Hikmah Cerita Joko Kendil, Cerita Legenda dari Jawa Tengah

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerita legenda banyak mengandung pelajaran berharga dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah hikmah cerita Joko Kendil yang mengajarkan untuk tidak memandang rendah seseorang karena penampilan fisiknya.
Dalam cerita tersebut, Joko Kendil digambarkan sebagai pemuda yang memiliki tubuh berukuran kecil mirip kendil. Hal ini membuat kebanyakan orang kurang menghargai keberadaannya. Padahal kesempurnaan hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa.
Ringkasan dan Hikmah Cerita Joko Kendil
Sebelum membahas tentang hikmah cerita Joko Kendil, perlu juga untuk mengetahui kisahnya secara singkat. Tujuannya adalah agar pembaca bisa memahami konteks dan latar belakang ceritanya.
Menurut buku Cerita Rakyat Asli Indonesia dari 33 Provinsi, Monika Cri Maharani (2009:60-61), berikut ringkasan cerita Joko Kendil, legenda asal Jawa Tengah yang terkenal di Indonesia.
Zaman dahulu kala, ada seorang permaisuri yang diusir oleh raja karena melahirkan anak laki-laki berwujud seperti kendil. Di masa tradisional, kendil adalah panci masak yang terbuat dari tanah liat.
Walaupun hidup miskin dan mempunyai anak yang terlihat berbeda, permaisuri tidak pernah mengeluh. Karena cinta dan kasih sayang ibunya, Joko Kendil bisa tumbuh bahagia layaknya anak laki-laki pada umumnya.
Joko Kendil sering menyelinap ke acara kenduri dan berdiri sejajar dengan kendil. Para tukang masak tidak menyadarinya, sehingga memasukkan makanan ke tubuhnya. Setelah itu, Joko Kendil membagikannya kepada ibu dan teman-temannya.
Ketika beranjak dewasa, Joko Kendil meminta ibunya untuk melamarkan putri raja. Sang ibu berupaya membujuknya untuk menggugurkan keinginannya. Namun, Joko Kendil tetap bersikeras.
Akhirnya, ibunya memberanikan diri datang ke istana untuk menghadap sang raja dengan maksud ingin melamar salah satu putrinya. Hinaan dan tawa spontan terdengar saat melihat tubuh Joko Kendil.
Meskipun demikian, putri bungsu raja bernama Dewi Melati bersedia menerima lamaran Joko Kendil. Sejak saat itu, keduanya tinggal di istana dan Dewi Melati sangat menyayangi Joko Kendil yang lucu.
Pada suatu hari, raja mengadakan pertandingan bela diri dan mengundang seluruh pangeran mancanegara. Namun, Joko Kendil tidak terlihat menghadirinya. Saudara-saudara Dewi Melati terus mengejeknya karena terlalu cepat menikah.
Ejekan itu semakin menjadi ketika seorang ksatria tampan memasuki arena pertandingan. Melihat ketampanan dan ketangkasannya, semua saudara Dewi Melati langsung jatuh hati.
Dewi Melati sangat marah karena Joko Kendil tidak bersedia menemaninya menonton pertandingan, sehingga tanpa sengaja memecahkan kendil. Tiba-tiba, Dewi Melati berpikir bahwa kendil itu adalah suaminya, dan langsung menangis tersedu-sedu.
Kemudian, terdengar suara bertanya, “Ada apa istriku?”. Dewi Melati kaget melihat ksatria tampan berada di dekatnya. Ternyata, itu adalah Joko Kendil yang berubah wujud setelah ada gadis tulus menerima pinangannya.
Jadi, hikmah cerita Joko Kendil asal Jawa Tengah ini adalah jangan memandang seseorang lebih rendah hanya karena fisiknya yang terlihat berbeda. Sebaiknya, berkaca kepada diri sendiri terlebih dahulu yang mana pasti memiliki kekurangan juga. (ALF)
Baca juga: Pesan Moral dari Cerita Si Pahit Lidah, Cerita Rakyat asal Sumatra Selatan
