Garis Khatulistiwa: Pengertian dan Dampak yang Ditimbulkan

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Garis khatulistiwa adalah garis batas yang melintang di tengah bumi untuk memisahkan antara kutub utara dan selatan. Dari kondisi itu, garis khatulistiwa hanya melewati beberapa negara saja. Bahkan setiap negara yang dilewati memiliki perbedaannya masing-masing.
Lantas, banyak terbesit di pikiran manusia bahwa garis khatulistiwa itu apa dan apa sebenarnya dampak yang ditimbulkan. Hal inilah yang akan dibahas pada artikel kali ini.
Garis Khatulistiwa adalah ekuator
Dikutip dari buku Ensiklopedia Seri Cuaca dan Iklim 1, Delik Iskandar dkk (2020:3), garis khatulistiwa adalah garis imajiner atau khayal yang melintang di tengah bumi di antara kutub utara dan kutub selatan.
Nama lain dari garis khatulistiwa adalah garis ekuator yang membagi dua bagian bumi. Garis khatulistiwa ini merupakan titik awal derajat lintang utara dan lintang selatan. Jadi, posisinya memang berada di tengah-tengah bumi.
Garis khatulistiwa membentang sejauh 40.075 kilometer ke timur dan ke barat dengan melalui 13 negara di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang dilewati oleh garis khatulistiwa. Kota yang dilewati garis khatulistiwa adalah kota Pontianak di kalimantan Barat
1. Dampak Garis Khatulistiwa
Garis khatulistiwa sendiri memiliki dampaknya tersendiri bagi negara yang dilewati. Berikut ini dampak yang ditimbulkan dari adanya garis khatulistiwa yang melewati daerah tersebut.
Curah hujan yang tinggi.
Beriklim tropis.
Suhu dan kelembapan udara yang tinggi.
Matahari bersinar sepanjang tahun sehingga berbagai jenis tumbuhan dan hewan dapat hidup di wilayah tersebut.
Flora dan fauna sangat beragam.
2. Ciri-ciri Garis Khatulistiwa
Garis khatulistiwa memiliki ciri-ciri yang menandakan daerah tersebut dilewati oleh garis khatulistiwa. Berikut ini ciri-ciri dari adanya garis khatulistiwa yang bisa digunakan sebagai alat identifikasi.
Daerah yang dilewati oleh garis khatulistiwa memiliki kecenderungan waktu siang dan malamnya yang lebih lama.
Frekuensi hujan lebih besar ketimbang daerah lain.
Tekanan udara akan lebih rendah dan berubah secara perlahan dan beraturan.
Rata-rata suhu sekitar 20 sampai 23 derajat celcius.
Suhu amplitudo yang ada mencapai 1 sampai 5 derajat celcius.
Baca juga: Mengenal Gerak Semu Harian Bintang dan Dampaknya
Itulah penjelasan mengenai garis khatulistiwa. Garis khatulistiwa sendiri, menjadi keberkahan bagi Indonesia terutama kota Pontianak karena mendapatkan sinar matahari yang maksimal. Semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat dan menambah informasi. (RFL)
