Kenapa Harus Melakukan Olah Rasa? Ini Jawabannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada seni teater, pelakon harus memerhatikan berbagai teknik dasar dalam seni peran. Salah satunya adalah teknik olah rasa. Lantas, kenapa harus melakukan olah rasa?
Teater memiliki fungsi sebagai media ekspresi. Oleh karena itu, agar peran yang dimainkan dapat dijiwai dengan baik. Maka, teknik-teknik dalam bermain teater penting dipelajari.
Kenapa Harus Melakukan Olah Rasa?
Kenapa harus melakukan olah rasa? Menurut buku Apresiasi Sastra Indonesia, Dina Gasong, (2019:234), pemeran teater membutuhkan kepekaan rasa karena dalam menghayati karakter tokoh, semua emosi tokoh yang ditokohkan harus mampu diwujudkan.
Dengan begitu, latihan-latihan yang mendukung olah rasa perlu dilakukan. Terlebih dalam konteks aksi dan reaksi dalam teater. Seorang pemeran tidak hanya memikirkan ekspresi.
Mengingat pentingnya latihan terhadap penguasaan emosi setiap pemain, beberapa cara berlatih olah rasa dalam teater adalah sebagai berikut.
1. Latihan Konsentrasi
Tahapan memusatkan pikiran pada satu objek dengan tujuan tertentu disebut latihan konsentrasi. Pusat perhatian seorang pemeran teater, yaitu pada karakter peran dan naskah. Latihan ini bisa dilakukan sendiri maupun bersama pemeran lainnya.
Latihan konsentrasi penting dilakukan, karena pemain cenderung dapat merusak proses pemeranan. Apabila terdapat hal-hal yang mengalihkan perhatian.
Sehingga dengan fokus yang baik, maka kondisi kontrol mental dan fisik pemain dapat diatur secara efisien. Terlebih ketika berada di panggung pementasan.
2. Latihan Imajinasi
Imajinasi merupakan proses terbentuknya gambaran-gambaran baru dalam pikiran. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan teori dan ide menurut fungsinya.
Ide-ide tersebut mampu membawa pemeran ke dalam dunia maya (tidak nyata). Kemudian merealisasikannya secara nyata melalui ekspresi maupun gestur.
3. Latihan Ingatan Emosi
Pengertian emosi adalah proses yang terjadi pada fisik dan psikis dengan kompleks. Hal ini dapat muncul secara tiba-tiba di luar kesadaran.
Kehadiran emosi akan mengakibatkan respons kejiwaan, baik respons positif maupun negatif. tentunya, adanya respon dapat memengaruhi ekspresi pemeran. Emosi sering kali dihubungkan dengan persepsi, perasaan, maupun kepercayaan terhadap objek nyata dan imajinasi.
Baca Juga: Ragam Teknik Ungkapan Simbolik dalam Seni Teater
Jadi, dapat diketahui jawaban atas pertanyaan, 'kenapa harus melakukan olah rasa'. Karena olah rasa dapat memudahkan pelakon dalam mengekspresikan peran dengan emosi dan penjiwaan yang tepat. Tentunya, hal tersebut dapat diwujudkan melalui rangkaian latihan olah rasa. Semoga membantu! (Riyana)
