Jawaban Refleksi tentang Praktik Kinerja Selama Observasi Praktik Kinerja Guru

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Refleksi tentang praktik kinerja selama observasi praktik kinerja merupakan langkah penting dalam meningkatkan profesionalisme guru. Proses ini memberikan kesempatan bagi guru untuk mengidentifikasi kekuatan serta aspek yang perlu ditingkatkan.
Berbagai panduan untuk mendukung evaluasi dan peningkatan kinerja guru telah tersedia di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Dengan begitu, guru akan lebih mudah dalam merancang strategi efektif guna mendukung pembelajaran yang optimal.
Jawaban Bagaimana Refleksi tentang Praktik Kinerja Selama Observasi Praktik Kinerja Guru
Menurut buku Strategi & Peningkatan Kualitas Layanan Guru: Transformasi Melalui Kepemimpinan, Teknologi, Kreativitas dan Entrepreneurship, Jayadih, M.Kom., dkk (2024), observasi langsung terhadap kinerja guru selama proses pengajaran di kelas merupakan alat efektif untuk mengevaluasi praktik mengajarnya.
Terdapat delapan fokus perilaku yang menjadi jawaban bagaimana refleksi tentang praktik kinerja selama observasi praktik kinerja guru berdasarkan panduan PMM. Adapun penjelasan rincinya sebagai berikut.
1. Aktivitas Interaktif
“Sebagian siswa belum terlibat aktif dalam kelompok. Dari hasil observasi, saya merasa kurang memotivasi dan melibatkan siswa dalam pembagian peran sesuai keinginannya. Ke depannya, saya akan memberikan banyak dorongan dan peluang agar siswa bisa lebih andil dalam pembelajaran.”
2. Penerapan Disiplin Positif
“Beberapa siswa tidak memberikan umpan balik dan justru mengganggu temannya, sebab saya kurang konsistensi dalam memberikan penguatan positif. Saya akan lebih sering memberikan pujian serta mendengarkan pandangannya di masa mendatang.”
3. Keteraturan Kelas
“Ada siswa yang masih kurang percaya diri. Hal ini karena saya belum sepenuhnya membangun komunikasi menyenangkan. Pada pertemuan selanjutnya, saya akan lebih berusaha menciptakan suasana kelas kondusif dan meningkatkan hubungan positif dengan siswa.”
4. Perhatian dan Kepedulian
“Banyak siswa belum berani menyampaikan pendapat, sebab saya kurang memberikan tanggapan positif. Untuk sesi kelas berikutnya, saya akan memberikan apresiasi lebih kepada siswa yang berani mengutarakan pendapatnya.”
5. Ekspektasi pada Siswa
“Sebagian siswa belum mengetahui cita-cita dan harapannya di masa depan. Hal ini karena saya hanya memperhatikan siswa yang aktif. Solusi ke depannya, saya akan lebih sering menanyakan harapan dan cita-cita setiap siswa.”
6. Instruksi yang Adaptif
“Beberapa siswa masih bingung ketika saya langsung memulai pembelajaran, sebab penyampaian saya tidak disesuaikan dengan responnya. Pada pertemuan selanjutnya, saya akan menyesuaikan instruksi dengan kebutuhan siswa agar lebih efektif.”
7. Instruksi Pembelajaran
“Siswa merasa bosan karena penjelasan saya tidak berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Untuk sesi kelas berikutnya, saya akan menggunakan media yang relevan dan menjelaskan konsep secara lebih praktis.”
8. Umpan Balik Konstruktif
“Motivasi siswa rendah, sebab saya hanya fokus pada hasil akhir. Ke depannya, saya akan memberikan umpan balik pada proses pembelajaran dan mendiskusikannya dengan siswa.”
Melakukan refleksi tentang praktik kinerja selama observasi praktik kinerja bukanlah sekadar formalitas, tetapi proses yang berguna untuk pengembangan profesional guru. Dengan evaluasi dan hasil observasi, guru bisa menciptakan metode pengajaran inovatif yang berdampak memberikan hasil optimal bagi siswa. (ALF)
Baca juga: Mengenal Refleksi Pendidikan Inklusif dan Penjelasannya
