Kapan Alat-Alat Reproduksi Terbentuk? Ini Jawabannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembentukan alat-alat reproduksi manusia dimulai sejak awal perkembangan embrio. Seiring pertumbuhan, sistem reproduksi pada manusia atau alat-alat reproduksi terbentuk pada masa ketika seseorang mencapai kedewasaan (pubertas) atau masa akil baligh.
Menurut buku Biologi Jilid 2, Diah Aryulina, Ph.D, Choirul Muslim, Ph.D, Syalfinaf Manaf, M.S, Dr. Endang Winarni W, M.Pd (2004:285), salah satu ciri makhluk hidup adalah berkembang biak atau melakukan reproduksi.
Reproduksi melibatkan suatu sistem dalam tubuh, yaitu sistem reproduksi. Sistem reproduksi melibatkan organ-organ reproduksi.
Alat-Alat Reproduksi Terbentuk pada Masa Pubertas
Reproduksi pada manusia berarti membahas suatu sistem yang berbeda struktur dan fungsinya pada pria dan wanita. Sistem reproduksi adalah kumpulan organ internal dan eksternal yang bekerja bersama untuk tujuan prokreasi.
Meskipun sejak dalam kandungan, alat-alat reproduksi terbentuk pada masa itu, tetapi dalam pertumbuhannya alat reproduksi pada manusia akan mengalami perkembangan secara alami yang disebut dengan fase pubertas.
Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Pertumbuhan fisik terjadi sangat cepat dan tidak beraturan.
Perubahan-perubahan yang terjadi antara satu anak dengan anak lainnya berbeda-beda. Pada masa pubertas terjadi perubahan yang sangat menyolok dan membutuhkan penyesuaian diri terhadap tuntutan sosial.
Ketika seseorang telah mengalami pubertas maka ia dapat mengalami reproduksi dan melanjutkan keturunan secara biologis tetapi secara ekonomi dan psikologis belum tentu remaja siap untuk memiliki keturunan.
Pada perempuan pubertas ditandai dengan menstruasi yang pertama (menarche) sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah.
Peproduksi antara laki-laki dan perempuan tentu saja sangat berbeda. Untuk organ reproduksi laki-laki meliputi kantung zakar (scrotum), buah zakar (testis), eoididimis, saluran sperma, kantung semen, kelenjar prostat, uretra dan penis.
Sedangkan organ reproduksi perempuan meliputi: indung telur, fimbria, saluran telur, rahim, mulut rahim dan vagina.
Baca juga: Pengertian Amitosis dalam Reproduksi Sel
Alat-Alat Reproduksi serta Masa Pubertas Laki-laki dan Perempuan
Pubertas terjadi karena tubuh manusia mulai memproduksi hormon-hormon seksual sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan.
Hormon seks yang ada pada perempuan adalah estrogen dan progesteron, sedangkan untuk anak laki-laki dipengaruhi oleh hormon testosteron. Berikut pubertas yang terjadi pada laki-laki dan perempuan:
1. Pubertas pada Laki-laki
Usia Pubertas
Pubertas bagi laki-laki di masa sekarang pada sekitar usia 10-13 tahun. Tentunya, setiap orang berbeda pertumbuhannya, karena ada banyak faktor yang memengaruhi, seperti faktor sosio ekonomi, iklim, jumlah anggota keluarga, keadaan gizi yang semakin baik mempercepat kesiapan tubuh.
Perubahan Fisik
Perubahan ini ditandai dengan tumbuhnya bulu-bulu yang ada di ketiak, daerah sekitar kemaluan, jenggot, kumis, otot menguat, timbul jakun, suara membesar dan mulai berfungsinya alat reproduksi.
Perubahan Psikis
Perubahan secara psikis antara lain adalah timbulnya perhatian pada diri sendiri dan pada lawan jenis, ingin diakui kedewasaannya, tidak ingin tergantung pada orang tua, dan sebagainya.
2. Pubertas pada Perempuan
Usia Pubertas
Di masa sekarang remaja perempuan mengalami pertumbuhan tubuh pada usia rata-rata 8-9 tahun, dan mengalami menarche atau menstruasi pertama kali) rata-rata pada usia 12 tahun.
Perubahan Fisik
Bentuk tubuh yang berlekuk, tumbuhnya payudara, kulit menjadi halus, suara menjadi lembut, tumbuhnya bulu-bulu di ketiak dan seputar kemaluan.
Perubahan Psikis
Menjadi lebih sensitif perasaannya, ingin diperhatikan lawan jenis, suka mematut diri didepan kaca, dan lain-lain.
Secara optimal alat-alat reproduksi terbentuk pada masa remaja atau pubertas. Sangat penting untuk memberi edukasi mengenai alat reproduksi pada remaja agar lebih memahami dan menjaga tubuhnya sendiri.(VAN)
