Instrumen Guru Bimbingan dan Konseling Mengetahui Kebutuhan Peserta Didik

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Guru BK atau guru bimbingan konseling dalam menjalankan tugasnya sering kali melakukan asesmen untuk mencari solusi dari suatu permasalahan. Hal tersebut menjadikan muncul pertanyaan mengenai instrumen asesmen apa saja yang pernah dikembangkan guru bimbingan dan konseling untuk mengetahui kebutuhan atau mendalami kondisi peserta didik?
Asesmen menjadi salah satu metode yang banyak dilakukan oleh guru BK ketika menghadapi berbagai masalah yang ada di peserta didik. Dengan melakukan asesmen, maka guru BK dapat menganalisis poin utama dari permasalahan yang ada serta memahami solusi apa yang cocok untuk menyelesaikannya.
Instrumen Asesmen Apa Saja yang Pernah Dikembangkan Guru Bimbingan dan Konseling untuk Mengetahui Kebutuhan atau Mendalami Kondisi Peserta Didik?
Dikutip dari Buku Ajar Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, Randi Saputra, Katharina E.P Korohama & Septya Suarja, (2024:4), bimbingan dan konseling merujuk pada suatu pendekatan interaktif yang bertujuan memberdayakan individu atau kelompok dalam memahami diri sendiri, mengatasi masalah, dan mencapai perkembangan optimal.
Menjadi guru BK tentu tidaklah mudah untuk dilakukan. Guru BK harus memahami berbagai kondisi dan keadaan dari para siswa. Hal ini menjadikan guru BK melakukan asesmen untuk memahami kebutuhan maupun kondisi dari para peserta didik.
Hal tersebut menjadikan muncul pertanyaan mengenai instrumen asesmen apa saja yang pernah dikembangkan guru bimbingan dan konseling untuk mengetahui kebutuhan atau mendalami kondisi peserta didik? Berikut ini beberapa instrumen asesmen yang pernah dikembangkan oleh guru bimbingan dan konseling.
1. Angket Kebutuhan Peserta Didik
Instrumen asesmen yang pertama yaitu angket kebutuhan peserta didik. Instrumen ini digunakan untuk mengetahui mengenai masalah, minat dan kebutuhan siswa dalam berbagai hal, seperti pribadi, sosial, belajar, dan karier.
2. Inventori Masalah Siswa
Inventori masalah siswa menjadi instrumen asesmen yang pernah dikembangkan oleh guru BK. Instrumen ini digunakan sebagai alat mengidentifikasi jenis-jenis permasalahan yang sering dihadapi oleh para peserta didik.
3. Wawancara Terstruktur dan Semi Terstruktur
Instrumen yang berikutnya, yaitu wawancara terstruktur dan semi terstruktur. Instrumen ini digunakan untuk menggali informasi yang lebih mendalam terkait dengan kondisi dari peserta didik melalui komunikasi langsung.
Itulah penjelasan mengenai pertanyaan instrumen asesmen apa saja yang pernah dikembangkan guru bimbingan dan konseling untuk mengetahui kebutuhan atau mendalami kondisi peserta didik. Terdapat beberapa instrumen asesmen yang pernah dikembangkan guru BK untuk memahami masalah peserta didik. (RFL)
Baca juga: 2 Contoh Asesmen Awal Pembelajaran SD dalam Kurikulum Merdeka
