Juknis OMI 2025, Panduan Resmi Olimpiade Madrasah Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahun ini Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kembali menggelar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, Kemenag telah merilis juknis OMI 2025.
Juknis memuat panduan lengkap mulai dari cabang perlombaan, jadwal pelaksanaan, ketentuan peserta, hingga sistem penilaian. Juknis OMI tahun 2025 menjadi acuan penting untuk peserta, pembina, dan panitia yang ingin berpartisipasi secara optimal.
Juknis OMI 2025 yang Wajib untuk Diketahui
OMI 2025 hadir sebagai wadah kompetisi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk generasi unggul berkarakter Islami. Kompetisi ini menekankan aspek akademik, nilai-nilai kejujuran, kerja keras, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Untuk mendukung kelancaran olimpiade ini, Kemenag RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) telah merilis Petunjuk Teknis (Juknis). Petunjuk ini wajib untuk diketahui oleh seluruh peserta, pembina, dan panitia.
Juknis Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bisa memberikan acuan lengkap untuk persiapan dan pelaksanaan lomba. Dikutip dalam Petunjuk Teknis Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2025 secara garis besar isi dari Juknis OMI 2025 yang penting untuk diketahui sebagai berikut.
1. Cabang Lomba OMI 2025
OMI 2025 terbagi menjadi dua bidang utama yaitu bidang sains dan bidang riset. Adapun cakupan materinya yaitu:
Bidang Sains
Jenjang MI/SD: Matematika Terintegrasi, IPAS Terintegrasi, IPS Terintegrasi.
Jenjang MTs/SMP: Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, Fisika Terintegrasi.
Jenjang MA/SMA: Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, Geografi Terintegrasi.
Bidang Riset
Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi).
Sustainable Development Goals (SDGs).
Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
2. Jadwal Pelaksanaan
Terdapat sejumlah perbedaan jadwal pelaksanaan antara bidang sains dan bidang riset. Jadwal pelaksanaan untuk kedua bidang yaitu:
Bidang Sains
OMI Kabupaten/Kota
Pendaftaran: 22-27 Agustus 2025
Pelaksanaan: 1-2 September 2025
Pengumuman: 9 September 2025
OMI Provinsi
Pelaksanaan: 2-3 Oktober 2025
Pengumuman: 10 Oktober 2025
OMI Nasional
Pelaksanaan: 4-5 November 2025
Pengumuman dan Penutupan: 6 November 2025
Bidang Riset
Pendaftaran (Unggah Proposal Riset): 11 Agustus-8 September 2025
Pengumuman Hasil Penilaian Proposal: 11 September 2025
Presentasi Proposal Riset: 12-14 September 2025
Presentasi Hasil Riset: 22-24 Oktober 2025
Pengumpulan Hasil Riset & Draf Artikel: 29-31 Oktober 2025
Final (Presentasi Hasil Riset) dan EXPO: 3-6 November 2025
3. Ketentuan Peserta
Terdapat sejumlah ketentuan peserta yang harus diperhatikan untuk mematuhi peraturan dan menghindari sanksi. Secara umum ketentuannya yaitu:
Bidang Sains
Warga Negara Indonesia
Siswa madrasah/Sekolah yang memiliki NISN aktif.
Murid Kelas V–VI, VII–IX, atau X–XII pada tahun ajaran 2025/2026.
Hanya boleh mengikuti satu bidang kompetisi.
Bidang Riset
WNI, murid MTs atau MA.
Belum pernah menjadi juara satu pada ajang MYRES bidang yang sama.
Mengirim proposal asli, bebas plagiat, dan sesuai ketentuan Juknis.
Bisa perorangan atau kelompok (maksimal 3 orang).
4. Sistem Penilaian
Sistem penilaian OMI tahun 2025 untuk menentukan sang juara yaitu:
Penilaian di setiap tahap di lakukan oleh juri independen dan profesional.
Pada bidang sains, penilaian meliputi tes pilihan ganda, esai, hingga eksplorasi eksperimen.
Pada bidang riset, penilaian mencakup orisinalitas ide, metode penelitian, kebermanfaatan, dan kemampuan presentasi.
Jika nilai sama, penentuan pemenang mempertimbangkan jumlah jawaban benar, jumlah salah, waktu pengerjaan, dan hasil tahap sebelumnya.
Dengan memahami juknis OMI 2025 sejak awal, baik siswa maupun pembimbing bisa menyusun strategi terbaik agar tampil maksimal di setiap jenjang kompetisi. Selain itu, panitia juga bisa mempersiapkan penyelenggaraan acara dengan matang. (MRZ)
Baca juga: Di Mana Permulaan Tradisi Olimpiade? Ini Sejarahnya
