Jenis-Jenis Tempe dan Kandungan Gizinya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tempe adalah salah satu komoditi makanan yang paling umum dan mudah ditemukan di Indonesia. Hal ini karena sebagian warga sangat menyukai berbagai olahan yang terbuat dari tempe. Menariknya, jenis-jenis tempe dan kandungan gizinya juga berbeda-beda.
Tempe merupakan hasil fermentasi biji-bijian dengan menggunakan jamur Rhizopus Oligosporus yang dapat meningkatkan dan mempertahankan nilai-nilai gizi yang terkandung didalamnya dan melunakkan tekstur bahan bakunya sehingga lebih mudah dikonsumsi.
Di Indonesia tempe yang sangat digemari masyarakat berasal dari kedelai, Selain tempe kedelai ada juga jenis tempe yang lainnya yang tidak terbuat dari kedelai.
Jenis-Jenis Tempe dan Kandungan Gizi
Mengutip dari buku DIY Cara Pembuatan TEMPE Ringkas, Nafan Akhun (2008), tempe adalah makanan asli Indonesia yang sangat begizi tinggi. Jadi, sangat disayangkan jika masyarakat Indonesia tidak suka mengonsumsi tempe. Berikut ini beberapa jenis-jenis tempe yang mudah untuk dipahami.
1. Tempe Lamtoro
Tempe lamtoro memiliki rasa yang khas. Berbeda dengan tempe kedelai, bijinya lebih kecil dan lebih halus dibandingkan kedelai. Proses pembuatannya mirip dengan tempe kedelai. Pembuatan tempe biji lamtoro dimulai dengan pengupasan biji lamtoro dari polongnya kemudian biji lamtoro direndam semalam.
Berdasarkan data Kemenkes RI (TKPI), setiap 100 gram "Tempe lamtoro" mengandung 203 mg kalsium, 10,7 gram protein, dan 108 mg fosfor. Ini menunjukkan bahwa kandungan kalsium, protein, dan fosfor termasuk tinggi dan cukup tinggi.
2. Tempe Lupin
Tempe Lupin adalah tempe yang menggunakan bahan dari tanaman kacang-kacangan asal Australia. Kacang lupin merupakan salah satu sumber pangan alami yang memiliki kandungan protein dan serat yang tinggi. Lupin juga kaya akan senyawa nutrisi, seperti phytoestrogens, phytosterols, dan antioksidan.
Tak heran jika sumber pangan alami ini di ajdikan sebagai olahan tempe yang enak dan banyak di sukai masyarakat indonesia.
Baca Juga: Manfaat Kismis untuk Kesehatan Berdasarkan Kandungannya
3. Tempe Kecipir
Tempe kecipir terbuat dari bahan baku kecipir. Proses pembuatan tempe kecipir lebih lama jika dibandingkan dengan tempe kedelai karena tekstur kecipir lebih keras sehingga diperlukan waktu yang cukup lama untuk merebusnya.
Karateristik biji kecipir yang lebih keras, membutuhkan waktu lebih lama untuk merebusnya-kurang lebih 30 menit atau sampai empuk. Kandungan gizi (100 gram): Kalori 405 Kkal, protein 32,80 gra, lemak 17 gram, dan karbohidrat 36,50 gram.
Demikianlah informasi mengenai jenis-jensi tempe dan kandungn gizi yang perlu diperhatika oleh masyrakat Indonesia. Tempe sangat baik dikonsumsi oleh semua kelompok usia dikarenakan senyawa yang terdapat pada tempe adalah senyawa peptida pendek yang mudah diserap oleh tubuh. (Abie)
