Konten dari Pengguna

Jenis-jenis Unggas Petelur dan Ciri-cirinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis-jenis unggas petelur. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/ Quang Nguyen Vinh
zoom-in-whitePerbesar
Jenis-jenis unggas petelur. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/ Quang Nguyen Vinh

Unggas petelur umumnya diternakkan untuk diambil daging dan juga telurnya. Selain itu, pemanfaatan telurnya dapat dikonsumsi pribadi, komersial, atau ditetaskan lagi. Jenis-jenis unggas petelur pun beragam berdasarkan ciri-cirinya.

Dikutip dari buku Industri Ternak Unggas Petelur SMK/MAK Kelas XI Semester 2 oleh Ir. Hieronymus Budi Santoso (2021:2) unggas petelur umumnya akan mengalami fase grower dan developer yang akan mempengaruhi produktivitas dalam menghasilkan telur.

Jenis-jenis Unggas Petelur dan Ciri-cirinya

Jenis-jenis unggas petelur. Foto hanya ilustrasiSumber: Pexels/ Robert So

Unggas petelur dibudidayakan untuk diambil telurnya. Hal ini dipengaruhi oleh permintaan dan kebutuhan masyarakat akan protein yangg tinggi. Jenis-jenis unggas petelur sangat beragam sesuai dengan karakteristiknya. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Ayam Petelur

Ayam petelur adalah jenis pertama unggas petelur yang sangat populer untuk dibudidaya. Sebab, telur ayam memiliki pasar yang besar dan mampu bertelur dalam waktu yang lama. Ciri-ciri dari ayam petelur yang baik adalah sebagai berikut:

  • Ayam petelur akan mampu menghasilkan 400-405 butir selama masa produksi atau sekitar 1,5 tahun bertelur.

  • Memiliki berat telur standar antara 64,5-65,5 gram.

  • Warna telur ayam berwarna coklat

  • Harga jual telur yang dihasilkan akan lebih stabil dan menguntungkan peternak.

2. Puyuh

Puyuh adalah unggas petelur yang memiliki tubuh yang cukup mungil dibanding unggas lainnya. Mirip dengan ayam petelur, puyuh juga dapat diternakkan dengan mudah. Selain itu, tak perlu butuh dana yang besar dalam membudidayakannya.

Berikut adalah ciri-ciri puyuh yang umum diketahui:

  • Puyuh memiliki tubuh dan suara yang cukup kecil.

  • Seekor puyuh dapat memproduksi telur dengan kisaran jumlah 250-300/butir per tahunnya.

  • Sebutir telur memiliki protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan telur ayam ras.

3. Angsa Petelur

Angsa petelur adalah jenis unggas yang jarang diternakkan dalam skala besar. Namun, lebih sering ditemukan dalam perumahan. Berikut ciri-ciri unggas petelur yang dapat dijadikan referensi:

  • Merupakan hewan yang tidak ramah dengan orang yang masuk dalam wilayah kekuasaannya.

  • Mampu memproduksi telur dengan jumlah tinggi.

  • Memiliki bobot tubuh di antara 120-200gr/telurnya.

4. Kalkun

Kalkun merupakan unggas petelur yang cenderung dimanfaatkan dagingnya dibanding telurnya. Hal ini juga dipengaruhi oleh pasar yang masih sedikit dibanding unggas petelur lain. Berikut ciri-ciri kalkun yang umum diketahui:

  • Kalkun dapat bertelur di usia 6-7 bulan.

  • Sebutir telur kalkun dapat berbobot 65-75 gr/butirnya.

  • Memiliki kandungan nutrisi yang terdiri dari protein tinggi dan rendah lemak tanpa kolesterol.

Baca Juga: Mengenal Struktur Telur yang Menjaga Posisi Kuning Telur

Jenis-jenis unggas petelur di atas dapat dijadikan referensi dalam memahami industri peternakan. Semoga bermanfaat! (NUM)