Fungsi Pokok Suaka Alam, Ciri-ciri, dan Contohnya di Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi pokok suaka alam penting untuk diketahui. Pasalnya kawasan tersebut dimanfaatkan sebagai perlindungan bagi keadaan alamnya yang khas termasuk flora, fauna, dan kawasan ekosistemnya.
Pelestarian alam ini juga digunakan dengan tujuan pengembangan penelitian. Penelitian terhadap keanekaragaman hayati tersebut berguna untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, keperluan pendidikan, meningkatkan, dan menunjang program budidaya.
Fungsi Pokok Suaka Alam
Suaka alam adalah hutan yang dimanfaatkan sebagai perlindungan terhadap alam (alam hayati) sesuai dengan fungsi pokoknya. Mengutip dari buku Valuasi Ekonomi di Kawasan Geopark: Sebuah Kajian Untuk Mitigasi Bencana Lingkungan karya Rika Harini (2020:30), secara umum fungsi pokok suaka alam untuk menjaga kelestarian keanekaragaman flora dan fauna serta ekosistemnya yang berfungsi sebagai sistem penyangga kehidupan.
Lazimnya kawasan ini diperuntukkan khusus untuk melindungi binatang dan tumbuhan yang harus dilindungi keberadaannya, terutama yang hampir punah. Kepunahan binatang dan tumbuhan ini bisa disebabkan karena proses alam maupun karena terlalu banyak diburu oleh manusia.
Ciri-ciri Suaka Alam
Suaka alam di Indonesia memiliki ciri-ciri tersendiri sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati. Dengan melestarikan wilayah ini mampu membuat kepunahan satwa dan flora dapat dihindari.
Berikut ini ciri-ciri suaka alam yang keberadaannya dapat bermanfaat bagi kehidupan.
Di kawasan suaka alam terdapat spesies flora endemik dengan keunikannya masing-masing. Umumnya, jenis flora tersebut tidak bisa tumbuh di tempat lain.
Suaka alam juga memiliki spesies fauna endemik yang hanya hidup tersebut dan tidak bisa hidup serta berkembang biak di tempat lain.
Pengembangan kawasan suaka alam dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat, flora dan fauna.
Contoh Kawasan Suaka Alam di Indonesia
Kawasan suaka alam dipergunakan untuk menjaga kelestarian keanekaragaman flora dan fauna serta ekosistemnya. Kawasan suaka alam terdiri atas cagar alam dan suaka margasatwa.
Berikut ini penjelasan dari kedua contoh suaka alam tersebut.
1. Cagar Alam
Cagar alam merupakan salah satu kawasan suaka alam dikarenakan alamnya memiliki kekhasan sumber daya alam terutama jenis tumbuhan, satwa, dan juga tata lingkungannya. Kawasan ini berfungsi untuk melindungi serta melestarikan flora dan fauna yang hidup di dalamnya.
Selain itu cagar alam juga sering dipergunakan untuk kepentingan dalam pengembangan dari pendidikan serta rekreasi. Contoh cagar alam di Indonesia meliputi Cagar Alam Way Kambas, Cagar Alam Kerinci Seblat, Cagar Alam Gunung Leuser, dan lain sebagainya.
2. Suaka Margasatwa
Suaka margasatwa adalah suatu kawasan alam yang masih mempunyai ekosistem asli dan memiliki ciri khas berupa keanekaragaman serta keunikan jenis satwanya. Tujuan dari suaka margasatwa adalah untuk melindungi dan melestarikan kelangsungan hidup satwa tertentu agar tidak punah dan lestari.
Contoh suaka margasatwa adalah Suaka Margasatwa Muara Angke, Suaka Margasatwa Balai Raja, Suaka Margasatwa Pulau Kaget, Suaka Margasatwa Kateri, dan lain sebagainya.
Baca juga: 3 Contoh Cagar Alam di Indonesia beserta Penjelasannya
Sebagai kawasan konservasi fungsi pokok suaka alam berguna untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Hal ini dapat menghindari risiko kepunahan flora dan fauna dalam suatu ekosistemnya. (NTA)
