Konten dari Pengguna

Kenali Jenis-Jenis Validitas dalam Penelitian dan Pengertiannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis-jenis validitas. Sumber: Pixabay/ Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Jenis-jenis validitas. Sumber: Pixabay/ Pexels

Salah satu syarat instrumen yang baik harus memenuhi kriteria validitas. Dalam dunia penelitian, terdapat jenis-jenis validitas yang harus diketahui oleh para peneliti. Hal ini agar penelitian yang dihasilkan memiliki hasil yang akurat.

Dikutip dari buku Validitas dan Reliabilitas Instrumen Non Tes oleh Joko Subando (2022:14) validitas merupakan kecermatan alat ukur dalam mengukur apa yang hendak diukur. Ini akan membuat validitas suatu instrumen memiliki peran penting dalam hasil penelitian.

Jenis-Jenis Validitas Instrumen dalam Penelitian

Jenis-jenis validitas. Sumber: Pxabay/ anapaula_feriani

Sebelum mengenal jenis-jenis validitas lebih lanjut, ketahui terlebih dahulu pengertian dari validitas sendiri. Secara umum, validitas memiliki arti yaitu suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan atau kesahihan suatu instrumen.

Oleh karena, validitas dianggap sebuah bagian instrumen penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam mengukur ataupun dalam mengungkap karakteristik dari variabel yang dimaksudkan untuk diukur. Agar mudah memahami, simak jenis-jenis validitas berikut.

1. Validitas Isi

Jenis validitas pertama adalah validitas isi. Jenis ini bertujuan untuk menilai apakah isi atau bahan yang diuji relevan dengan kemampuan pengetahuan, pelajaran, pengalaman atau latar belakang orang yang diuji.

Apabila instrumen yang diteliti tidak termasuk dalam materi ataupun objek yang dipelajari, maka instrumen tersebut tidak relevan. Sehingga untuk mendapatkan hasil yang valid, seluruh instrumen harus mencakup semua bagian relevan dari subjek yang ingin diukur.

Baca Juga: Pengertian Validasi dan Jenis-jenisnya

2. Validitas Prediktif

Validitas presiktif memiliki pengertian kesesuaiannya antara ramalan atau prediksi mengenai perilaku seseorang dengan perilaku nyata. Semakin tinggi korelasi yang ditunjukkan, menjadi bukti bahwa instrumen dapat menghasilkan hasil yang akurat.

3. Validitas Konstruk

Validitas konstruk diartikan bahwa jenis ini dapat mengevaluasi alat ukur yang digunakan apakah akan benar-benar mewakili objek yang diukur. Istilah konstruk sendiri mengacu pada konsep maupun karakteristik yang tidak dapat diamati secara langsung.

Contoh konstruksi yang diamati seperti karakteristik individu, seperti kecerdasan, obesitas, kepuasan kerja, atau depresi. Bahkan, dapat diterapkan secara luas, pada seperti kesetaraan gender, tanggung jawab sosial perusahaan, atau kebebasan berbicara.

4. Validitas Tampang/Muka

Jenis validitas terakhir ialah validitas muka, yang berarti lebih menekankan konten tes tampaknya sesuai dengan tujuannya. Sesuai dengan namanya, validitas ini mempertimbangkan seberapa valid kah konten tes yang tampak di permukaan.

Validitas muka sebenarnya merupakan validitas yang paling lemah dibanding dengan jenis-jenis validitas lainnya. Sebab, tolok ukur yang dipakai hanyalah sebatas wajah dari permukaan yang terlihat. Sehingga hasilnya akan lebih subjektif.

Sebelum melakukan penelitian, peneliti tentu harus memahami jenis-jenis validitas pada instrumen. Hal ini agar mendapatkan hasil yang cukup valid. Sebab, pada hakikatnya penelitian memiliki tujuan untuk mencari kebenaran. Semoga bermanfaat!

(NUM)