Konten dari Pengguna

Ion-Ion dalam Tanah yang Dibutuhkan Tumbuhan berserta Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ion-ion dalam tanah yang dibutuhkan tumbuhan adalah. Sumber foto: Pixabay/DaveMeier
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ion-ion dalam tanah yang dibutuhkan tumbuhan adalah. Sumber foto: Pixabay/DaveMeier

Ion-ion dalam tanah yang dibutuhkan tumbuhan adalah zat yang berperan penting dalam proses perkembangan. Zat tersebut berfungsi sebagai sumber nutrisi esensial bagi tanaman. Dengan begitu, ketersediaannya sangat berpengaruh terhadap metabolisme dan produktivitas tumbuhan.

Dalam penyerapannya, pergerakan ion dalam tanah menuju bagian tumbuhan turut melibatkan beberapa proses. Adapun proses tersebut di antaranya berupa siklus aliran massa, intersepsi akar, dan difusi.

Ion-Ion dalam Tanah yang Dibutuhkan Tumbuhan dan Penjelasannya

Ilustrasi ion-ion dalam tanah yang dibutuhkan tumbuhan adalah. Sumber foto: Pixabay/mariya_m

Menurut buku Pengelolaan Kesuburan Tanah, Eko Handayanto, dkk, (2017: 1), tanah adalah media pertumbuhan dan pemasok unsur hara untuk tanaman. Dalam hal ini, tumbuhan menyerap unsur hara berbentuk ion-ion terlarut dalam tanah.

Beragam jenis ion tersebut harus terus-menerus tersedia dalam takaran berimbang dan jumlah yang cukup. Tujuannya yaitu agar mencapai pertumbuhan tanaman yang optimum.

Agar semakin memahaminya, penjelasan terkait ion-ion dalam tanah yang dibutuhkan tumbuhan adalah sebagai berikut.

1. Nitrat (NO3-)

Nitrat (NO3-) digunakan dalam pembentukan RNA, DNA, dan ATP (adenosin trifosfat). Selain itu, unsur ini juga berperan pada proses penyusunan zat hijau daun (klorofil) tanaman. Oleh karenanya, jumlah ion nitrat harus tercukupi. Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat laju pertumbuhan, mencegah kuning, dan kerdil.

Kemudian, menurut buku Bank Soal SMA IPA Vol 1, Tim Presiden Eduka, (2020: 716), ion nitrat diserap tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan haranya. Selanjutnya, ion nitrat akan diubah kembali menjadi amonia dan nitrogen yang akan kembali lagi ke atmosfer.

2. Magnesium (Mg2+)

Selain nitrat (NO3-), pembentukan atau sintesis klorofil juga membutuhkan unsur magnesium (Mg2+). Peranan lain unsur Mg2+ di antaranya untuk aktivasi enzim, transportasi fosfat, dan pemanfaatan fotoasimilat.

Sementara dampak yang ditimbulkan akibat kekurangan magnesium dapat ditandai oleh beberapa gejala. Kondisi tersebut dapat diidentifikasi melalui tulang daun yang menguning dan terjadi kerontokan.

Meskipun demikian, kelebihan zat Mg2+ ternyata juga tidak bagus. Pasalnya, ketersediaan magnesium yang berlebihan malah bisa menghambat pertumbuhan tanaman.

3. Fosfor

Fosfor merupakan kandungan ion yang berperan pada tahap perkembangan elemen inti tanaman. Kegunaannya antara lain merangsang pertumbuhan bunga, mempercepat pemasakan buah, dan meningkatkan pertumbuhan akar lateral serta akar rambut. Pengaruh yang muncul akibat kekurangan zat fosfor yaitu dapat mengakibatkan pertumbuhan daun kecil dan mudah rontok.

4. Kalium (K-)

Kelangsungan hidup tumbuhan dipengaruhi oleh kecukupan ion kalium (K-). Ion ini digunakan dalam proses pembentukan protein, mengaktifkan enzim, mengatur pergerakan air, sintesis pati, dan fiksasi nitrogen.

Kekurangan kalium bisa memicu perlambatan pertumbuhan daun muda. Namun, jika jumlahnya berlebih dapat menimbulkan defisiensi nitrogen.

5. Kalsium (Ca2+)

Unsur ion kalsium (Ca2+) adalah nutrisi penting yang digunakan dalam penyusunan data dinding sel tanaman. Komponen tersebut turut berkontribusi pada pengaturan permeabilitas sel dan pertumbuhan apikal.

Jadi, ion-ion dalam tanah yang dibutuhkan tumbuhan adalah komponen esensial yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Dengan begitu, keseimbangan ion menjadi faktor penentu terhadap proses fisiologis tanaman. Semoga informasi ini bermanfaat! (Riyana)

Baca Juga: Mengenal Perkembangbiakan Tumbuhan melalui Penimbunan Bagian Cabang