Konten dari Pengguna

Fungsi Teater Kontemporer dan Ciri-cirinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi teater kontemporer. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pixabay/WikimediaImages
zoom-in-whitePerbesar
Fungsi teater kontemporer. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pixabay/WikimediaImages

Seni teater kontemporer adalah sebuah karya pertunjukkan yang sering ditemukan pada zaman ini. Sebab, fungsi teater kontemporer adalah menyajikan drama manusia yang bersifat modern.

Dikutip dari buku Seni dan Budaya oleh Harry Sulastianto, dkk. (PT Grafindo Media Pratama:147) ) teater kontemporer berkembang sebagai wujud kreativitas seniman terater untuk menemukan jati dirinya. Sehingga, seorang seniman harus menguasai kaidah-kaidah teater tradisi dan konvensional.

Pengertian dan Fungsi Teater Kontemporer

Fungsi teater kontemporer. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/Pixabay

Pertunjukkan teater kontemporer pada umumnya mengandung unsur kekinian dan tak jarang memunculkan bentuk yang unik dan berbeda dengan sebelumnya. Selain itu, fungsi teater kontemporer sendiri adalah menyajikan kesenian yang menghibur dan berkesan.

Sebab, dalam pertunjukkan teater kontemporer akan menampilkan berbagai hal. Mulai dari perbandingan, pengalaman, atau pengetahuan yang meliputi tradisi di daerah, Asia, hingga Barat.

Tema yang digunakan pada teater kontemporer lebih mengarah pada berbagai persoalan yang umumnya dialami oleh masyarakat luas. Hal ini berguna sebagai alat refleksi diri agar masyarakat berkembang lebih baik.

Ciri-ciri Teater Kontemporer

Fungsi teater kontemporer. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/Ganesh Adyapady

Setelah mempelajari fungsi teater kontemporer, terdapat beberapa ciri yang juga harus dipahami. Sebab, teater ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis lainnya. Apa saja? Simak penjelasannya berikut ini.

  1. Teater kontemporer memiliki unsur humor yang cukup menonjol. Tujuannya adalah agar penonton tidak merasa jenuh dengan pertunjukkan drama.

  2. Memiliki unsur puitis yang bersifat dinamik. Penggunaan dialog puitis tersebut tidak bersifat baku, dan dapat bebas.

  3. Terdapat unsur teater rakyat yang bersifat tradisional etnik. Sehingga, terjadi kolaborasi antara unsur tradisional dan juga modern.

  4. Latar belakang yang diambil mayoritas adalah kaum gelandangan. Dalam pertunjukkan teater kontemporer, hal ini dipengaruhi oleh kehidupan para kaum Belanda atau underdog yang diperlakukan sebagai kaum intelektual atau cendekiawan.

  5. Memiliki sifat simbolik, artinya mengandung dialog puitis yang kental akan makna teater disertai unsur kekinian atau modern.

  6. Peran sutradara dalam teater kontempores sangat mendominasi. Sebab, akan sutradara akan mengatur segala drama yang ditampilkan. Sehingga, akan menghasilkan pertunjukkan yang berbeda dan terkesan unik.

Baca Juga: 3 Jenis Teater Kontemporer dan Penjelasannya

Demikianlah penjelasan mengenai fungsi teater kontemporer yang penting untuk diketahui. Selain itu, ciri-ciri pada seni pertunjukkan ini juga dapat dijadikan referensi dalam memahami materi ini. (NUM)