Jamur Berkembang Biak dengan Cara Apa? Ini Pembahasannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jamur berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan jamur secara aseksual dengan cara vegetatif. Sedangkan perkembangbiakan secara seksual dengan cara generatif.
Jamur adalah salah satu mikroorganisme yang sering dipelajari dalam ilmu biologi. Cabang ilmu biologi yang mempelajari jamur disebut mikologi. Dalam mikologi, jamur dipelajari secara keseluruhan mulai dari jenis-jenis sampai cara bereproduksi.
Jamur Berkembang Biak dengan Cara Apa? Ini Penjelasannya
Jamur adalah mikroorganisme yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Jamur berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual. Berikut ini adalah penjelasan reproduksi jamur menurut buku Ilmu Jamur (Mikologi) oleh Prof. Dr. Ir. Ika Rochdjatun Sastrahidayat (2011: 5-7).
1. Reproduksi Aseksual
Reproduksi aseksual atau secara tak kawin pada umumnya untuk perkembangbiakan karena banyak menghasilkan individu-indivu baru sebagai akibat terjadinya proses berkembang biak secara berulang-ulang.
Reproduksi secara aseksual digolongkan menjadi berikut:
Fragmentasi tiap potongan tubuh menjadi individu baru. Potongan tersebut disebut arthrospora atau oidia.
Pembelahan (fission) dari sel-sel tubuh somatik menjadi sel-sel anakan.
Penguncupan (budding) dari sel-sel somatik atau spora, tiap kuncup membentuk individu baru.
Pembentukan spora, tiap spora baru akan berkecambah membentuk tabung kecambah yang tumbuh menjadi miselium.
2. Reproduksi Seksual
Seperti halnya pada organisme lain, reproduksi secara kawin pada jamur adalah penggabungan dua inti yang sesuai atau bertemunya gamet jantan dan gamet betina. Alat-alat kelamin jamur disebut gametangium, yamg memberikan sel kelamin yang disbeut gamet.
Jika kedua gametangium tersebut dapat dibedakan, maka dinamakan heterogametangium. Gametangium jantan disebut antheridium dan gametangium betina disebut oogonium. Jika gametangium memiliki bentuk yang serupa, maka disebut idogametangium.
Jika sel-sel gamet baik hantan maupun betina memiliki bentuk yang serupa, maka disebut isogamet. Apabila berbeda, maka disebut anisogamet.
Pada jamur beberapa cara perkawinan yang berbeda dan sering terjadi adalah:
Kopulasi Planogamet: Terjadinya perhubungan antara gamet-gamet yang dapat bergerak (planogamet), bisa isogamet, anisogamet, dan heterogamet.
Kontak Gametangium: Dalam cara ini, gamet-gamet dipindahkan secara langsung dari satu gametangium ke gametangium yang lain. Satu inti atau lebih dari antheridium berpindah ke oogonium.
Kopulasi Gametongium: Cara ini ditandai dengan bersatunya seluruh isi gametangium yang saling berhubungan. Cara bersatunya ada dua.
Cara pertama adalah perpindahan isi suatu gametangium ke gametangium lainnya lewat suatu lubang pada dindinding gematangium.
Cara kedua adalah penyatuan secara langsung antara dua sel gametangium menjadi satu sel karena dinding sel gametangium lebur sehingga isi kedua sel berdampur menjadi satu.
Spermatisasi: Beberapa jamur memiliki struktur yang menyeripai spora dan bersifat jantan yang dinamakan spermatia. Apermatia dapat dibawa ke gametangium, ke hifa penerima khusus atau kadang-kadang juga ke hifa somatik oleh serangga, angin, dan air.
Isi spermatia berpindah ke alat kelamin betina lewat suatu lubang yang berada pada titik pertemuan keduanya.
Somatogami: Proses ini terjadi disebabkan oleh jemur yang tidak mempunyai sel atau alat kelamin sehinggal sel-sel somatik berfungsi sebagai alat kelamin. Contohnya terjadi pada Basiomycetes.
Demikian penjelasan mengenai jamur berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual. Semoga dapat membantu memahami cara perkembangbiakan jamur.(IND)
Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Spora? Ini Jawaban dan Contoh Tumbuhannya
