Konten dari Pengguna

Ketahui Sikap Badan Saat Lari Pelan yang Benar

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sikap badan saat lari pelan. Sumber: pexels.com/Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sikap badan saat lari pelan. Sumber: pexels.com/Pixabay.

Sikap badan saat lari pelan adalah condong ke depan. Sikap badan ketika olahraga lari berbeda-beda menerut jenis lari dan kecepatannya agar menghasilkan waktu tempuh dan energi yang efisien.

Sebaiknya orang tidak sekadar lari ketika melakukan olahraga ini agar terhindar dari cedera, kehabisan napas, atau kelelahan. Lari pelan yang benar diajarkan di sekolah dan pusat pelatihan menggunakan teknik yang benar.

Sikap Badan Saat Lari Pelan adalah Condong ke Depan

Ilustrasi sikap badan saat lari pelan. Sumber: pexels.com/LeandroBoogalu.

Dikutip dari Mandiri Belajar Ulangan Tematik SD/MI Kelas 4: PJOK, Anggia Eka Purwanti dan Tuti Srihandayani (2021:20), lari pelan disebut juga joging. Tujuan joging adalah untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.

Jadi, lari pelan tidak ditujukan untuk perlombaan melainkan sebagai olahraga rutin sehingga kecepatan bisa disesuaikan dengan kemampuan. Berikut adalah teknik lari pelan yang benar.

  1. Mulailah dengan langkah perlahan sambil menggoyangkan tangan dan kaki untuk pemanasan dan pelemasan otot.

  2. Lanjutkan dengan lari santai santai sambil menyelaraskan gerakan dan napas.

  3. Atur napas dengan pelan saat berlari agar berbarengan dengan langkah kaki.

  4. Posisi kedua tangan ditekuk di samping badan, dikepalkan, dan mengikuti gerakan kaki. Jika sudah terbiasa, gerakan ini akan seperti berirama sehingga pelari akan lebih menikmati kegiatan joging ini.

  5. Pandangan mata ke depan dan bahu jangan tegang. Jika bahu tegang, akan menyebabkan pelari mudah lelah. Selain itu, setelah lari akan menyebabkan nyeri otot.

  6. Sikap badan saat lari pelan adalah condong ke depan. Punggung tetap lurus agar paru-paru dapat menghirup udara dengan baik. Lakukan di area yang banyak pohon dan jauh dari knalpot kendaraan agar udara yang masuk adalah udara yang bersih.

  7. Bernapaslah dengan hidung, lalu keluarkan dengan mulut. Sewaktu bernapas, hirup oksigen dalam-dalam.

  8. Jika irama tubuh dan napas sudah teratur, kecepatan dapat ditingkatkan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Joging bersama kelompok akan membantu meningkatkan kecepatan dan menghemat energi.

  9. Setelah melakukan joging, jangan langsung duduk. Berjalanlah pelan sebentar, lalu lakukan peregangan dan pendinginan dengan perlahan sampai akhirnya badan rileks kembali.

Baca: Mengenal Arti Pace dalam Lari, Pelari Pemula Wajib Tahu

Demikianlah pembahasan bahwa sikap badan saat lari pelan adalah condong ke depan. Setelah mengetahui teori yang benar, sebaiknya dilatih agar terbiasa menggunakan teknik tersebut. (lus)