk menghindari terjadinya kelebihan volume.

  5. Ketika larutan sudah mendekati garis tanda, bisa ditambahkan larutan lagi menggunakan pipet tetes secara perlahan hingga larutan sesuai dan pas berada di garis tanda.

  6. Tahap akhir, larutan dikocok dengan cara membalikkan labu ke atas dan kebawah agar tercampur secara menyeluruh.

Labu ukur juga dilengkapi dengan penutup atau tutup untuk mencegah kontaminasi dan mengurangi penguapan cairan.

Cara penempatan juga harus ditempatkan di permukaan yang datar dan sejajar dengan mata pengamat untuk menghindari kesalahan pengukuran yang disebabkan oleh sudut pandang yang salah.

Jika saat ini sedang memerlukan labu ukur, silakan dicermati cara penggunaannya di sini. Semoga informasi tentang fungsi labu ukur ini bermanfaat, ya.(VAN)