Konten dari Pengguna

Juknis OMI 2025, Panduan Resmi Olimpiade Madrasah Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi juknis OMI 2025. Sumber: Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi juknis OMI 2025. Sumber: Pexels/Pixabay

Tahun ini Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kembali menggelar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, Kemenag telah merilis juknis OMI 2025.

Juknis memuat panduan lengkap mulai dari cabang perlombaan, jadwal pelaksanaan, ketentuan peserta, hingga sistem penilaian. Juknis OMI tahun 2025 menjadi acuan penting untuk peserta, pembina, dan panitia yang ingin berpartisipasi secara optimal.

Juknis OMI 2025 yang Wajib untuk Diketahui

Ilustrasi juknis OMI 2025. Sumber: Pexels/Mikhail Nilov

OMI 2025 hadir sebagai wadah kompetisi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk generasi unggul berkarakter Islami. Kompetisi ini menekankan aspek akademik, nilai-nilai kejujuran, kerja keras, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Untuk mendukung kelancaran olimpiade ini, Kemenag RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) telah merilis Petunjuk Teknis (Juknis). Petunjuk ini wajib untuk diketahui oleh seluruh peserta, pembina, dan panitia.

Juknis Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bisa memberikan acuan lengkap untuk persiapan dan pelaksanaan lomba. Dikutip dalam Petunjuk Teknis Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2025 secara garis besar isi dari Juknis OMI 2025 yang penting untuk diketahui sebagai berikut.

1. Cabang Lomba OMI 2025

OMI 2025 terbagi menjadi dua bidang utama yaitu bidang sains dan bidang riset. Adapun cakupan materinya yaitu:

Bidang Sains

  • Jenjang MI/SD: Matematika Terintegrasi, IPAS Terintegrasi, IPS Terintegrasi.

  • Jenjang MTs/SMP: Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, Fisika Terintegrasi.

  • Jenjang MA/SMA: Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, Geografi Terintegrasi.

Bidang Riset

  • Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi).

  • Sustainable Development Goals (SDGs).

  • Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.

2. Jadwal Pelaksanaan

Terdapat sejumlah perbedaan jadwal pelaksanaan antara bidang sains dan bidang riset. Jadwal pelaksanaan untuk kedua bidang yaitu:

Bidang Sains

  1. OMI Kabupaten/Kota

    • Pendaftaran: 22-27 Agustus 2025

    • Pelaksanaan: 1-2 September 2025

    • Pengumuman: 9 September 2025

  2. OMI Provinsi

    • Pelaksanaan: 2-3 Oktober 2025

    • Pengumuman: 10 Oktober 2025

  3. OMI Nasional

    • Pelaksanaan: 4-5 November 2025

    • Pengumuman dan Penutupan: 6 November 2025

Bidang Riset

  • Pendaftaran (Unggah Proposal Riset): 11 Agustus-8 September 2025

  • Pengumuman Hasil Penilaian Proposal: 11 September 2025

  • Presentasi Proposal Riset: 12-14 September 2025

  • Presentasi Hasil Riset: 22-24 Oktober 2025

  • Pengumpulan Hasil Riset & Draf Artikel: 29-31 Oktober 2025

  • Final (Presentasi Hasil Riset) dan EXPO: 3-6 November 2025

3. Ketentuan Peserta

Terdapat sejumlah ketentuan peserta yang harus diperhatikan untuk mematuhi peraturan dan menghindari sanksi. Secara umum ketentuannya yaitu:

Bidang Sains

  • Warga Negara Indonesia

  • Siswa madrasah/Sekolah yang memiliki NISN aktif.

  • Murid Kelas V–VI, VII–IX, atau X–XII pada tahun ajaran 2025/2026.

  • Hanya boleh mengikuti satu bidang kompetisi.

Bidang Riset

  • WNI, murid MTs atau MA.

  • Belum pernah menjadi juara satu pada ajang MYRES bidang yang sama.

  • Mengirim proposal asli, bebas plagiat, dan sesuai ketentuan Juknis.

  • Bisa perorangan atau kelompok (maksimal 3 orang).

4. Sistem Penilaian

Sistem penilaian OMI tahun 2025 untuk menentukan sang juara yaitu:

  • Penilaian di setiap tahap di lakukan oleh juri independen dan profesional.

  • Pada bidang sains, penilaian meliputi tes pilihan ganda, esai, hingga eksplorasi eksperimen.

  • Pada bidang riset, penilaian mencakup orisinalitas ide, metode penelitian, kebermanfaatan, dan kemampuan presentasi.

  • Jika nilai sama, penentuan pemenang mempertimbangkan jumlah jawaban benar, jumlah salah, waktu pengerjaan, dan hasil tahap sebelumnya.

Dengan memahami juknis OMI 2025 sejak awal, baik siswa maupun pembimbing bisa menyusun strategi terbaik agar tampil maksimal di setiap jenjang kompetisi. Selain itu, panitia juga bisa mempersiapkan penyelenggaraan acara dengan matang. (MRZ)

Baca juga: Di Mana Permulaan Tradisi Olimpiade? Ini Sejarahnya