Hikmah dari Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih beserta Ringkasan Ceritanya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih merupakah salah satu cerita rakyat. Hikmah dari cerita Bawang Merah dan Bawang Putih yang kaya akan pesan moral membuat cerita ini bisa digunakan sebagai dongeng anak sebelum tidur.
Dikutip dalam buku Pustaka Dongeng Nusantara oleh Cerviena Susilo (2010:188), cerita Bawang Putih dan Bawang Merah berasal dari cerita rakyat Jawa Tengah. Kisah tentang seorang gadis cantik dan baik hati bernama Bawang Putih yang tinggal bersama ibu tiri dan saudara tirinya, si Bawang Merah.
Ringkasan Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih
Cerita rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih diperankan oleh empat tokoh utama yaitu Bawang Merah, Bawang Putih, ibu tiri, dan nenek tua. Adapun cerita singkatnya berikut ini.
Bawang Merah dan Bawang Putih
Terdapat suatu keluarga yang terdiri atas ibu dan dua anak gadis yang cantik bernama Bawang Merah dan Bawang Putih. Bawang Merah merupakan putri dari wanita sekaligus ibu yang ada di rumah tersebut. Sementara itu, Bawang Putih merupakan anak tiri dari sang ibu.
Suatu hari Bawang Putih mencuci pakaiannya serta juga baju ibu tiri dan Bawang Merah di sungai. Tiba-tiba selendang ibu tiri hanyut terbawa aliran sungai. Bawang Putih sangat terkejut dan takut karena jika ibu tiri tahu pasti akan memarahinya habis-habisan.
Oleh karena itu, Bawang Putih terus mencari dengan mengikuti aliran sungai. Kemudian Bawang Putih bertemu dengan seorang nenek. Nenek tersebut mengetahui keberadaan selendang dan bahkan dia akan memberikannya kepada Bawang Putih.
Namun syaratnya, Bawang Putih harus membersihkan rumahnya. Akhirnya, Bawang Putih menyanggupi dan membersihkan rumah nenek dengan hasil memuaskan. Nenek merasa senang dan memberikan selendang yang hanyut beserta dua buah labu sebagai hadiah untuk Bawang Putih.
Dengan sifatnya yang tidak tamak dan rakus, Bawang Putih hanya mengambil satu labu dengan ukuran yang lebih kecil. Selanjutnya, dia balik ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Bawang Putih menceritakan semua kejadian yang baru saja dialaminya kepada ibunya dan Bawang Merah.
Mereka berdua tidak mempercayai Bawang Putih dan memarahinya. Bahkan, ibu tiri mengambil labu pemberian sang nenek dan membantingnya hingga hancur. Ternyata di dalam labu tersebut terdapat perhiasan. Ibu tiri dan Bawang Merah segera mengambilnya.
Keesokan harinya, Bawang Merah yang bergantian mencuci pakaian di sungai dan sengaja menghanyutkan selendang milik ibunya. Dia lalu mencarinya dengan menyusuri aliran sungai hingga bertemu dengan nenek, seperti yang diceritakan Bawang Putih.
Namun bedanya, Bawang Merah tidak mau membersihkan rumah nenek, justru dia membentak dan menyuruh nenek tersebut menyerahkan labu besar. Setelah mendapatkan labunya, Bawang Merah segera bergegas pulang untuk menemui ibunya.
Sementara itu, sang ibu sudah tidak sabar membuka isi labu besar itu karena dia sangat meyakini isinya perhiasan semua. Setelah dibuka, ternyata bukan perhiasan, melainkan banyak ular berbisa yang menakutkan.
Langsung Bawang Merah dan ibunya lari terbirit-birit meninggalkan rumahnya. Sementara itu, Bawang Putih yang di dalam rumah heran dengan kelakuan kedua orang tersebut dan memilih tidak mengikutinya.
Hikmah dari Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih
Terdapat hikmah dari cerita Bawang Merah dan Bawang Putih yang bisa disampaikan kepada anak sebagai pembelajaran yaitu:
Pentingnya sikap baik, sabar, dan tulus dalam membantu orang lain. Sikap ini tercermin pada sifat Bawang Putih yang sabar menghadapi perlakuan Bawang Merah dan ibu tirinya. Selain itu sikap tulus tercermin saat Bawang Putih membantu nenek tua.
Orang yang memiliki sifat jahat dan iri akan mendapatkan balasan yang setimpal. Hal ini terwujud dalam cerita saat Bawang Merah dan ibu tiri mendapatkan labu yang berisikan ular berbisa.
Pentingnya perlakuan yang adil dan kesetaraan dalam hubungan keluarga. Jangan seperti ibu tiri yang lebih lembut dan baik kepada Bawang Merah namun memperlakukan Bawang Putih semena-mena dan sering memarahinya.
Mengucapkan terima kasih atas kebaikan yang diberikan oleh orang lain. Hal ini tercermin pada sikap nenek yang memberikan labu kepada Bawang Putih karena Bawang Putih telah membantu membersihkan rumahnya.
Pentingnya memaafkan kesalahan orang lain. Ini tercerminkan saat Bawang Putih memaafkan ibu tiri dan Bawang Merah meskipun mereka telah berlaku tidak adil.
Itulah informasi mengenai hikmah dari cerita Bawang Merah dan Bawang Putih yang bisa pembaca ketahui. Gunakan cerita ini untuk membentuk karakter positif anak. (MRZ)
Baca juga: 4 Amanat Cerita Sangkuriang sebagai Cerita Rakyat
