Jenis-jenis Angin dan Penjelasannya yang Menarik untuk Diketahui

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis-jenis angin salah satunya yaitu angin berdasarkan arahnya misalnya angin laut yang berembus dari laut menuju daratan. Selain itu terdapat angin darat yang berembus dari daratan ke lautan, angin gunung yang berembus dari puncak gunung ke lembah, dan lainnya.
Angin merupakan udara yang bergerak. Angin bergerak disebabkan oleh rotasi bumi dan adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Udara bergerak dari tekanan udara maksimum menuju tekanan udara minimum.
Jenis-jenis Angin
Dalam buku Explore Geografi Jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X oleh Dra. Sri Wiyanti, M.Pd., Martin Wibowo S.Pd.,dan Hardika Dwi Indra Susanto, M.Pd. (2017:148-150) angin mempunyai beragam jenis. Jenis-jenis angin dapat dibedakan berdasarkan kategori tertentu. Adapun penjelesannya sebagai berikut.
1.Jenis Angin Berdasarkan Arah Anginnya
Berdasarkan arah anginnya, terdapat empat jenis angin yaitu:
Angin laut, merupakan angin yang berembus dari laut menuju daratan. Angin laut termasuk angin lokal di kawasan pantai yang terjadi pada siang hari.
Angin darat, merupakan angin yang berembus dari daratan menuju lautan. Angin darat termasuk angin lokal di kawasan pantai yang terjadi pada malam hari.
Angin gunung, merupakan angin yang berembus dari puncak gunung menuju lembah. Angin gunung termasuk angin lokal di pegunungan yang terjadi malam hari.
Angin lembah, merupakan angin yang berembus dari lembah ke arah puncak gunung. Angin lembah termasuk angin lokal di pegunungan yang terjadi pada siang hari.
2. Jenis Angin Berdasarkan Waktu Terjadinya
Berdasarkan waktu terjadinya, terdapat dua jenis angin yaitu:
Angin muson barat, merupakan angin yang bertiup sekitar bulan Oktober - April. Angin ini bertiup saat kedudukan semu matahari berada di belahan bumi selatan.
Kondisi ini menyebabkan Benua Australia mengalami musim panas sehingga tekanan udaranya rendah. Sementara itu, Benua Asia lebih dingin sehingga tekanan udaranya tinggi.
Angin muson timur, merupakan angin yang bertiup pada bulan April - Oktober. Angin ini bertiup saat kedudukan semu matahari berada di belahan bumi utara.
Hal ini menyebabkan Benua Australia mengalami musim dingin sehingga tekanan udaranya tinggi. Adapun Benua Asia lebih panas sehingga tekanan udaranya rendah.
3. Jenis Angin Berdasarkan Sifat Udara yang Dibawa Angin
Berdasarkan sifat udara yang dibawa angin, terdapat tiga jenis angin yaitu:
Angin jatuh (fohn), merupakan angin yang bersifat kering dan panas yang terdapat di lereng gunung. Angin tersebut muncul ketika udara yang di bawah dingin dan di atas panas melewati gunung.
Setelah melewati gunung, udara turun dengan kencang seperti angin jatuh. Angin jatuh biasanya terjadi pada musim kemarau yang sangat kering. Angin jatuh yang pernah terjadi di Indonesia contohnya angin bhorok di Tapanuli, Sumatra Utara.
Angin anabat, merupakan angin lokal yang bertiup naik sepanjang lereng gunung yang panas karena sinar matahari.
Angin katabat, merupakan angin turun sepanjang lereng gunung yang muncul karena dalam arah horizontal, kerapatan udara di sepanjang lereng lebih besar daripada kerapatan udara di sekitarnya.
Perbedaan kerapatan tersebut terjadi karena pendinginan permukaan lereng mendinginkan udara di sekitarnya.
Baca juga: Mengenal Proses Terjadinya Angin
Itu tadi jenis-jenis angin yang dijelaskan berdasarkan kategori tertentu mulai dari berdasarkan arah anginnya, waktu terjadinya, hingga sifat udara yang dibawa angin. Semoga dapat menambah wawasan pembaca. (MRZ)
