Kain Tapis Lampung, Warisan Kriya dari Lampung yang Kaya Akan Makna

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia memiliki berbagai keragaman budaya dan juga kesenian di dalamnya. Dari Sabang sampai dengan Marauke ada beribu warisan budaya yang tersebar. Salah satu jenis warisan kriya yang ada di Indonesia adalah kain tapis Lampung.
Kain Tapis adalah kain tradisional khas Lampung yang terbuat dari tenunan benang kapas dan disulam dengan benang emas atau perak. Kain ini telah menjadi bagian integral dari budaya masyarakat Lampung sejak zaman dahulu.
Sejarah Kain Tapis Lampung
Mengutip buku Sulam Tapis Lampung karya Stephanus Hammy (2011:8) kain tapis merupakan kerajinan tradisional masyarakat Lampung yang diajarkan secara turun temurun dan lahir sebagai sarana menyelaraskan kehidupan masyarakat dengan lingkungan sekitar maupun Sang Pencipta Alam Semesta.
Kain ini dibuat melalui proses penenunan benang katun dan penyulaman tradisional menggunakan benang emas atau perak, menciptakan motif-motif yang kaya dan bermakna. Berikut ini sejarah singkat mengenai kain tapis Lampung yang menarik diketahui.
Pada awalnya tapis terbuat dari benang emas dengan motif yang disulam dengan benang emas. Benang emas dan perak pada kain tapis ditenun secara tradisional. Dengan kreativitas para pengrajin. kain tapis menjadi kaya motif dan hiasan dengan nilai jual yang tinggi.
Jejak sejarah kain tapis berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan Lampung. Dlihat dari motif-motif yang ada, sejarah tapis sudah ada sejak zaman Hindu sekitar abad ke 12-13 M, bahkan diyakini sejak zaman Prasejarah.
Awalnya, Kain Tapis dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan digunakan dalam upacara-upacara adat. Seiring berjalannya waktu, kain ini juga dikenakan dalam acara-acara penting seperti pernikahan dan perayaan lainnya.
Pada awal perkembangannya, bahan yang digunakan untuk kain kapas adalah benang kapas. Di masa itu, masyarakat Lampung sudah mengenal cara menenun kain. Kemudian mereka mengenal pencelupan warna dari tumbuhan yang ada di sekitar.
Pengaruh Hindu-Buddha ada di dalam kain tapis. Sama dengan Islam yang masuk sesudah abad ke 15 M dan memperkaya unsur-unsur ragam hias kain tapis. Unsur-unsur sebelumnya tidak dihilangkan, seperti motif segitiga dari periode prasejarah tetap ada pada ragam hias Hindu yang melambagkan Dewi Sri dan Dewi Kemakmuran. Kemudian ada motif pucuk rebung yang melambangkan segi kekuatan yang tumbuh di dalamnya.
Bentuk spiral dan meander melambangkan pemujaan matahari dan alam. Sementara, ragam hias tumbuhan pada pohon hayar merupakan kepercayaan universal yang melambangkan keesaan Tuhan pencipta alam semesta.
Makna Filosofis Kain Tapis Lampung
Seperti diketahui bahwa kain tapis Lampung adalah kain tenun tradisional yang kaya akan makna filosofis dan simbolis bagi masyarakat adat Lampung. Setiap motif, warna, dan elemen pada kain ini mengandung nilai-nilai yang mencerminkan kepercayaan, status sosial, serta hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta. Berikut ini makna filosofis dari kain tapis dari Lampung.
1. Sebagai Lambang Kesucian dan Kehormatan
Kain Tapis digunakan dalam upacara adat seperti pernikahan, penyambutan tamu kehormatan, dan ritual keagamaan. Pemakaiannya melambangkan kesucian, kehormatan, dan penghormatan terhadap leluhur serta adat istiadat Lampung.
2. Menunjukkan Status Sosial dan Kewibawaan
Masyarakat Lampung memiliki sistem sosial yang berjenjang, dan kain tapis sering kali mencerminkan status sosial pemakainya. Semakin rumit motif dan detail hiasan pada kain, semakin tinggi status sosial pemiliknya. Beberapa jenis Kain Tapis hanya boleh dikenakan oleh kalangan bangsawan atau pemuka adat.
3. Mengandung Nilai Spiritualitas dan Kearifan Lokal
Motif-motif pada Kain Tapis memiliki nilai spiritual yang mendalam. Salah satu konsep utama dalam budaya Lampung adalah "Piil Pesenggiri", yang mencerminkan harga diri, keberanian, dan keteguhan dalam menjalankan adat serta agama.
4. Melambangkan Keharmonisan dengan Alam
Banyak motif pada kain tapis yang menggambarkan flora dan fauna, seperti pohon hayat, burung garuda, gajah, dan perahu. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Lampung sangat menghormati alam dan menganggapnya sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijaga keseimbangannya.
Dengan demikian, kain tapis Lampung bukan hanya sekadar produk kerajinan tangan, tetapi juga merupakan manifestasi dari filosofi hidup, kepercayaan, dan identitas budaya masyarakat Lampung yang diwariskan secara turun-temurun. Hingga kini, Kain Tapis tetap menjadi simbol kebanggaan masyarakat Lampung dan digunakan dalam berbagai upacara adat serta perayaan penting lainnya. (BAI)
Baca Juga: Sejarah dan Makna Motif Tumpal pada Batik
