Konten dari Pengguna

Mengenal Proses Terjadinya Angin

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi proses terjadinya angin. Sumber: pexels.com/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi proses terjadinya angin. Sumber: pexels.com/Pixabay

Angin adalah aliran udara yang sering banyak orang rasakan kehadirannya, apalagi ketika berada di alam terbuka. Hanya saja ada banyak orang pula yang belum tahu seperti apa proses terjadinya angin.

Dikutip dari buku Angin Puting Beliung, Febby Mutiara Rahayu oleh (2023:5), angin terbentuk dari sekumpulan udara yang wujudnya tidak terlihat. Namun, sebenarnya angin atau udara ini tersusun oleh banyak partikel dan gas.

Bagaimana Proses Terjadinya Angin?

Ilustrasi proses terjadinya angin. Sumber: pexels.com/icon0 com

Angin adalah sebuah fenomena alam yang tersusun atas tiga unsur utama, yaitu uap air, udara kering, dan aerosol. Udara kering tersusun atas beberapa jenis, yaitu gas Nitrogen 78%, Oksigen 20%, Argon 0,97%, serta Karbon dioksida dan gas lainnya berjumlah 0,03%.

Sedangkan 1% uap air yang ada dalam angin berasal dari sungai, danau, atau laut. Adapun aerosol ialah benda berukuran kecil yang tersusun atas nitrat, kalsium, garam, karbon, dan partikel kecil lainnya dari gunung berapi.

Banyaknya partikel penyusun gas yang bergerak di atmosfer bumi menyebabkan angin berhembus. Kumpulan partikel itulah yang memungkinkan proses terjadinya angin berlangsung.

Angin juga terjadi diakibatkan oleh adanya tekanan udara. Kumpulan partikel yang terkandung di udara menumpuk di atmosfer memberi tekanan pada permukaan bumi yang disebut dengan tekanan udara.

Saat permukaan di atas tanah menghangat maka udara di atasnya juga menghangat. Peristiwa ini mengakibatkan ekspansi. Ekspansi ialah peristiwa partikel udara yang saling menjauh ke atas serta menyebar.

Ruang di atas tanah pun akan melonggar karena terisi sedikit partikel, tekanan udaranya pun berubah menjadi rendah. Jadi, tempat yang panas dan terik akan memiliki tekanan rendah dibanding yang dingin.

Gerakan-gerakan udara yang terus bergerak ini didorong oleh tempat-tempat yang panas dan dingin. Proses pergerakan partikel inilah yang menjadi alasan mengapa angin terjadi dan terus-menerus bergerak di atas permukaan bumi.

Baca Juga: Proses Terjadinya Angin Darat dan Angin Laut beserta Karakteristiknya

Demikian penjelasan mengenai proses terjadinya angin yang selalu hadir di permukaan bumi. Pada intinya, angin bisa terus berhembus sebab partikel-partikel yang menyusunnya serta karena adanya tekanan udara yang berbeda-beda di setiap tempat. (SLM)