Konten dari Pengguna

Isi Teori Atom Rutherford dan Perbedaannya dengan Teori Bohr

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teori atom Rutherford. Sumber: Pixabay / PIRO4D
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teori atom Rutherford. Sumber: Pixabay / PIRO4D

Teori atom Rutherford atau bisa disebut dengan model atom Rutherford adalah sebuah teori yang merupakan pengembangan dari teori atom J.J. Thomson. Namun, dalam perkembangannya, isi teori atom Rutherford juga memiliki beberapa kelemahan.

Selanjutnya, Niels Henrik David Bohr yang merupakan seorang ahli fisika dari Denmark, mengemukakan sebuah teori atom yang dikembangkan dari model atom Rutherford dan teori kuantum Planck.

Isi Teori Atom Rutherford

Ilustrasi teori atom Rutherford. Sumber: Pixabay / geralt

Ernest Rutherford adalah ahli fisika dari Inggris. Pada tahun 1911, Ia bersama dua orang temannya, yakni Geiger dan Marsden, melakukan eksperimen yang dikenal dengan penghamburan partikel alfa oleh selaput tipis emas (0,0004 mm).

Setelah melakukan beberapa percobaan, Rutherford mengusulkan suatu model atom yang dikenal dengan model atom Rutherford. Isi teori atom Rutherford, antara lain:

  1. Sebagian besar ruangan dalam atom merupakan ruangan kosong.

  2. Atom terdiri atas inti atom bermuatan positif dan hampir seluruh massa atom terpusat pada inti.

  3. Elektron beredar mengelilingi inti.

  4. Jumlah muatan inti sama dengan jumlah muatan elektron sehingga atom bersifat netral.

Namun, teori atom Rutherford ini memiliki beberapa kelemahan. Berikut ini kelemahan-kelemahan teori atom Rutherford, dikutip dari buku Praktis Belajar Kimia untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah, Imam Rahayu, (halaman 29), antara lain:

  • Bertentangan dengan teori elektron dinamika klasik, di mana suatu partikel bermuatan listrik apabila bergerak akan memancarkan energi.

  • Elektron bermuatan negatif yang beredar mengelilingi inti akan kehilangan energi terus-menerus sehingga akhirnya akan membentuk lintasan spiral dan jatuh ke inti. Faktanya, hal ini tidak terjadi, karena elektron akan tetap stabil pada lintasannya.

Perbedaan Isi Teori Atom Rutherford dengan Teori Atom Bohr

Ilustrasi teori atom Rutherford. Sumber: Pixabay / kreatikar

Teori atom Bohr menyempurnakan teori atom yang dikemukakan oleh Rutherford.

Perbedaan antara kedua teori tersebut menurut buku Target Nilai 10 UN SMA/MA IPA 2016 Sistem CBT, The King Eduka, Annisa Rahmah Furqaani, dkk., (2015: 562), antara lain:

1. Teori Atom Rutherford

  1. Sebagian besar massa atom terpusat pada suatu titik yang kemudian disebut sebagai inti atom.

  2. Sebagian besar ruangan dalam atom merupakan ruangan kosong.

  3. Di luar inti, elektron bergerak mengelilingi inti dalam lintasan-lintasan, seperti planet mengelilingi matahari.

2. Teori Atom Bohr

  1. Elektron berotasi mengelilingi inti tidak pada sembarang lintasan.

  2. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke lintasan lainnya dengan menyerap atau melepas energi.

Baca juga: Perkembangan Teori Atom Lengkap dengan Tokoh Pencetusnya

Demikianlah penjelasan mengenai isi teori atom Rutherford dan perbedaannya dengan teori atom Bohr. Semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan. (ARN)