Konten dari Pengguna

Jenis-Jenis Kritik Sastra beserta Ciri dan Fungsinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis-jenis kritik sastra beserta ciri dan fungsinya. Sumber: Pixabay/StockSnap
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis-jenis kritik sastra beserta ciri dan fungsinya. Sumber: Pixabay/StockSnap

Kritik sastra adalah satu ilmu sastra berisi kritikan tentang suatu karya sastra, seperti novel, cerpen, drama, dan puisi, dengan jenis-jenis kritik di antaranya yaitu kritik mimetik, kritik ekpresif, dan kritik objektif.

Kritik sastra dapat berupa memberi pujian, mengatakan kesalahan, memberi pertimbangan lewat pemahaman dan penafsiran yang sistemik. Kritik sastra juga berfungsi untuk mengkaji dan menafsirkan karya sastra secara lebih luas.

Jenis-Jenis Kritik Sastra

Ilustrasi jenis jenis kritik sastra. Sumber: Pixabay/Gaganmasoun

Secara etimologis, kata kritik berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata krinein yang artinya menghakimi, membanding, menimbang. Kata krinein menjadi bentuk dasar bagi kata kreterion yang artinya dasar, pertimbangan, penghakiman.

Dalam buku Mengenal Karya Sastra Dalam Bentuk Kritik Dan Essai oleh Suci Wulandari, Widiana Pardosi, Seli Anita (2020:18 20) jenis-jenis kritik sastra yaitu sebagai berikut:

1. Kritik Mimetik

Kritikus pada jenis ini memandang karya sastra sebagai tiruan aspek alam. Sastra merupakan pencerminan atau penggambaran dunia kehidupan. Sehingga kriteria yang digunakan kritikus sejauh mana karya sastra mampu menggambarkan objek yang sebenarnya.

Kritik jenis ini jelas dipengaruhi oleh paham Aristoteles dan Plato yang menyatakan bahwa sastra adalah triuan kenyataan.

2. Kritik Ekspresif

Kritik ekpresif menitik beratkan pada pengarang. Kritikus ekpresif meyakini bahwa sastrawan (pengarang) karya sastra merupakan unsur pokok yang melahirkan pikiran, presepsi dan perasaan yang dikombinasikan dalam karya sastra.

Kritikus cenderung menimba karya sastra berdasarkan kemulusan, kesejatian, kecocokan penglihatan mata batin pengarang atau keadaan pikirannya. Pendekatan ini sering mencari fakta tentang watak khusus dan pengalaman sastrawan.

3. Kritik Objektif

Kritikus jenis ini memandang karya sastra sebagai sesuatu yang mandiri, bebas terhadap sekitarnya, bebas dari penyair, pembaca, dan dunia sekitarnya.

Karya sastra merupakan sebuah keseluruhan yang mencakupi dirinya, tersusun dari bagian yang saling berjalinan erat secara batiniah dan menghendaki pertimbangan dan analitis dengan kriteria intrinsik berdasarkan kompleksitas, koherensi, keseimbangan, serta integritas.

Ciri dan Fungsi Kritik Sastra

Ilustrari ciri dan fungsi kritik sastra. Sumber: Pixabay/Atlantios

1. Ciri Kritik Sastra

Dalam berkritik khususnya di bidang sastra, terdapat ciri khusus yang membedakan dengan cara berkiritik di bidang lain. Adapun ciri kritik sastra yakni:

  • Memberikan tanggapan terhadap objek kajian (hasil karya sastra).

  • Memberikan pertimbangan baik dan buruk suatu karya sastra.

  • Bersifat objektif.

  • Memberikan solusi atau kritik konstruktif.

  • Tidak menduga-duga.

  • Memaparkan penilaian pribadi tanpa memuat ide-ide.

2. Fungsi Kritik Sastra

Selain memiliki jenis dan ciri, kritik sastra juga memiliki fungsi. Adapun fungsinya yakni:

  • Untuk Perkembangan Kesustraan

Kritik sastra membantu perkembangan kesustraan suatu bangsa dengan menjelaskan karya sastra mengenai baik buruknya karya sastra dan menunjukkan daerah-daerah jangkauan persoalan karya sastra.

  • Sebagai Penerangan Masyarakat yang Menginginkan Penjelasan Tentang Karya Sastra

Kritik sastra menguraikan (menganalisis, menginterpretasi, dan menilai) karya sastra agar masyarakat umum dapat mengambil manfaat kritik sastra ini bagi pemahaman dan apresiasinya terhadap karya sastra.

  • Membina dan Mengembangkan Sastra

Melalui kritik sastra, kritikus berusaha menunjukkan struktur sebuah karya sastra, memberikan penilaian, menunjukkan kekuatan dan kelemahannya, serta memberikan alternatif untuk pengembangan karya sastra tersebut.

  • Pembinaan Apresiasi Sastra

Para kritikus berusaha membantu para peminat karya sastra memahami sebuah karya sastra. Krtikus berusaha mengungkap daerah-daerah yang lemah terhadap dalam karya sastra.

  • Menunjang dan Mengembangkan Ilmu Sastra

Kritik sastra merupakan wadah analisis karya sastra, analisis struktur cerita, gaya bahasa, dan teknik penceritaan. Hal ini merupakan sumbangan pula untuk para ahli sastra dalam mengembangkan teri sastra.

Para pengarangpun dapat belajar melalui kritik sastra dalam memperluas pandangannya, sehingga ciptaannya lebih berkembang.

Baca juga: Pengertian Kritik Teater beserta Fungsi dan Jenis-jenisnya

Itulah jenis-jenis kritik sastra beserta ciri dan fungsinya. Pada dasarnya kritik sangat dibutuhkan untuk pemahaman dan peningkatan apresiasi, serta evaluasi terhadap kualitas karya sastra yang dihasilkan. (MRZ)