Konten dari Pengguna

Goceng Berapa Rupiah? Ini Arti dan Asal-usulnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi goceng berapa. Sumber: Pixabay/IqbalStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi goceng berapa. Sumber: Pixabay/IqbalStock

Goceng menjadi salah satu istilah yang kerap digunakan di Indonesia, terutama di kota-kota besar sebagai bahasa gaul untuk menyebut nominal tertentu. Lantas, goceng berapa sebenarnya jika dikonversikan dalam nilai uang rupiah?

Dahulu, istilah goceng digunakan masyarakat Tionghoa yang datang ke Indonesia dan menggunakan dialek Hokkien untuk melakukan transaksi jual beli. Dialek Hokkien umumnya berasal dari provinsi Fujian, di wilayah Tiongkok Selatan.

Goceng Berapa Rupiah? Ini Artinya

Ilustrasi goceng berapa. Sumber: Pixabay/stevepb

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak istilah bahasa gaul yang bisa digunakan seperti dalam menyebut harga atau jumlah uang. Bagi yang belum familiar dengan istilah tersebut bisa membuat orang bingung dan bertanya-tanya, salah satunya adalah istilah goceng.

Dengan begitu goceng berapa rupiah? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), goceng berarti lima ribu 5.000. Goceng berasal dari go dan ceng. Go memiliki arti 5 dan ceng artinya ribu, jadi goceng adalah 5.000 atau dirupiahkan menjadi lima ribu rupiah (Rp.5000).

Selain Goceng terdapat istilah lain yang digunakan dalam menyebut harga atau jumlah uang, di antaranya, yaitu:

  • Gocap: Lima puluh (50)

  • Cepek: Seratus (100)

  • Nopek: Dua ratus (200)

  • Gopek: Lima ratus (500)

  • Seceng: Seribu (1.000)

  • Noceng: dua ribu (2.000)

  • Ceban: Sepuluh ribu (10.000)

  • Noban: dua puluh ribu (20.000)

  • Goban: Lima puluh ribu (50.000)

  • Cepek Ceng: Seratus ribu (100.000)

Asal-usul Kata Goceng

Ilustrasi goceng berapa. Sumber: Pixabay/ClickerHappy

Dikutip dalam Instagram @peruri.Indonesia penyebutan goceng, gopek, ceban, dan yang lainnya kerap kali digunakan untuk mengganti besaran nominal rupiah tertentu. Istilah tersebut merupakan bilangan Mandarin yang biasa digunakan suku Tionghoa berdialek Hokkian untuk bertransaksi dan berdagang dengan masyarakat Indonesia.

Lambat laun dialek ini banyak diserap dan melekat di kalangan masyarakat Indonesia. Mulanya istilah nominal ini berkembang di Jakarta.

Namun, seiring dengan berkembangnya suku Tionghoa di kota-kota besar, istilah goceng semakin meluas seperti di kalangan masyarakat Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi, Medan hingga Makassar. Bahkan goceng telah resmi menjadi bahasa Indonesia dan tercatat di KBBI.

Kesimpulannya goceng berapa rupiah, yaitu Rp5.000. Istilah goceng berasal dari bahasa Mandarin yang digunakan masyarakat Tionghoa berdialek Hokkian. (MRZ)

Baca juga: Mengenal Istilah Pencucian Uang dan Jenisnya yang Perlu Diketahui